Salah Respon

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Motivasi, Cerpen Patah Hati, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 23 May 2017

“Yah, mungkin mungkin semua ini kesalahanku” desah niya di suatu siang yang teramat panas, sambil mengunci layar teleponnya dan kemudian membukanya kembali sampai berkali-kali hanya untuk memastikan bahwa apa yang yang dilihatnya hanyalah sekedar salah baca. “ya tuhan, rasanya jantungku berhenti berdetak, napasku sesak” lirihnya dalam hati. Niya coba bertanya pada temannya “kawan-kawan ternyata sudah menikah pak rohman?”
“ah, iyakah?” sergah linha.
“lihatlah smsnya” kata niya. Tertulis jelas di sana “assalamu’alaikum a, how are you?” bunyi pesan yang dikirim niya dan “wslm, im keeping my wife in hospital”.

Niya merasa seakan-akan dunia tak lagi berpihak padanya. Selama ini dia selalu merasa diistimewakan dengan segenap perhatian, nasehat dan juga waktu luang yang selalu diterimanya walaupun hanya untuk melepas kerinduan disamping tujuan untuk memperdalam pengetahuan bahasa inggrisnya. Tapi dia benar-benar tidak pernah berpikir bahwa ternyata guru yand disukainya sudah berkeluarga karena sepengetahuannya guru tersebut belum menikah.

“mungkin aku salah dalam mengartikan sikapnya selama ini, padahal aku pernah mengatakan pada linha bahwa bgaimana jika suatu saat aku mendenagar kabar pernikahannya, maka sungguh aku tak kan sanggup” niya tak henti-hentinya bicara pada dirinya sendiri untuk melampiaskan segala keresahan dalam hatinya.

Waktu berlalu terasa begitu lama tak seperti biasanya, dedaunan yang berjatuhan pun terasa butuh waktu lama untuk sampai ke permukaan tanah. Masih teringat jelas di pelupuk matanya senyuman yang selama ini selalu menjadi harapan dan tujuan dari setiap kerja kerasnya dalam belajar hanya untuk membuatnya kagum dan bangga.

“berarti setiap pujian yang selam ini disampaikan hanya merupakan penyemangat dari seorang guru dan murid?” niya masih saja bergumam dengan perasaannya sendiri. “yah, it’s time for move on”. Dia tetap berusaha untuk menerima kenyataan itu meskipun rasanya telah runtuh segala harapan yang telah dia bangun, tapi dia tetap berusaha menghidupkan semangat baru dari dalam dirinya karena masa depan yang suskses masih menguasai fikirannya ‘i sure, if i will get the succes for my future and that’s depend of me not other”. Ungkapan terakhrnya dan dia mulai tersenyum kembali meskipun terkadang masih saja bayangan itu datang tapi dia percaya seiring berjalannya waktu semuanya akan kembali seperti semula.

Cerpen Karangan: Samiatul Ahyani
Facebook: Samiatul Ahyani
hidup itu penuh dengan cerita tapi tergantung bagaimana kita mengolahnya menjadi puing-puing kesuksesan dimasa depan.

Cerpen Salah Respon merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cita-Cita Ashley

Oleh:
Pagi itu tidak seperti biasanya, raut muka Ashley kelihatan murung, tampak kesedihan yang teramat sangat tercermin di sana. Canda, tawa, dan semangatnya seakan sirna, kebiasaannya bersenandung setiap saat pun

Goodbye, Kelinci Yang Manis (Part 2)

Oleh:
Aku selama ini memang tidak pernah dekat dengan seseorang lagi, aku mengunci hatiku rapat-rapat untuk satu orang dialah Haikal si murid baru yang menyebalkan yang menghiasi hari-hariku dulu semasa

Story Love Wisnu Puji

Oleh:
Tanggal 20 Mei 2012, pukul 21.45 adalah awal kisah kami berdua. Dari pertanyaan “maukah kamu jadi pacarku?” dan jawaban “iya aku mau” dari bibirku. Resmi sudahlah hubungan kami berdua.

Aku Harus Berusaha

Oleh:
Maudi ayunda itulah nama yang diberikan kedua orangtua ku. aku bukanlah anak yang mampu dalam ekonomi. namun aku mampu dalam berusaha, semangatku menggapai cita-cita sering kali dipatahkan oleh ekonomi.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *