Cinta Lingkungan Alam

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Lingkungan, Cerpen Nasihat, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 16 March 2018

Suatu hari, di suatu sekolah menengah atas yang bernama SMA Negeri 1 Kateman akan segera mengadakan penghijauan, menanam pohon di sekitar halaman sekolah yang diselenggarakan oleh pihak sekolah. Andi, selaku ketua kelas XI IPA 2 yang mengetahui hal tersebut terlebih dahulu, bergegas pergi ke kelasnya untuk memberitahu teman-teman sekelasnya.

Andi masuk ke ruangan kelas. “Hai, teman-teman semua! Mohon perhatiannya sebentar!” Andi melambaikan tangan dengan intonasi suara yang lantang, lantas membuat suasana senyap seketika dan teman-teman lainnya pun menoleh ke arahnya. “Kita mendapatkan instruksi dari pihak sekolah, bahwa kita akan segera mengadakan penghijauan, menanam pohon di halaman sekolah. Besok. Jadi, diharapkan kalian semua membawa tanah ya! Per orang, hanya satu karung”. “Yah… Bawa tanah terus nih…” jawab Dika yang langsung memasang muka malas. “Hmmm… Iya, eh? Tapi asyik jadi gak belajar deh besok!” ucap Riko senang, Dika yang mendengar ucapan Riko, wajahnya pun berubah menjadi senang. Lantas, membuat seisi kelas heboh. Kesenangan.

“Sudah… Sudah! Lanjutkan belajar lagi!” ucap Andi menenangkan, dan langsung duduk ke tempat duduknya. Dina, yang sejak tadi saat mendengar penjelasan dari Andi langsung memasang muka tidak senang. Menggerutu. “Ih… Ngapain juga sih harus menanam pohon segala, malah pegang tanah lagi. Kotor!” ucapnya dalam hati.

Esoknya, saat akan dimulai penghijauan tersebut, ramai-ramai siswa dan siswi saling bekerja sama, membantu, ada yang mencangkul, memindahkan tanah, menggali tanah, dan lain-lain. Sementara itu, di pojokan ujung kelas sana, terlihat Dina yang hanya duduk-duduk saja melihat, tanpa membantu, dan Santi teman sekelas Dina yang melihatnya pun langsung menghampiri. “Hey, Din.. Kok kamu duduk-duduk saja? Tidak membantu?” tanya Santi penasaran. “Tidak ah… Aku tidak mau pegang tanah, kotor” jawab Dina dengan santai. “Kamu tidak boleh begitu, teman-teman lain sibuk bekerja seharusnya kamu ikut membantu!” ucap Santi sambil menunjuk teman-teman yang sedang bekerja. “Biarkan saja…” sambil memasang muka malas, jawab Dina.

Andi yang kebetulan lewat melihat Santi dan Dina sedang berbicara, tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka dan langsung menghampiri. “Dina, seharusnya kamu tidak boleh begitu!” ucap Andi sambil berjalan mendekat. “Kita sebagai manusia yang tinggal di bumi ini sudah seharusnya menjaga lingkungan sekitar agar tidak rusak, seperti menanam pohon misalnya. Walaupun kita cuma melakukan di lingkungan sekolah saja, setidaknya kita sudah melakukan tindakan yang bermanfaat yang hasilnya bisa kita rasakan untuk di masa yang akan datang. Sekolah kita pun nantinya akan dipenuhi pohon-pohon yang hijau sehingga kita bisa menghirup udara yang segar” Andi menjelaskan. “Ehm… Iya, Ndi” jawab Dina pelan, dia merasa bahwa apa yang diucapkan Andi benar.

“Ayo, kita bekerja bersama-sama! Yuk, Din, San!” sambil tersenyum, Andi mengajak Dina dan Santi untuk menanam pohon. Dan, Dina pun mengangguk, tersenyum. Setelah mendengar ucapan Andi, Dina pun sadar bahwa menjaga lingkungan alam itu sangatlah penting.

SELESAI

Cerpen Karangan: Zilvani Aprianti
Facebook: Zilvani Aprianti
Haloo teman-teman!^^ Sudah lama saya tidak update cerpen yaa~ Kali ini, saya update cerpen tentang lingkungan, sebenarnya ini adalah tugas sekolah saya, tapi sekalian saya update di cerpenmu agar menjadi inspirasi buat teman-teman semua 🙂 Terima kasih buat yang sudah membaca cerpen saya yaa.. Maaf jika masih ada kekurangan dalam penulisan hehe.. See you next time guys! ;]
-Zilvani Aprianti-

Cerpen Cinta Lingkungan Alam merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ungkapan Cinta Untuk Dia

Oleh:
18 September 2014, Aku hanya bisa terdiam, melihat kelakuannya yang tidak seperti dulu, hal yang paling tidak aku suka adalah menjadi dan memiliki mantan. Kisah indah dalam sebuah hubungan,

Gara Gara Cicak

Oleh:
“Woy, Jadi gak ke rumah gue ntar siang?” Ucapku sambil sedikit teriak. “Iya dong, tentu saja. Ntar aku mau bawa Netbook ah, rumahmu ada wifi-nya kan?!” Ucap salah satu

Menunggu Tanpa Kepastian

Oleh:
Namaku Keyla, lebih lengkapnya Keyla Anastasya Putri, sekarang aku kelas 9. Aku akan menceritakan cerita cinta yang bagiku rumit. Langsung aja ya.. Aku suka dengan dia. ya dia.. Tapi,

Cinta Tak Memandang Wajah

Oleh:
Aku sedang jatuh cinta pada seseorang, namanya rio. dia ganteng dan playboy kampung. Kenapa playboy kampung? Karena dia suka melihara ayam kampung. Suatu sore, aku pulang terlambat karena rapat

Cintaku Semanis Gulali

Oleh:
Aku berjalan keluar dari kelas bersama Bella. Menuruni tangga lalu berjalan lagi melewati taman sekolah sampai akhirnya keluar dari sekolah. Bukan hari yang buruk tapi hari yang cukup menegangkan,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *