Deannie Is Detective

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Nasihat
Lolos moderasi pada: 6 January 2016

Matahari bersinar terang, Namun kenapa dunia ini begitu kelam?
Tidak ada setitik pun cahaya yang mau menemaniku, Menerangiku di dalam gelapnya dunia
Masih bisakah aku bersinar seperti mentari? Masih bisakah aku bercahaya seperti rembulan?
Masih bisakah aku berkelap kelip seperti bintang? Jika tidak, bisakah aku menjadi lilin saja?
Walaupun panas, walaupun meleleh, aku masih dapat bersinar, walau redup..

Deannie tampak berjalan gontai di koridor sekolah. Tak lagi ia hiraukan pedihnya hinaan teman-temannya. Namun walau bagaimana pun, hinaan itu melekat sempurna di relung hatinya. “Deannie hitaaam!” ejek Bimo saat kebetulan berpapasan dengan Deannie.

Namanya Deannie, gadis pindahan dari Manokwari. Ia pindah ke Jakarta karena ada urusan kantor ayahnya, itu membuatnya harus ikut pindah Ke Jakarta. Ia merasa terasingkan oleh teman-temannya, kulit hitamnya, rambut ikal kecil-kecilnya, bibir tebalnya, dan logat berbicaranya menjadi bahan ejekan teman-temannya, bukankah itu menyakitkan? Berbeda adalah bahan utama kesempurnaan.

Semua diciptakan oleh Tuhan, tidak ada salahnya jika kita memiliki perbedaan dengan yang lain, karena Tuhan menciptakan manusia berbeda-beda. Hitam maupun putihnya kulit bukanlah dosa. Sudah sekitar 2 bulan Deannie bersekolah di sini, sekolah adalah sumber utama hinaan hidupnya, selama itu juga ia menahan pedihnya hinaan teman-temannya. Sampai saat ini, belum ada satu pun yang menjadi temannya.

Akhir-akhir ini, di sekolah Deannie ada insiden pencurian sadel sepeda. Pelaku mencuri sadel sepeda yang masih baru. Biasanya pelaku mencuri sadel setiap hari, entah apa tujuan dan manfaat dari pencurian itu. Deannie dituduh menjadi pelakunya, dialah yang ada di garasi sepeda saat sadel sepeda siswa hilang atau kemungkinan dicuri olehnya. “Nggak, Bu, saya nggak mencuri sadel,” bela Deannie hampir menangis. Bu Rina tampak kecewa, bagaimana bisa gadis seperti Deannie mencuri? Itu bisa saja menjatuhkan martabat sekolah, dan membuat sekolah menjadi tidak aman.

Hari ini, akan diadakan razia. Deannie tampak berkeringat. Semua tas akan diperiksa guru-guru, barangsiapa yang kedapatan mencuri sadel, ia akan segera dikeluarkan dari sekolah. Giliran tas Bimo diperiksa, tentu bukanlah Bimo yang menjadi pelakunya. “Hahaha, Deannie ketakutan. Dia takut dikeluarin dari sekolah,” ejek Bimo saat Deannie akan maju. Bu Rina membuka tas Deannie, Bu Rina mendapati sebuah kantong plastik hitam di dalam tas Deannie, semua siswa beranggapan itu adalah sadel yang dicuri oleh Deannie.

Bu Rina membuka kantong itu perlahan, Deannie semakin berkeringat. “Nasi bungkus? Apa ini?” tanya Bu Rina saat membuka kantong plastik yang ternyata isinya nasi bungkus.
“Bu, mungkin aja itu cuma bungkusnya, siapa tahu di dalamnya ada sadel,” tukas Bimo membuat Bu Rina mengernyitkan dahi. Namun di dalam bungkusan itu memang nasi, Deannie membawa nasi bungkus. “Apa maksudnya, Dean?” tanya Bu Rina menutup kembali kantong plastik itu.

Deannie tampak menunduk, ia berkeringat. “Maaf, Bu…” lirihnya. “Saya malu membawa nasi bungkus ke sekolah, pasti nanti teman-teman mengejek saya. Sudah cukuplah mereka mengejek rupa saya, tapi tidak dengan makanan ini,” sambung Deannie masih menunduk. Bu Rina memegang bahu Deannie, “Tapi kamu tidak mencuri, kan?”
“Tidak, Bu, saya tidak mungkin melakukan tindakan seperti itu,”

Tiba-tiba… Cuuuiiitt.. Cuuuiiitt

Deannie segera ke luar kelas dan menuju garasi sepeda. Tampak seorang pria tinggi sedang berusaha mencuri sadel sepeda baru yang sengaja ia umpan untuk mendatangkan pelakunya. Di ujung garasi, Deannie mendorong sepeda membuat sepeda yang mulanya berjejer rapi kini terbaring di tanah. Pelaku itu tertimpa sepeda, Deannie segera meraih tangannya dan berteriak memanggil satpam. Bimo dan Bu Rina ikut menyaksikan itu, ternyata Deannie yang memasang bel buatan itu untuk menangkap pencuri sadel. Ternyata setiap pagi Deannie datang ke ujung garasi untuk memasang bel buatannya, bukan untuk mencuri.

“Eum…Dean,” ucap Bimo terbata-bata.
“Sudah kumaafkan,” potong Deannie sebelum Bimo melanjutkan ucapannya.
“Terima Kasih,” Bimo pun bersalaman dengan Deannie, kini mereka berteman, tak ada lagi yang mengejek Deannie hitam atau pun pencuri. Deannie dinobatkan sebagai Detektif Cilik SMPN 07, ia pun tak lagi diasingkan teman-temannya.

The End

Pesan Moral: Jangan menghina teman yang mungkin berbeda agama, warna kulit atau pun logat berbicara. Sesungguhnya Tuhan menciptakan manusia dengan rupa berbeda. Hitam atau putih bukanlah dosa, semua ciptaanNya. Dan jangan pula menuduh seseorang tanpa bukti, belum tentu mereka bersalah.

Cerpen Karangan: Ghina Syakila
Facebook: https://www.facebook.com/ghina.syakila.9
NB: Saya membutuhkan kritik dan saran dari teman-teman, silahkan kunjungi halaman facebook saya https://www.facebook.com/ghina.syakila.9
Terima kasih sudah membaca cerpen ini.

Cerpen Deannie Is Detective merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Percakapan Tiga Setengah Jam

Oleh:
Tiga jam berlalu sejak kami saling duduk berhadapan di antara hamparan kartu, uang, kulit kacang dan gelas-gelas wine kosong. Wajah Greg memerah sambil kedua alisnya bertaut, memandang hampa pada

Tears of Regret

Oleh:
Virgin dan Kenny bersahabat sejak SMP. Kenny, gadis yang kurang kasih sayang orangtuanya. Ayahnya pergi sejak ia berumur 1 tahun. Sedangkan Virgin gadis yang hidupnya terjamin, Ayahnya mendidik dengan

Strawberry Cake Princess Ashira

Oleh:
“Hai, semua!” sapa Princess Ashira yang sedang mengunjungi dapur untuk melihat para dayang memasak dan membuat aneka makanan lainnya. “Hai, Princess!, Selamat Pagi!, untuk apa princess ke sini?” Tanya

Gigi Ompong

Oleh:
Seperti biasa, setiap pagi aku harus bersiap-siap ke sekolah. Aku dan temanku Lian namanya. Kami berangkat sekolah dengan berjalan kaki sekitar 10 menit lamanya dengan kecepatan rata-rata. Setiap di

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *