Akibat Mencuri Motor

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Nasihat
Lolos moderasi pada: 9 July 2016

Jakarta, kota yang ramai dan padat. Setiap hari masyarakat berlalu-lalang untuk beraktivitas. Ada yang menekuni hobi maupun bekerja. Saking ramainya, Jakarta pun menjadi tempat berkembangnya kriminalitas. Contoh kriminalitas adalah yang dialami orang ini, orang yang kekurangan uang namun tidak bekerja. Sayangnya, ia ingin memenuhi keinginannya dengan waktu cepat. Ia inginkan motor, padahal ia pun tidak tahu untuk apa motor itu dipakai. Nama dia adalah Abdul, artinya hamba Allah. Tapi, sikapnya tak mencerminkan hamba Allah, bahkan ia jauh dari agama, juga dari kasih sayang orangtuanya.

Abdul sejak kecil memang sudah nakal. Dari SD hingga SMA, ia selalu membuat masalah hingga orangtuanya pun dipanggil. Anehnya, ia tidak dikeluarkan. Ia pandai mencari alasan sehingga ia dapat bertahan. Lulus SMA, dirinya pun tidak jelas. Sampai pada akhirnya orangtuanya kesal dan marah terhadap kehidupan bebas yang dilakukan Abdul. Abdul pun diusir. Namun, ia yakin ia dapat memenuhi hidupnya sendiri. Nyatanya? Ia tak mampu. Kini, ia mengincar sesuatu di siang bolong begini. Sebuah motor. Ia menginginkan sebuah motor yang diparkir di minimarket depan Masjid. Motor matic milik seorang ibu diparkir disana. Ibu tersebut masuk, namun ia lupa mencabut kuncinya. Lebih parah lagi, tidak ada orang yang menjaga parkiran. Maka, inilah kesempatan Abdul.

“Wah, itu motor bagus juga tuh. Mumpung tuh ibu-ibu lagi masuk ke minimarket. Mending gue ambil lah. Bodoh juga sih yang jaga parkir, kok gak disana. Hahahaha!” seru Abdul senang. Ia pun mengambil kesempatan itu dan mendekati motor tersebut. Ia melihat ibu tersebut meninggalkan kuncinya yang masih terpasang disana.

“Waduh, itu ibu kok tinggalin kuncinya di motor aja sih, nanti diambil maling lho. Hahahahaha, ini kesempatan gue banget nih. Pake ada lupa segala sih!” kata Abdul. Ia pun mengambil kesempatan untuk memundurkan motornya pelan-pelan. Setelah agak jauh dari minimarket, ia baru menyalakan motornya. Ibu itu keluar dan baru sadar kalau motornya hilang, dan lebih parah lagi ternyata ia meninggalkan kuncinya.

“Tolong! Tolong! Motor saya dicuri orang!” teriak ibu tersebut minta tolong.
“Ada apa bu?” tanya penjaga parkir.
“Ini pak, motor saya! Dibawa kabur orang!” kata ibu tersebut dalam keadaan panik.
“Lho kok bisa bu?” penjaga parkir tanya lagi.
“Tadi saya lupa lepas kunci motornya pas masuk dari minimarket tadi.” kata ibu tersebut menjelaskan.
“Aduh, ibu ini gimana sih? Kok kunci motor pake lupa segala? Eh tapi saya juga lupa ngawasin sih bu. Maaf ya bu.” kata penjaga parkir.
“Sama aja, bapak juga salah!” balas ibu tersebut.

Ibu itu lalu melaporkan kehilangan motornya ke polisi. Sementara itu, Abdul pun menikmati motor hasil curiannya. Namun, baru setengah perjalanan, motor itu tiba-tiba mogok. Sementara, bengkel motor masih cukup jauh.

“Nih motor kenapa pake mogok segala sih? Mana bengkelnya masih jauh lagi. Masa gue harus ngedorong ini motor? Capek lah!” kesal Abdul. Mau tidak mau, Abdul pun terpaksa mendorong motornya. Setelah setengah jam, ia sampai di bengkel.

“Mas, ini motor saya mogok nih mas! Coba perbaikin deh mas!” kata Abdul.
“Iya mas. Tenang aja, nanti saya periksa.” kata mekanik bengkel.

Kemudian…
“Mas, saya sudah periksa, ini motornya gak bermasalah kok mas.” kata mekanik bengkel.
“Bener mas?” tanya Abdul.
“Iya bener, coba nyalain aja mas.” kata mekanik bengkel.

Abdul mencoba menyalakan motor tetapi tidak bisa.
“Mana mas? Enggak bisa dinyalain kok!” kesal Abdul.
“Yang bener mas? Coba saya yang nyalain.” kata mekanik bengkel.

Mekanik bengkel mencoba menyalakannya…
“Ini bisa, mas!” kata mekanik bengkel.
“Lah kok bisa? Sama saya gak bisa tadi!” kata Abdul yang heran.
“Mas habis bikin dosa ya? Makanya jadi begini?” tanya mekanik bengkel.
“Jangan nuduh! Enak aja ngomongnya kayak gitu!” kesal Abdul.

Abdul lalu meminta mekanik bengkel itu untuk mengendarai motornya, dan Abdul di belakangnya. Baru keluar dari bengkel, tiba-tiba ibu pemilik motor datang dengan bersama polisi dengan mobil polisi yang lewat.

“Nah, itu dia motor saya! Kalian yang nyuri motor ya?” marah ibu tersebut kepada Abdul dan mekanik bengkel.

“Mas ini yang nyuri motor! Saya cuma suruh perbaikin motornya, katanya sih mogok, tapi pas saya coba malah bisa. Jadi bener karena dia bikin dosa nih, motornya enggak nyala!” kata mekanik bengkel.

Ibu tersebut lalu berterima kasih kepada sang mekanik bengkel, dan Abdul pun ditangkap. Motor ibu itu pun kembali. Abdul pun akhirnya dikurung di penjara untuk waktu yang tidak ditentukan. Akhirnya kita ketahui, bahwa mencuri sesuatu dari orang lain adalah perbuatan dosa, dan sama sekali hasilnya tidak akan berkah untuk kita.

Cerpen Karangan: Adnan Marsekal Dirgantara
Facebook: https://www.facebook.com/adnanmarsekal.dirgantara

Cerpen Akibat Mencuri Motor merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pelangi Sederhana (Part 3)

Oleh:
Karena air hujan semalam membuat ibu sakit, terbesit rasa sesalku. Ini semua karena salahku. Seandainya aku tak bohong, mungkin ibu tak akan sakit seperti ini. huffthh… Sesalku tak akan

Bumi Pertiwi (Part 1)

Oleh:
Penatnya Jakarta siang ini tak lantas membuat empat anak manusia yang dijuluki empat serangkai ini untuk berhenti menyelusuri hampir seluruh tempat yang ada di Jakarta. Saling bersahutannya suara klakson

Kura-kura dan Kuda

Oleh:
Pada zaman dahulu kala hiduplah keluarga kura-kura yg sangat rukun. Akan tetapi banyak di sekeliling mereka yang iri kepada keluarga kura-kura. Suatu hari, Bara si kura-kura ingin pergi mencari

Tiga Cacing

Oleh:
Di suatu halaman rumah hiduplah tiga Cacing. Di pagi itu tiga Cacing mendengar kabar bahwa sang pemilik rumah akan memelihara ayam. Tiga Cacing tersebut segera berencana untuk menggali lubang

L.I.F.E

Oleh:
“Gak harus jadi orang sempurna untuk sukses.” — “lo tetap kerja lembur? lo gak kasihan sama badan lo sendiri?” Daniel menyerbu sederet pertanyaan ketika tahu Ren -kakaknya- akan bekerja

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *