Bermain Bola Ditengah Malam

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Nasihat, Cerpen Ramadhan
Lolos moderasi pada: 4 December 2018

Pada malam hari, tepatnya masih bulan Ramadhan. Aku dan teman-teman lainnya akan bermain bola. Setelah sholat maghrib, teman-teman berkumpul di rumahku. Temanku memanggilku dengan nama ‘Joe’ entah mengapa mereka memanggilku begitu yang penting tidak melebihi batas. Temanku juga memiliki nama yang unik-unik, contohnya mpok-mpok, bodrek, kipli, njirot, jarot, dan ambon (ini mah nama apa nama daerah?)

“Nanti malam kita jadi maen bola ndak?” tanya Ambon kepada semuanya. “Kalo maen bola aja gimana?” ujar Njirot.
“Bagus tuh, tapi mau maen jam berapa nanti?” tanya Bodrek kepada semuanya. “Kalo sehabis tadarusan aja gimana, sekalian nunggu jalanannya agak sepi?” ujarku.
“Sip lah, nanti kita kumpul di sini lagi sehabis tadarusan!” balas Kipli dan mengajak semuanya untuk segera beranjak pergi ke masjid karena sudah iqhomah.

Setelah sholat tarawih dan tadarusan, aku dan teman-teman langsung berkumpul ke rumahku. Aku pun segera masuk ke rumah dan mengambil bola, ketika melihat jam ternyata menunjukkan pukul 22.00. Aku pun segera keluar karena mereka semua sudah tidak sabar untuk bermain bola.

Kami langsung menuju jalan raya, terlihat jalanan pada malam sepi. Kami langsung membuat gawang dengan benda seadanya. Sekitar 1 jam berlalu, ada orang lain yang bergabung dengan kami. Suasana tambah ramai dan membuat malam tampak berbeda, karena walaupun tanpa pasangan aja bisa bahagia dengan ditemani oleh teman-teman.

Tiba-tiba datang cahaya biru yang sangat menyilaukan mata. “Wow… cahaya apakah ini? Apakah ini yang dinamakan cinta?” tanyaku sendiri sambil menutup mata.
“Lebay amat lu, Joe. Itu lampu dari mobil Pakpol!” jawab seorang temanku yang ternyata mendengar kata-kataku tadi.
Kami pun langsung menepi dan menunggu mobil tersebut lewat.

Tak terduga, Pakpol melihat kita semua dan kami pun dipanggil. “Kenapa kalian bermain bola tengah malam dan di tengah jalan lagi. Tidak baik kalo anak seperti kalian keluar malam, lebih baik kalian pulang, tidur atau menyiapkan makanan untuk sahur!” perintah Pakpol memberi saran kepada kami semua. Kami pun segera pulang dan menuruti apa yang Pakpol bilang karena ada benarnya juga.

Pelajaran yang dapat diambil dari kejadian ini adalah tidak boleh keluar malam, karena angin malam tidak baik untuk kesehatan dan untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan.

Cerpen Karangan: M Yusuf Abul Mahasin
Facebook: facebook.com/distrikutarapekalongan
Masih belajar dan membutuhkan banyak wawasan

Cerpen Bermain Bola Ditengah Malam merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Love Phobia

Oleh:
Seorang wanita duduk di tepi danau. Rambutnya jatuh tepat di pundaknya yang mungil. Aku duduk sekitar satu meter dari dia. Ia menoleh dan tersenyum dengan sedikit dipaksa. “Kenapa? Lagi

Gara-Gara Buruk Sangka

Oleh:
Aku terus berlari tanpa memedulikan panggilan kawan-kawanku yang masih asyik bermain voli di lapangan sekolah. Aku tidak ingin pulang terlambat lagi. Ibuku pasti cemas jika aku belum sampai di

Anak Penjaja Kue

Oleh:
Seorang pemuda yang sedang lapar pergi menuju warung jalanan dan ia pun menyantap makanan yang telah dipesan. Saat pemuda itu makan datanglah seorang anak kecil laki-laki menjajakan kue kepada

Ramadhan 2016

Oleh:
Ramadhan tahun ini sungguh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kini, aku bukan lagi seorang pelajar. Sebulan lalu aku dinyatakan lulus SMA dan semua yang pernah kualami selama di sekolah dan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *