Sukses dibuat Oleh Mereka yang Mau Berusaha

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Motivasi
Lolos moderasi pada: 27 February 2021

Sore berangin itu membuat orang-orang lebih baik di rumah saja, sambil menunggu malam tiba. Tetapi bunyi bola mengusik angin pada sore itu. Ya bunyi itu adalah bunyi bola basket yang ada di lapangan perumahan di sana.

Alexander Iverson seorang anak berparas tinggi, gemuk, dan berkacamata sedang bermain di lapangan basket itu, shoot bertubi-tubi diberikan ke ring di depannya tidak satupun yang tidak masuk. Iverson terlihat mempunyai bakat yang tidak semua orang punya yaitu dalam bidang bola basket, namun Iverson belum menyadari hal itu.

Iverson memang berbakat namun dia tidak percaya diri. Dia selalu merasa “terganggu” dengan teman-teman di sekolahnya karena bentuk tubuhnya yang gemuk dan terlihat cupu dengan kacamatanya. Maka dari itu tidak ada yang mau bermain basket bersamanya bahakan terkadang dia juga diusir bila berada di lapangan basket, maka itu juga dia tidak mau masuk ke tim basket sekolahnya.

Pada akhirnya dia diusir oleh teman-temannya saat main basket di sekolah, dia merasa sakit hati lalu pergi dari sekolah dan langsung pulang ke rumah. Sorenya dia bermain basket di dekat rumahnya dia bermain dengan pikiran yang tercampur aduk memikirkan kejadian siang tadi, Iverson sampai dia tidak menyadari bolanya meleset jauh dari ring. Lalu tanpa Iverson sadari pula seorang pria paruh baya dengan tinggi 2,3m menghampirinya.

“Hai nak apa yang kamu lakukan?” Kata pria itu.
“Kau tidak melihat aku sedang melakukan shootku…” kata Iverson dengan perasaan yang masih tercampur aduk. “…tapi tak ada satupun yang masuk” kata Iverson melanjutkan.
“Kenapa itu bisa terjadi?” Kata pria itu menanyakan Iverson kembali.
“Aku tidak tau aku sangat kacau sekarang ini, teman-teman di sekolah selalu mengusirku saat aku berusaha bermain bersama mereka, aku tidak tau mungkin aku tak berbakat dan menurut mereka aku hanya membuat mereka marah dengan cara bermainku atau mungkin aku diketawai.” Kata Iverson mengeluarkan isi hatinya.
“Mengapa kau mengatakan begitu? Kau tahu aku tinggal di rumah itu, tepat di depan lapangan ini aku selalu melihatmu setiap sore kau melakukan yang terbaik, lay-up, shoot, dan dribblemu juga bagus aku belum pernah melihat anak sepertimu setelah aku pensiun dari olahraga ini”. Kata pria itu sambil bercerita.
Lalu Iverson tersenyum dan berkata “aku tidak mengerti apa yang kau katakan namun menurutku itu adalah sebuah pujian. Terima kasih”.

“Ingat nak satu-satunya kesalahan manusia adalah, mereka berpikir mereka masih memiliki waktu”. Kata pria itu menasehati Iverson.
“Mungkin kau tidak mengerti. Baik, aku jelasakan, kalau kau tidak memulai sekarang untuk menunjukan ke semua orang bahwa kamu bisa. Kau akan kehilangan kesempatan itu karena kau selalu berpikir “nanti, nanti dan nanti aku akan menunjukan bahwa aku bisa” kau akan terlambat. Jadi, aku ingin kau berdiri di sana di depan mereka dan menunjukan bahwa kau bisa” Kata pria itu menambahakan dengan panjang lebar.
“Baik aku mengerti aku akan melakukannya…” Kata Iverson bersemangat.
“…Sampai jumpa pak”. Iverson berkata sambil melambai, Ia ingin pulang karena hari mulai malam.
“Dah… sampai jumpa lagi nak”. Sungguh pertemuan yang singkat untuk pengalaman yang sangat berarti.

Benar saja 15 tahun setelah pertemuan itu. Dunia dikejutkan oleh seorang atlet profesional bola basket yang baru saja masuk NBA (National Basketball Association) Alexander Iveson. Banyak penggemar yang memanggil dan memberinya julukan Alexander “The Time” Iverson. Iverson saat mencolok di liga amerika terkenal itu dia bermain dengan sangat apik.

Saat ditanya bagaimana dia berhasil sampai sekarang ini dia hanya menjawab “Aku Iverson selalu memegang kata-kata ini “Satu-satunya kesalahan manusia adalah, mereka berpikir mereka masih memiliki waktu” dengan kata-kata itu aku sadar aku harus terus berlatih untuk menunjukan kepada orang banyak bahwa aku berhasil, berhasil menggunakan waktuku yang tak banyak agar berguna”.

Pertemuan dengan sang pria itu telah mengubah Iverson agar berubah dan maju. Dan Iverson menyadari bahwa semua mampu dan bisa melakukan apa pun itu yang mereka mau apabila mereka menggunakan waktu mereka dengan baik.

“Satu-satunya kesalahan manusia adalah, mereka berpikir mereka masih memiliki waktu”
~ Kobe Bryant (1978-2020)

Cerpen Karangan: Ignatius Januar
Blog / Facebook: ignatiusjanuar

Cerpen Sukses dibuat Oleh Mereka yang Mau Berusaha merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Semua Karenamu, Ayah

Oleh:
Aku tak pernah membayangkan akan bisa kuliah di perguruan tinggi. Hal itu mengingat akan pekerjaan orangtuaku sebagai tukang kayu. Pekerjaan tukang kayu sekarang sudah tidak menjanjikan, karena kayu-kayu untuk

Senandung Indah Untuk Tiara

Oleh:
Musik selalu menemani hari-hariku, ia menempati urutan nomor satu dalam hidupku. Menurutku ga ada musik itu pertanda ga ada kehidupan. Sayangnya suaraku tidak begitu merdu, bisa dibilang suaraku itu

Gifts For Gladys

Oleh:
Namanya Gladys Cindya Zafira. Gadis perempuan berumur 10 tahun, yang “tidak” mempunyai hobi. Bakatnya pun, belum terlihat. Satu-satunya yang dia benci, adalah MENULIS. Yap, MENULIS. Mau menulis apa saja,

Bintangku Hilang Satu

Oleh:
Dulu aku mempunyai dua bintang di hidupku. Tapi, kini satu bintangku telah pergi membawa separuh nafasku. Sekarang aku hanya mempunyai satu bintang dalam hidupku. Ia selalu bersinar terang dalam

Anak Biasa Itu Aku

Oleh:
Panas matahari sudah muncul sedari tadi. Menyinari baju yang saat ini aku pakai. Seragam kebanggaan yang dulu aku idamkan dan tak pernah sekalipun memiliki bayangan akan sampai pada tingkat

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *