Buku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Nasihat, Cerpen Pendidikan, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 23 June 2020

Namaku Romadhona, teman-teman biasa memanggilku Adho. Aku si cowok nakal, bandel dan paling anti dan tidak suka dengan benda persegi yang bernama buku, menurutku buku hanya tumpukan kertas yang berisi huruf-huruf yang dicetak dengan warna hitam dan sebagainnya. Melihatnya saja sudah membuatku bosan apalagi untuk membacanya.

Tapi anehnya Tuhan mengirimkanku seorang sahabat yang berbanding terbalik denganku, dia bernama Adit. Aku dengannya bagaikan pepatah bumi dan langit, bagaikan hitam dan putih.

Dia cowok pendiam, penurut, dan yang paling aku tidak mengerti dia sangat suka membaca buku. Dia seorang kutu buku, dia berkaca mata, bersisir rambut rapi dan hampir kemanapun dia selalu membawa buku.

Suatu malam dia datang tiba-tiba ke rumahku dengan membawa tumpukan buku dalam dekapannya.

Aku mempersilahkannya masuk.
“Ayo duduk Dit, mau ngapain?” Tanyaku padanya.
“Terima kasih Dho, ini aku mau kasih kamu sebuah buku, cobalah kamu baca.” Jawabnya antusias sambil menyodorkan beberapa buku kepadaku.
“Hm… buku?” Tanyaku.
“Iya.”
“Wow… wow, tunggu aku baca buku?, kamu kan tahu aku paling tidak suka dengan buku.” Ucapku kaget.
“Aku tahu itu Dho, maka dari itu cobalah mulai membaca.” Jawabnya tenang.
“Tapi… Dit.” Kataku ragu.
“Adho dengar, aku tahu kamu tidak suka bahkan benci sama buku. Tapi percayalah pada sahabatmu ini membaca buku itu bukan sesuatu yang membosankan, buku itu gudang ilmu, jendela untuk melihat dunia, mulailah membaca sekarang. Kamu akan sangat rugi jika kamu tidak suka membaca buku.” Jelasnya panjang lebar.
Aku takjub mendengar dia berkata seperti itu. “A-ku….” Ucapku terbata.
Dengan terpaksa dan untuk menghargai perasaannya kuputusakan ku terima buku itu. “Iya Dit, aku akan usahakan untuk membaca buku ini.” Jawabku sambil membuka beberapa lembar kertas buku itu.
“Iya tidak apa-apa… tapi kamu harus janji setidaknya kamu membaca buku walaupun satu kalimat, kamu harus semangat.” Tambahnya menyakinkanku.
“Iya”. Jawabku ragu, menanggukkan kepala.

Dan semenjak hari itu berkat bantuan sahabatku, Aku si cowok nakal dan bandel ketagihan untuk membaca buku dan tidak lagi benci dengan buku. Sekarang Aku sadar betapa pentingnya membaca, membaca adalah kegiatan yang tidak membosankan sama sekali!. Awalnya memang tidak biasa. Tapi percayalah lama-kelamaan akan terbiasa selama berusaha. Benar kata pepatah. “Buku adalah gudang ilmu.”

Cerpen Karangan: Wawang Romadhona
Blog / Facebook: Wawang Romadhona

Cerpen Buku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Syairku Berganti Tuan

Oleh:
Pagi itu seusai pelajaran matematika muncul niatan di benakku untuk mangkir dari pelajaran kimia yang sangat tak kusukai, ditambah lagi aku tak menyukai ibu gurunya, Yang kerap mengejek dan

Kau Selalu di Hatiku

Oleh:
“Masih ku ingat indah senyummu. Yang selalu membuatku mengenangmu. Terbawa aku dalam sedihku Tak sadar kini kau tak di sisi.” Keadaan rumah masih seperti kemarin dan 3 hari berturut-turut

Jangan Pinjemin HP Sembarangan

Oleh:
Siapa yang gak tau Smartphone?. Ya, tentu saja pasti semua tahu. Benda ajaib yang bisa mengeluarkan suara dan gambar melalui layar mungil ini hampir semua orang memilikinya. Dari yang

Hitungan Ke Lima

Oleh:
“Dalam hitungan ke lima, kita lari! Kau ikuti saja aku,” “Tunggu, kita lari kemana?” Tapi, temannya tidak menghiraukan. Dia hanya menghitung sampai lima, lalu mulai berlari. Tepat sebelum sampai

Merah, Biru, Putih

Oleh:
Aku biarkan sepasang bola bening ini terbang. Memberikan kebebasan kepadanya. Kebebasan untuk menyapu angkasa yang tertutup awan putih bak untaian kapas nan lembut. Cakrawala masih belum menampakkan dirinya bulat-bulat.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *