Bedak Mama Mona

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Nasihat
Lolos moderasi pada: 11 September 2021

Seorang anak perempuan mengendap-ngendap masuk ke sebuah kamar. Gerakannya mencurigakan, tanpa henti matanya melirik ke arah pintu, sepertinya ia ingin memastikan bahwa tidak ada seorangpun yang akan masuk ke dalam kamar. Kakinya melangkah menuju meja rias yang terletak di samping tempat tidur. Sesampainya di meja rias, tangannya mengacak-acak kosmetik yang ada disana.

“Kemarin aku lihat ada disini, tapi mengapa sekarang gak ada?” ucap anak perempuan itu sambil terus mencari.

Ia membuka satu persatu laci yang ada di meja rias itu, di laci ketiga ia tersenyum sumringah. Cepat-cepat dimasukkannya benda yang sudah ditemukan ke dalam saku bajunya. Anak perempuan itu bergegas keluar kamar tanpa merapihkan kembali apa yang sudah ia bongkar.

“Mona, mama mau keluar sebentar. Kalo perlu sesuatu, minta tolong sama mbak ya!” pesan seorang wanita kepada dua anak di depannya.
“Mama mau kemana?” tanya Mona yang sedang memeluk boneka susan.
“Mau ketemu sama teman mama, deket sini. Ya sudah, mama pergi ya!” jawab mama dan berlalu pergi meninggalkan Mona dan Caca.

“Kita main masak-masakan yuk!” ajak Mona kepada Caca yang sedang asyik memainkan boneka barbie.
“Tadi kata mama kamu, mainnya sebentar aja. Habis main, mau ngerjain PR tegak bersambung.” jawab Caca yang masih sibuk dengan boneka barbienya.

Mona mengeluarkan sesuatu dari saku bajunya, dan memberikannya kepada Caca sambil berkata, “Aku punya ini untuk kita main masak-masak. Kita bisa bikin kue dari ini.”
“Mona gak boleh! Itu bedak mama kamu!” seru Caca kepada Mona.
“Kalau kamu gak mau main sama aku, kamu pulang aja! Gak usah temenan sama aku lagi!” jawab Mona yang sedang berdiri di depan Caca.
Caca hampir menangis, lalu ia menjawab dengan suara takut. “Iya Caca mau main sama Mona.”

Setelah Caca menyetujui ajakan Mona, mereka berdua akhirnya larut dalam permainan. Karpet dan baju mereka kotor terkena bedak. Tidak ada yang mengawasi mereka bermain. Hingga kemudian terdengar suara motor Mama Mona datang, membuat Mona buru-buru menyembunyikan bedak mamanya.

“Mama pulang! Mama bawain kue, kalian cuci tangan dulu!” ucap Mama Mona yang datang tanpa melihat kedua anak perempuan itu, karena sepertinya kerepotan memegang barang belanjaan di tangannya.
“Iya tante, terima kasih.” jawab Caca.

Jawaban Caca menarik perhatian Mama Mona dan melihat ke arah Caca dengan tersenyum sebagai balasan terima kasih Caca. Senyuman Mama Mona berubah menjadi datar dengan raut wajah terkejut, “Baju kalian kenapa ada kotor-kotor begitu?”

Mona dan Caca saling melempar pandangan, mereka berdua tidak bersuara sama sekali. Terlihat Caca yang duduk di hadapan Mona hampir menangis. Mama Mona menghampiri Caca dan menenangkannya.
“Tante gak marah sama Caca dan Mona. Tante cuma bingung kenapa baju kalian kotor, padahal mainnya di dalam rumah. Kalian main apa?”

“Main masak-masakan” jawab Caca sambal menunduk takut.
“Ooohh… Pakai apa?” tanya Mama Mona dengan tenang sambal melihat ke arah Mona.
“Pakai ini ma.” jawab Mona menunjukkan bedak mamanya.
“Dapat dari mana bedak mama?” tanya Mama Mona dan mengambil bedak itu dari tangan Mona.
“Hm… Mona ambil di kamar mama.” jawab Mona lesu.

“Mona ambil barang-barang milik mama tanpa ijin? Menurut Mona, itu perbuatan benar atau salah?” tanya Mama Mona sambal menatap mata anaknya itu.
“Sa…lah.” jawab Mona takut-takut.
“Ini bedak mama bukan untuk main. Tapi untuk mama pakai di wajah.” tegas Mama Mona.
“Tapi Mona lihat kemarin mama bakar bedak mama. Kalo dibakar berarti bisa dibuat main masak-masak.” jawab Mona menegaskan.

“Kalian makan ini?” tanya Mama Mona khawatir sambil memperlihatkan bedak yang ada di tangannya.
Mona dan Caca menggeleng-gelengkan kepalanya, Mama Mona menghembuskan nafas leganya. Lalu melanjutkan kata-katanya, “Cara menggunakannya memang dibakar dulu, tapi Mona dan Caca masih kelas satu SD, belum boleh pakai bedak-bedak ini. Nanti kulitnya rusak, karena bukan untuk anak kecil.”

“Tante, Caca minta maaf ya. Caca nakal.” ucap Caca.
“Iya, tante maafin Caca. Mona kalau mau pakai barang-barang yang bukan punya Mona, harus ijin dulu sama yang punya barang. Kalau gak ijin namanya mencuri. Mencuri itu perbuatan baik atau buruk?” ucap Mama Mona melihat Mona dan Caca bergantian.
“Buruk.” jawab kedua anak perempuan itu serempak.

“Maafin Mona juga ya ma, Mona janji gak akan nakal lagi.” sambung Mona sambal memeluk mamanya.
“Okay, sekarang kita cuci tangan dan ganti baju. Harus bersih kalau mau makan. Ayo!”

Setelah Mona dan Caca mencuci tangan dan mengganti pakaian, mereka memakan kue yang dibelikan Mama Mona tadi.

Cerpen Karangan: Zellynne Sewar
Blog / Facebook: Maria Zellynne
Seorang wanita yang sudah hampir lupa bagaimana cara menulis cerpen, karena ‘sok’ sibuk dengan urusan perkuliahan. Akan tetapi, dijamin bisa dan lancar jaya menulis laporan praktikum (berlembar-lembar dan ditulis tangan).

Cerpen Bedak Mama Mona merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


My Diary and My friend

Oleh:
Hari ini pikiranku jenuh. Terbayang bayang perkataan Morie tadi pagi. “ahhahahaha… Tas apaan tuh? Jelek!” “hiks.. Hiks!” aku memilih diam supaya tidak diganggu. Ugh…! Aku sungguh kesaaaal..! Kucurahkan isi

Gelang Emas Untuk Bunda

Oleh:
“Lind, besok kan Bunda ultah, kita kasih kado apa ya?” ucap Dila pada adiknya, Linda. “emm… bagaimana kalau gelang emas kak? Kan dari dulu, bunda ingin sekali membeli sebuah

Serakah Membuang Semuanya

Oleh:
“Yah, sudah tau berita baru nggak? Katanya di kampung sebelah banyak perampokan. Jadi kita musti hati hati yah” Ujar Bu Dahlia pada suaminya. Mereka bisa dibilang orang kaya di

Permen Semanis Diriku

Oleh:
Saya pernah membayangkan bahwa saya adalah seorang gadis seperti permen, tapi saya tidak tahu apakah ini saya atau bukan, setiap orang punya pilihan sendiri. Saya Sandy, saya punya 1

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *