Cinta Pertama Dan Terakhirku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Nasihat, Cerpen Penantian
Lolos moderasi pada: 19 November 2016

Hari ini seperti hari-hari biasa seperti yang kualami. Pergi ke sekolah untuk mencari ilmu dan bertemu dengan teman-teman yang sama. Tapi sejak 2 tahun yang lalu hidupku berubah menjadi indah, karena ada dia. Dia adalah Dewa teman sekelasku yang menjadi kekasihku. Sebenarnya aku ragu untuk menerima cintanya tapi karena ketulusannya akhirnya aku menerimanya menjadi kekasihku.

Pagi ini aku berangkat ke sekolah dengan agak murung, tetapi ketika aku mengingat bahwa hari ini adalah hari jadiku dengan Dewa yang ke 2 aku menjadi gembira dan aku tersenyum kepada diriku sendiri ketika mengingat pertama kali Dewa menyatakan cintanya kepadaku. Dulu kami masih cupu karena kami masih kelas 1 SMA sekarang kami sudah kelas 3 SMA. Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu. Kubuka laci tempat di mana aku meletakkan surat pernyataan cinta Dewa kepadaku, lalu kubaca ulang surat itu.

Untuk: Alana Febiola
Dari: Dewa Lenggana
Setahun yang lalu aku hidup dalam kedamaian dan ketenangan… Namun ketenangan itu sekarang telah berubah jadi kebisingan dan kedamaianku jadi persaingan.
Gemetar!!! Gemetar tanganku ketika mula-mula menulis surat ini. Hatiku memaksaku menulis, banyak yang terasa, tetapi setelah kutuliskan penaku ke dawat, hilang akalku tak tentu arah dari mana harus kumulai?
Saya menanggung perasaan ini seorang diri, tiada tempat mengadu. Mengapa hal ini saya adukan kepadamu Alana? Itu pun saya tidak tahu, cuma hati saya berkata, bahwa engkaualah tempat saya mengadu…
Di dalam khayalku dan dalam gelapnya malam, tersimbahlah awan, cerahlah langit dan kelihatanlah satu bintang. Bintang itu adalah kau Alana. Maukah kau menjadi kekasihku untuk menjadi semangat dalam hidupku? Agar aku semangat bersekolah? Jika kau tidak mau menjadi kekasihku jadilah teman yang selalu menemaniku.

Setelah membaca surat itu aku segera berangkat ke sekolah dan segera menemui Dewa untuk sekedar mengingatkan hari jadi kita yang ke 2. Tapi ketika aku sampai di kelas dia mengajakku utuk ke taman sekolah dan berbicara kepadaku bahwa hubungan ini tidak dapat dilanjutkan lagi karena dia akan pergi ke luar kota untuk melanjutkan kuliahnya serta ikut ayahnya karena ayahnya dipindahkan tugasnya. Aku hanya terdiam di tempatku berdiri. Aku terlanjur menyayanginya, mengapa dia harus pergi meninggalkanku? aku menangis dan berusaha menahannya tapi butir-butir air mata ini tidak dapat dibendung lagi. Dia berkata kepadaku “Na, jangan menangis akan kuusahakan aku akan kembali ke sini untukmu”. Janji itu yang kupegang sampai sekarang.

10 tahun kemudian, sekarang usiaku 28 tahun, dan aku masih mengingat janji itu. Aku memegang janji itu tapi dia tidak kunjung datang untukku. Terkadang aku bertanya kepada Tuhan apakah dia lupa denganku apakah ada suatu hal terjadi padanya? aku selalu berdo’a setiap hari agar dia datang kepadaku. Tapi sampai sekarang dia tak kunjung datang juga.

Suatu hari orangtuaku merasa kasihan kepadaku karena usia sudah semakin bertambah, dan mereka berencana menjodohkanku dengan orang pilihan mereka. Aku tidak mau dan menolak perjodohan itu. Lalu aku pergi meninggalkan rumah dan hidup sebatang kara.

Setiap hari aku menununggu di tempat yang sama ketika dia pergi. Aku tidak bosan menunggunya. Ditemani dengan matahari yang kemudian berganti dengan bintang-bintang yang seakan mengajakku untuk bersama mereka agar aku tidak sendirian lagi. Kini usiaku tidak muda lagi, penantianku yang begitu lama tidak membuahkan hasil. Kini aku sudah lelah menunggunya dan tidak ada harapan lagi untuk bersama, dan ketika tubuhku tak mampu lagi digerakkan, nafasku tak lagi berhembus, dan jantungku berhenti berdetak aku tetap sendiri menanti kehadirannya yang tak kunjung datang. Inilah akhir penantianku…

Amanat: orang yang kita sayang mungkin tidak selamanya yang terbaik untuk kita, kita harus bisa memilih mana orang yang baik untuk kita dan mana yang bukan. Mungkin pilihan orang lain adalah orang terbaik untuk kita. Jangan remehkan orang lain.

Cerpen Karangan: Nila Ni’matul Maula
Facebook: Nila Ni’matul Maula
maaf sebelumnya, sudah lama suka buat cerpen tapi bingung cari saran dan masukan. tolong sarannya. saya Nila ni’matul maula Umur 15 tahun.

Cerpen Cinta Pertama Dan Terakhirku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Secret Admirer In Rainy Season

Oleh:
November ceria. November musim hujan. Bulan ini adalah bulan paling disukai Anka. Biancha Ulinanta nama lengkapnya. Cewek serba lumayan. Lumayan pinter. Lumayan manis. Lumayan gaul dan juga lumayan kaya.

Senyum Diambang Kematian

Oleh:
Senja membalut hari, sang mentari terbenam di ufuk barat. Cahayanya yang indah menghiasi pantai dengan deburan ombak di laut lepas. Di tepi pantai itu tampak sesosok gadis yang cantik

Hilang

Oleh:
Laut biru itu, langit biru itu, bukit itu. Semuanya mengingatkanku kepada seseorang yang sudah hampir bertahun-tahun mengisi hariku. Tertawa kecil ku mengingatnya, mungkin tak seorang pun tahu, sampai saat

Sepenggal Pesan

Oleh:
Di sudut kota ini dia tinggal, kota yang cukup besar. Selalu terlihat asri terkenal dengan budayanya. Namun, dia tak pernah bisa merasakan bagaimana rasanya asri? Seperti apakah budaya yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *