Sekolah Itu Tempatnya Menimba Ilmu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Motivasi, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 2 May 2016

TENG! TENG! TENG!

Suara lonceng memang terdengar indah. Tapi suara lonceng yang satu ini selalu dianggap sebagai ‘ancaman’. Yup. Lonceng sekolah. Menakutkan memang. Membosankan tentunya. Itulah problema anak-anak sekolah di zaman modern seperti sekarang ini. Aku heran, kenapa sih mereka berpikir seperti itu. Selalu menganggap sekolah adalah sesuatu yang membosankan. Bahkan sebagian hanya menjadikan sekolah sebagai sarana ‘tumpangan’. Maksudnya mereka hanya menganggap sekolah sebagai ciri dari status sosial mereka. Seperti halnya Sefina. Tetanggaku yang berparas cantik ini hanya menganggap sekolah sebagai ajang pembuktian status sosialnya. Pasalnya, dia bersekolah di salah satu sekolah papan atas di Jakarta. Seragamnya yang terkesan ‘high quality’, tas yang ia kenakan bermerek terkenal, sepatunya bahkan sampai kaus kakinya pun semua bermerek terkenal. Dan tentunya, MAHAL! Ampun deh. Memangnya tujuan bersekolah untuk itu? Benar-benar salah.

Lain Sefina, lain pula Atikah. Temanku yang satu ini memang satu sekolah denganku. Dia cukup dekat denganku. Oh iya. Dia ini salah satu siswi yang ‘coquettish’ loh. Gak percaya? Alasan aku bilang seperti ini karena berdasarkan fakta. Bukan aku fitnah loh ya. Soalnya, anggapan dia tentang bersekolah lebih parah daripada Sefina. Mau denger? Gini. Dia bilang, “Alah, aku disekolahin Mama Papa kan hanya sebatas gengsi aja. Selebihnya sih aku cuek tuh. Masa muda kan emang gitu. Sekolah itu emang penting. Tapi main lebih penting. Apalagi nyari cowok cakep, tajir lagi. Bahagia deh masa muda aku.” Duuh… Ini bener loh ya. Terus menurut kamu, apa kata kata Atikah pantas? Nggak ya. Jelaslah. Tujuan dia ke sekolah cuma pengen main-main aja, sama gengsi aja. Sama itu loh… Nyari cowok. Aduh! Emangnya sekolah itu tempat biro jodoh?

Sementara banyak temen temen cowok aku yang punya anggapan gak kalah WOW sama anggapan-anggapan Sefina dan Atikah. Mereka bilangnya gini, “Yang penting bisa kumpul kumpul sama temen-temen. Ngerok*k bareng, bercandaan bareng, asyik-asyik bareng. Pacaran. Itu yang penting.” Haduh! Parah kan pemirsa? Mereka bilangnya sekolah itu cuma tempat buat kumpul-kumpulan, gaul-gaulan, sama pacaran plus gaya-gayaan. Hasemelew. Bingung aku. Aku yakin, di luaran sana banyak anak-anak sekolah yang punya anggapan-anggapan lain tentang bersekolah yang tentunya gak kalah ‘parah’.

Sobat! Dulu, waktu Indonesia dijajah banyak banget anak-anak bangsa yang pengen belajar ke sekolah. Menimba ilmu sebaik baiknya buat kemajuan Negara ini. Mereka rela loh mempertaruhkan nyawanya demi bersekolah. Mereka gak pengen jadi orang orang yang miskin ilmu. Meski memang, banyak di antara rakyat rakyat Indonesia tempo dulu yang gak bisa sekolah. Karena masalah yang kamu kamu pasti tahu. Nah, itu dulu loh ya. Dulu. Lain halnya dengan sekarang. Zaman sekarang. Teknologi kian maju, apa-apa serba cepat dan mudah. Ke sekolah itu mudah tanpa ada halangan kayak zaman dulu. Semua kalangan bisa bersekolah. Tapi apa yang terjadi? Kaum pelajar zaman sekarang banyaknya ngeluh, males malesan. Ogah-ogahan buat sekolah. Padahal semua serba mudah.

Meski lamanya bersekolah itu terkadang membosankan, tapi ilmu-ilmu yang mengantre buat kita serap bakal ngerubah durasi yang kita anggap lama itu menjadi singkat apabila kita serius dan sungguh-sungguh dalam menimba ilmu. Sejatinya, ilmu itu gak bakal berat buat dibawa-bawa. Kalau kita gak terlalu paham sama pelajaran yang ‘seabreg’. Kita bisa kok tetep semangat, yakinkan aja Tuhan itu ada dan senantiasa menolong umatnya. Karena aku juga tahu, gak semua pelajar itu mampu nguasain banyak mata pelajaran. Aku juga sama. Tapi, kalau kita tetep semangat, dan yakinkan aja tujuan utama kita ke sekolah itu apa, maka Tuhan akan memudahkan jalan kita buat menuntut ilmu.

Ayo! Semangat belajarnya. Jangan cuma main-main aja. Jangan cuma pamer pamer aja. Jangan cuma pacar-pacaran aja. Sekolah itu singkat loh aslinya. Cuma kitanya aja yang terlalu banyak malas sama ngeluh jadi rasanya lama. Inget ya! Inget aja, orangtua itu susah payah cari uang dengan cara yang mulia dan banting tulang demi nyekolahin kita. Jika kita gak bener sekolahnya, itu tandanya kita udah ngecewain dan ngekhianati orangtua kita yang udah kerja keras buat masa depan kita. Makanya, yang serius sekolahnya. Semangat! Buat orangtua kita bangga. Mereka bakal bangga banget kok meskipun nilai nilai kamu gak terlalu WOW.

Tapi asalkan kamu jujur mujur sekolahnya, niscaya kebahagiaan orangtua kalian senantiasa merangkul kemampuan kalian di sekolah. Percaya deh. Main, gaul, pacaran itu sih boleh-boleh aja. Hak semua orang kok. Tapi, itu semua ada waktunya. Jangan disatuin di sekolah. Kasihan loh ilmunya masa dicampurin sama hal-hal itu. Aku bukan orang yang pinter. Tapi aku cuma bisa semangat dan serius dalam sekolah juga nyemangati sesama. Ayo Para Pelajar! Mulai sekarang sungguh-sungguh. Masa depan di sana sudah menunggu kita. Jadikan dirimu sebagai cahaya penerus Bangsa yang berkualitas dan positif.

Cerpen Karangan: Fauzi Maulana
Facebook: Fauzi We Lah

Cerpen Sekolah Itu Tempatnya Menimba Ilmu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Seni Hari ini

Oleh:
“Pemandangannya indah sekali ya, cepat kita harus tiba sebelum langit gelap”. Tiba-tiba “burrr, burr” satu ember air membasahi sekujur tubuh ku. “Reyhan, bangun kamu. Kuliah hey sudah jam berapa

Sekolah Berkokok

Oleh:
“Bangun, bangun! Sudah siang” ayahku membangunkan aku. Dengan berat aku berusaha untuk bangun meski aku masih ngantuk Aku pergi ke mesjid untuk melaksanakan sholat subuh. Setelah aku selesai sholat

Kenangan Di Sudut Kelas Kita

Oleh:
Kenalin aku citra. Dan ini adalah kisahku dengan ketiga sahabatku di masa putih abu-abu. Dia adalah 2 sahabatku rey dan citra. Mereka adalah penyemangat duniaku. Katanya masa SMA ini

Berawal Dari Kebencian

Oleh:
“Kringgg” bel sekolah berbunyi menandakan waktunya untuk masuk ke kelas, hari ini adalah hari pertamaku masuk SMA. Namaku Dana Syahputra, biasanya orang memanggilku Dana. Aku baru masuk SMA N

Ulang Tahun Ku

Oleh:
Nama ku Bunga… namaku memang terdengar cukup aneh namun sanggat berarti, nama lengkapku Bunga Aprillia. Namun kebanyakan orang memanggilku bunga, tak apa lah toh hanya sebuah panggilan, aku baru

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *