Tak Pernah Ada Sampah Yang Berani Berpikir Demikian

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Motivasi, Cerpen Perjuangan
Lolos moderasi pada: 18 April 2016

Waktu pertandingan tinggal 10 menit lagi. Namun angka di papan skor masih tertulis 8-0 untuk kemenangan FC Yamato dragon asal jepang atas Persinga ngawi asal indonesia. Seluruh pemain Persinga tertunduk lesu seakan telah pasrah atas kekalahan mereka. Bahkan pak Bambang selaku pelatih yang sejak awal peluit pertandingan dibunyikan terus berdiri memberikan instruksi pada anak asuhnya kini hanya duduk menyangga dagu.

“Kenapa kalian ini?! Pertandingan belum selesai, ayo semangat!” teriak seseorang yang tak lain adalah Joko sang kapten tim. “Tapi kapten kita telah kalah telak dari mereka,” kata back tengah Ali Topan lemas.
“Iya kapten kita telah kalah,” dukung pemain lainnya.
“Aku tahu itu, meskipun begitu kita tak boleh pasrah. Kita harus tetap semangat sebab pertandingan belum usai!” teriak Joko makin keras.

“Sepak bola bukan hanya sekedar menang atau kalah tapi bagaimana kita terus berjuang penuh semangat hingga pertandingan berakhir. Semangat juang itulah yang ingin dilihat oleh seluruh pendukung kita tanpa mempedulikan hasil dari pertandingan. Apa kalian mengerti?!” lanjut Joko setelah mendengar beberapa patah kata dari Joko tadi para pemain Persinga mulai kembali bersemangat. “Kau benar kapten mereka yang di rumah pasti tidak ingin melihat wajah lusuhku ini,” kata Efendi sang striker.

“Jadi, kapten apa rencana kita?” tanya Kobayakawa sang gelandang serang.
“Hari ini kita memang tak bisa membunuh musuh kita. Tapi hari ini kita akan memberi mereka luka, luka yang sangat dalam yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya!” jawab Joko bersemangat.
“Jadi rencananya kita akan mencetak sebuah gol kan, kapten?” tanya Kobayakawa kembali.
“Tentu saja tapi bukan satu melainkan tiga!” kata Joko sambil mengangkat ketiga jarinya.

“Apa tiga?!” teriak seluruh pemain kaget.
“Jangan bercanda kau selama ini FC Yamato tak pernah kebobolan lebih dari 1 gol apa kau tahu itu?!” geram Ali Topan. “Aku tak peduli itu kalau takut pulang saja!” tegas Joko.
“Hah, dasar kau,” Ali Topan membuang muka.
“Persinga ayo maju!!” Joko menyeru teman-temannya sambil mengangkat satu tangannya.
“Yeaaahhh!!” teriak mereka semua ikut mengangkat tangan.

Pertandingan dimulai kembali dengan tendangan gawang dari Persinga. Semangat bertanding Persinga yang tadi sempat hilang kini telah kembali bahkan lebih berapi–api. Di sisa sepuluh menit terakhir mereka bermain lebih agresif. Mereka terus menggempur pertahanan FC Yamato yang terkenal sangat tangguh dari berbagai arah. “3 gol katanya yang benar saja satu saja susahnya minta ampun. Tapi, entah kenapa aku sangat bersemangat untuk melakukannya. Mungkin sebelum kami tak pernah ada sampah yang berani berpikir demikian,” pikir Efendi sambil mengiring bola ke depan.

Serangan bertubi-tubi dari Persinga akhirnya membuahkan hasil. Di menit 89 kerjasama Tikitaka antara Efendi dan Kobaayakawa berhasil diselesaikan oleh Efendi 8-1. Ofisial pertandingan memberi tambahan waktu 3 menit. Kembali di menit 91 Persinga mencetak gol kini lewat Ali Topan yang menyundul umpan dari Kobayakawa hasil dari tendangan sudut. Di menit akhir Joko melakukan hal yang luar biasa. Ia mampu merebut bola dari striker Yamato Ryuma Nagasaki yang dijuluki si kaki dewa sebab tak pernah ada yang bisa merebut bola darinya ketika ia mengiring bola.

“Wow!! Ini luar biasa bung Joko mampu merebut bola dari si kaki dewa yang terhentikan. Ia kalahkan dalam duel bung!” gema sang komentator sepak bola.
“Benar bung dan kini ia mengiring bola ke depan melewati satu, dua, tiga, empat, dan lima pemain ia lewati! Shooting Joko!!” sambung komentator yang lain.
“Goooaalll!!” teriak serempak kedua komentator tatkala bola bersarang ke gawang FC Yamato bersamaan dengan gol Joko pluit akhir pertandingan dibunyikan. Skor akhir 8-3 dengan hasil ini Persinga harus mengubur dalam-dalaam impian mereka untuk menjadi juara asia.

“Walau kalah sebenarnya mereka menang, menang atas rasa keputusasaan. Kita harus belajar banyak dari mereka teman-teman. Tahun depan kita harus waspada terhadap mereka,” kata Ryuma kepada teman-temannya sambil melihat para pemain Persinga. “Teman-teman tahun ini kita memang tak bisa jadi juara asia tapi tahun depan kita akan jadi juara dunia!!” terik Joko sekeras mungkin.
“Jangan bercanda!!”

Cerpen Karangan: Gagak Socawengi
Facebook: Ali Munawar

Cerpen Tak Pernah Ada Sampah Yang Berani Berpikir Demikian merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Warna dalam Sebuah Karya

Oleh:
Tak terasa telah sebulan Ayah meninggalkan kami semua. Ia adalah sosok Ayah, Pemimpin, dan Seniman bagi kami. Mama sangat terpukul atas kepergian Ayah. Ayah meninggalkan 5 orang anak yaitu,

Pasti Ada Jalan

Oleh:
Biaya pendidikan di Negara kita sangatlah mahal. Apalagi biaya untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Banyak pemuda pemuda yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi setelah tamat dari SMA ataupun yang

Yang Lebih Baik

Oleh:
Namaku Zahira, aku adalah seorang anak yang terkena Leukimia. “Zahira, sudah waktunya minum obatmu nak!” kata ibu sembari membawa obat-obatan untukku. “Untuk apa bu aku minum obat? percuma saja

Pelan Pelan Menembus Awan

Oleh:
Dua tahun terakhir Lili habiskan bersama Nathan. Ia tumbuh sebagai seorang gadis mungil yang mendapat segudang keberuntungan karena berhasil menamatkan sekolah menengah atas-nya melalui jalur beasiswa. Jujur, dalam hati

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *