Story Telling Two

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Motivasi, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 7 October 2017

“Dipanggil Indri Joanne segera ke meja piket!”
Deg, jantungku serasa dihantam seribu palu, mengapa Mr. A manggil aku lagi huu, oya kenalin namaku Indri Joanne, aku murid kelas VIII di SMPN 2 Rengat Barat.
Di sekolah, aku termasuk murid yang lugu, cupu, juga dekil sih, tapi otakku gak seburuk penampilanku kok hehehe.

“Sekali lagi, dipanggil Indri Joanne segera ke meja piket!” Deg, semua lamunanku buyar seketika aku langsung berlari menuju ke meja piket, sambil berlari aku bersungut-sungut, pasti aku mau disuruh ngelap kaca, atau siram bunga huu capek tau, kataku di dalam hati.

Setelah sampai di meja piket aku langsung di anyai oleh Mr. A,
“Kok lama kali datangnya kamu, kamu lagi makan?”
“Eee… enggak kok pak, hehe”
“Ya udah, kamu mau gak ikut story telling lagi?”
“Mmm… mau pak!”
“Serius lo kalo kamu gak bisa gak papa bapak cari yang lain,”
“Eee jangan gitu lah pak Indri mau kok,”
“ya udah besok kamu bapak kasih teksnya ngapalnya dua minggu aja kalo gak bisa gak papa!”
“Bisa pak, besok Indri hapal,”
“Ya udah kamu boleh pergi!”

Di dalam hati aku gak percaya sama apa yang aku dengar aku ikut story telling lagi? Wow this is unbeliveble.
Dulu, waktu aku masih kelas VII, aku pernah ikut story telling tapi gak menang, oke untuk kesempatan ke dua ini aku harus menang aku mau nunjukin sama temen-temen aku kalau aku lebih baik dari mereka.

Keesokan harinya, aku datang ke ruangan Mr. A aku diberikan teks story telling yang lumayan panjang judulnya The Lion and The Rabbit, awalnya aku gak yakin aku dapat menghapalnya dalam dua minggu melihat keraguanku Mr. A langsung menasehatiku, “kamu pasti bisa hapal ini semua, bapak yakin kok,” kata Mr. A memotivasiku. “Makasih Pak,”
Aku pulang dengan perasaan senang dan bimbang, tapi aku tetap semangat dalam menghapalnya.

Selama menghafalnya aku banyak dibuly, banyak orang yang bilang aku cuma buang-buang waktu aja mengikuti FSL2N, tapi aku menggap mereka iri dengan kemampuanku bisa lancar berbahasa inggris.

Ahirnya dua minggu berlalu, aku pergi ke SMPN 1 Seberida hmm tapi sayangnya aku tidak ditemani Mr. A tapi tak apalah.
Sesampainya di sana kami semua mendapatkan nomor, dan aku mendapatkan nomor terakhir artinya aku yang akan tampil terakhir.
Tapi saat kami ingin segera memasuki gedung keseniannya, para panitia mengatakan bahwa aku mendapat kendala di umur, ternyata untuk tahun ini hanya angkatan lahir 2003 ke bawah sedangkan aku lahir tahun 2002.
Sumpah waktu itu pupus harapanku. Kurasakan semua bulyan temanku benar hanya sia-sia mengikuti ini.

Kenapa gak dari kemarin aku diberi tahu bahwa aku tak bisa lagi ikut FSL2N ini. Saat itu aku menangis aku menyesal sudah menghapal semua teks ini, ternyata tidak ada gunanya.

Setelah tangisku reda aku mengajak guruku pulang, tapi… Langkah kami ditahan oleh penyelenggara FSL2N.
“Siapa yang bilang kamu gak boleh ikut?” Kata bapak itu sambil mengusap air mataku.
“Panitia pelaksana yang bilang bahwa saya sudah tidak boleh ikut lagi, hiks hiks,” kataku tersedu sedu.
“Kamu salah besar nak, kamu masih boleh ikut kok, cepat masuk sana pertandingannya sudah mau dimulai”
Mendengar kata-kata bapak itu, semangatku kembali berkobar, kemudian aku langsung pergi menuju gedung kesenian.

Sesampainya di sana aku terkejut karena itu giliranku, tapi tak apa dengan semangat aku mrnceritakan dongeng bahasa inggrisku.

Di penghujung acara aku sangat deg degan dengan hasilnya seluruh perlombaan diumumkan juaranya, dan pada saat lomba story telling, ternyata aku mendapatkan juara 3 sungguh tidak kuduga semua guru dan temanku bersorak atas kemenanganku.
Kami pulang dengan gembira walaupun hanya mendapat juara 3, karena tidak akan mungkin aku mendapat juara 1 atau 2 karena sebenarnya ini bukan untukku.

Sampai di sekolah aku bisa membuktikan bahwa semua bulyan mereka salah, peristiwa ini mengajarkanku bahwa tidak ada yang sia-sia di dunia ini jika kita bersungguh sungguh dalam mengerjakan sesuatu apa pun.

THE END

Cerpen Karangan: Joanne
Facebook: Dedek Indri Anne

Cerpen Story Telling Two merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Nasi dan Ayam

Oleh:
Nasi dan ayam, makanan favoritku. Tidak ada yang bisa mengalahkan betapa enaknya ayam goreng yang berkulit gurih dengan nasi hangat yang tersedia setengah bundar di atas piring putih bermotif

Sesal di Saat Terakhir

Oleh:
Romi, adalah anak SMP yang lemah dan berpenampilan seperti anak culun. Dia sering dibully dan sering iri pada teman-temannya. Dia orang yang tidak mampu karena sudah lama ayahnya meninggal

Remember?

Oleh:
“Aku berangkat duluan ya. Assalamuaikum” Jeni langsung melangkahkan kakinya besar-besar setelah pamitan dengan orangtuanya lalu menuju motor yang terparkir di depan halaman rumah. Jeni mendadak kesal sudah berapa kali

Rain

Oleh:
Hujan! Aku suka hujan. Bagaimana denganmu? Hujan itu indah ia tak pernah marah jika dijatuhkan aku ingin sepertinya. Tapi bisakah? “Rainnn…” Suara itu mengagetkanku, Jika saja aku di depan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *