Demi Tas Baru

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Nasihat
Lolos moderasi pada: 31 October 2015

Pada siang hari Roy dan Ibunya sedang pergi berbelanja. Lalu pada saat melewati toko tas dan dia melihat tas bagus. Roy meminta kepada Ibunya unuk membelikan tas tersebut. Namun sayang harga tas itu begitu mahal sehingga Ibunya belum mampu untuk membelikanya. Roy pun pulang dengan sedih menuju rumahnya. Sesampainya di rumah Roy pun meminta di belikan tas baru oleh Ayah.

Ayah pun berkata, “Roy jika kamu menginginkan tas itu maka kamu harus menabung Roy”
Roy pun menjawab, “Ayah uang saku Roy kan cuma 2000 masa harus ditabung nanti Roy gak jajan”
Ayah pun menjawab, ” baiklah Roy Ayah akan tambah uang saku Roy menjadi 3000″ Roy pun menjawab dengan gembira.
“beneran yah?” Ayah pun menjawab. “bener Roy”
Roy pun menjawab, “asyik!”

Lalu pada keesokan harinya Roy pun berangkat menuju sekolah saat pulang sekolah Roy melihat bakul jajan favoritnya sudah lama ia ingin membelinya tapi uangnya tidak cukup dan saat ini dia mempunyai uang yang cukup untuk membeli jajan tersebut namun ketika dia mendekati bakul tersebut Roy teringat bahwa uang ini harus ditabung untuk membeli tas yang diingininya akhirnya Roy pun tidak jadi untuk membeli jajan tersebut.

Tiga bulan kemudian Roy menghitung uang tabungannya tetapi uangnya masih belum cukup untuk membeli tas tersebut pada saat itu juga Roy mulai bimbang apakah menabung akan berguna atau tidak dan pada malam hari pada saat makan malam Roy pun bertanya kembali. Roy bertanya pada Ayah.
“Ayah apakah menabung itu berguna yah?”
Ayah pun menjawab, “menabung itu sangat berguna Roy untuk bekal masa depan dan untuk membeli sesuatu yang kamu ingin”
Roy pun kembali bertanya, “jika menabung itu berguna, mengapa sudah tiga bulan Roy menabung tapi uangnya masih kurang?”
Ayah pun menjawab, “memang uang tabungan Roy berapa?”
Roy pun menjawab, “sudah seratus delapan puluh ribu yah”
Ayah menjawab, “harga tasnya berapa?”
“tiga ratus ribu yah”
“oh kalau begitu Roy butuh dua bulan lagi agar uang Roy cukup” kata Ibu.

Tiga bulan kemudian Roy menghitung uang tabunganya kembali dan lebih dari cukup untuk membeli tas dan pada siang hari Roy bersama Ibunya untuk segera membeli yang diingini Roy dan Roy sangat gembira karena bisa membeli tas tersebut. Akhirnya Roy sadar bahwa menabung sangat berguna dan sisa uang enam puluh ribu akhirnya kembali ditabung.

Cerpen Karangan: Naufaldy Daffa Mandhila

Cerpen Demi Tas Baru merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hari Ibu

Oleh:
Aku bingung. Kalimat pertama yang cocok untuk puisiku. Besok hari ibu. Madrasahku mengadakan berbagai macam lomba. Ada lomba membaca puisi dengan tema ibu, menyanyi lagu tentang ibu, membuat gambar

Cindera Mata Dari Vania

Oleh:
Malam itu Isha sedang melamun karena dia bersedih tentang penyakit kankernya yang semakin menyebar ke seluruh tubuhnya. “Sha… kenapa kamu melamun nak” tanya Mama. “Gak papa kok ma, oh

Dunia Lama dan Dunia Baruku

Oleh:
Namaku Sheliana Maria dan biasa dipanggil Sheli. Di sekolahku, aku sering diejek oleh teman teman karena aku tidak gaul, tidak gampang bersosialisasi dan bodoh. Kali ini ulanganku mendapat nilai

Rahasia Mama

Oleh:
Aku bersedekap. Menunggu datangnya mama sambil di tempat tidur. Menurut kakakku, itu sangat membuang waktu. Aku tidak mengerti. Mama kenapa pergi tanpa penjelasan padaku? Aku minta mama memberitahuku kemana

Berujung Persahabatan

Oleh:
Semilir angin sejuk di pagi hari berhembus pelan menerpa badan ulat yang berada di atas pohon besar. “Sejuknya pagi hari ini” kata ulat sambil menikmati kesejukan angi itu. Setelah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *