Gara Gara Permen

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Nasihat
Lolos moderasi pada: 29 June 2019

Hobinya makan permen. Pantas giginya ompong. Ya, dia adalah Stella. Anak perempuan yang masih berumur 6 tahun.

“Stella, ini kakak kasih permen!” Sherly mengulurkan sebuah permen karet kesukaan Stella.
“Asyik, makasih ya kak!” Stella pun berlari menuju kamarnya untuk menyantap permen tersebut.

“Sherly, jangan terlalu sering memberikan adikmu permen. Lihat saja giginya ompong ompong” kata ibu tiba tiba.
“Hahahaha, iya bu”

Bahkan sehari sekali, Stella bisa memakan 7 sampai 8 permen. Giginya ompong dan berlubang semua.

Malam malam, Stella menangis.
“Huhuhu, ibu gigiku sakit”
“Makannya jangan sering sering makan permen. Lihat sendiri kan? Sekarang Stella jadi sakit gigi” nasehat ibu.
“Iya bu”

Besoknya, Stella dibawa ibu ke klinik gigi dan diberi pengarahan untuk tidak terlalu sering makan permen dan selalu menyikat gigi sebelum tidur.

Cerpen Karangan: Yacinta Artha Prasanti
Blog / Facebook: santi artha
Hai, semoga cerpenku dimuat ya. Follow ig ku: @yacintaartha_

Cerpen Gara Gara Permen merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pegang Erat Tanganku Sahabat

Oleh:
Pertemuan saat itu adalah yang pertama kalinya aku dan teman baruku, aku merasa sangatlah malu saat bertemu orang yang belum aku pernah kenal, ia adalah gadis cilik dengan rambut

Kembar Yang Terpisah

Oleh:
Halo namaku Arimbi! Aku punya sahabat namanya itu hampir sama kayak namaku, namanya Marimbi. Muka kami hampir sama, tanggal lahir kami sama lebih tepatnya tanggal 23 maret. Kami lahir

Kisah Merak yang Sombong

Oleh:
Pada suatu hari, ada seekor merak yang memiliki bulu yang sangat indah. Tapi sayang, ia sangatlah sombong hingga ia hampir tidak punya teman. Semuanya menjauhinya karena ia terlalu sombong

Persahabatan Chintya dan Sisca

Oleh:
Siang yang panas, sepanjang perjalanan pulang ramai kendaraan berlalu lalang. Chintya segera merapat ke punggung mamanya yang sedang menyetir sepeda motor. Namun hawa panas masih terasa menyengat tubuh Chintya.

Ayah

Oleh:
“Kamu jadi anak lelaki tidak boleh cengeng,” perkataan itu yang sampai sekarang masih terngiang-ngiang di telingaku dan selalu ke luar dari mulut ayah di saat aku kecil meminta sesuatu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *