Hair Dan Ilmunya

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Nasihat
Lolos moderasi pada: 21 July 2018

Hair~ manusia yang luar biasa. Dia ahli dalam dalam berbagai bidang. Kata-kata, matematika, dan bahkan ilmu pengetahuan. Suatu ketika ia mengajar anak-anak kecil di pinggir jalan, waktu itu ia mengajar matematika tentang kali-kalian. Namun ia marah-marah saat mengajar anak-anak itu. Bahkan dia sampai menghina anak-anak itu. “Kalian ini kenapa sih, apa susah banget yang kakak ajarin ini. Ini pelajaran yang sangat mudah, saya bisa menguasai materi ini pada umur lima tahun, sedang umur kalian saat ini berapa, 7 8 atau 9 tahun kan, kalian ini (maaf) bodoh banget sih. Terutama kamu.” Hair menunjuk salah satu anak.
Semua anak-anak itu terdiam dan takut. “Sudahlah, pelajaran ini kita sudahi saja”. Hair mengakhiri pembelajaran mereka.

Besoknya, Hair diberi tawaran mengajar di suatu sekolah favorit, menjadi guru matematika anak SMP. Tentu saja ia menerimanya, ia ingin langsung memulai mengajar pada hari itu juga. Namun anehnya, ketika ia membuka buku materi pelajaran, semua tulisan di buku itu hilang baginya, bukan hanya buku itu, tapi ketika ia membuka buku apa pun semua tulisannya hilang, seakan-akan semua ilmunya hilang. Setelah itu ia keluar dari kelas, dan meminta izin untuk memulai mengajar pada besok hari saja.

Singkat cerita ia pulang, sambil berjalan ia memikirkan apa yang terjadi padanya, mengapa semua ilmunya hilang. Ia ingat, bahwa kemarin ia ada menghina anak-anak kecil, ia yakin pasti ini yang menyebabkan ini semua terjadi. Akhirnya Hair memutuskan untuk minta maaf pada anak-anak itu. Sorenya, Hair mengumpulkan semua anak-anak yang kemarin.

Setelah semua anak-anak yang kemarin berkumpul kecuali satu anak, yaitu anak yang paling mendapat perlakuan keras, yaitu anak yang ia tunjuki tangan.
“Ade-ade, maafin kakak yaa, kemarin kakak sangat keterlaluan pada kalian. Seharusnya kakak tidak bersikap seperti itu” semua anak itu menjawab “iya kak kami maafin”. Sambil bersalim-saliman Hair memberikan bingkisan pada semua anak itu. Setelah semua itu berakhir Hair mencoba membuka buku kembali, tapi sayang tetap sama saja, tidak ada huruf di dalam buku itu yang bisa ia baca.

Hair melangkah pulang, ehh di tengah ia berjalan pulang ia menabrak anak yang tidak ada pada acara tadi, anak yang mendapat perlakuan paling keras. “Hey, kanapa kamu tadi tidak datang. Kakak mau minta maaf sama kamu, maafin kakak ya”. Anak itu diam saja, tanpa sepatah kata pun anak itu terus melangkah pergi. “Kakak serius kakak sudah sadar, kakak sangat keterlaluan kemarin”. Akhirnya anak itu berhenti melangkah dan berbicara “kak, aku sering memetik buah di pohon, aku selalu membagi-bagikan buah yang aku petik itu pada teman-temanku dengan iklas dan dengan karenanya aku bisa melihat teman-temanku tersenyum. Ketahuilah kak, jika saja aku memetik buah dan buahnya itu buat aku nimpukin teman-temanku, pasti mereka akan sedih.” dengan semua kata itu, anak itu berlari meninggalkan Hair. Hair memikirkan apa yang dikatakan anak tadi, apa maksudnya.

Akhirnya Hair mengerti apa yang dikatakan anak itu. Hair menangis. Dan dia mencoba membuka buku, alhamdulillah ia sudah bisa membaca lagi, semua ilmunya telah kembali.

Besoknya ia masuk mengajar, sebelum memulai pelajaran ia berkata “Anak-anak sekalian, bapak ingin berpesan pada kalian, apabila nanti kalian sudah pintar, kalian jangan sombong ya pada siapa pun. Karena untuk apa kita susah-susah memetik buah, jikalau buah itu cuma di gunain untuk nimpukin orang lain, tujuan kita sekolah tinggi-tinggi bukan untuk pintar ngehina orang lain.”

Cerpen Karangan: Haddad Ahmad
Blog / Facebook: Haddad Ahmad

Cerpen Hair Dan Ilmunya merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sebuah Cake

Oleh:
Menjadi kuat itu tak semudah bayangan, tak seindah keinginan, tapi seperti membuat sebuah cake yang hasilnya manis atau mungkin gosong dan bisa saja tetap menjadi bahan dasar. Filosofi manusia

Negeri Berlian

Oleh:
Ini hari ulang tahunku dan aku mengajak ketiga sahabatku Azza, Radita, dan Naila kita sudah berteman lama saat ulang tahunku sudah selesai kita buka kado bareng-bareng. Walaupun aku yang

Sebuah Es Krim

Oleh:
“Kau! Kau sudah menghabisinya! Kau akan membayar untuk semua ini!!”, teriakku penuh dendam, armor putih yang kukenakan gugur berjatuhan. Harus kuakui, Jake memang lebih kuat dariku, armornya bahkan tidak

Sullivan Pemburu Drakula

Oleh:
Desanya rapat dengan rumah, dia tinggal pada salah satu rumah yang kecil, sendirian dan hanya berteman lemari buku yang selalu dia bersihkan. Dia melongok lewat jendela, bulan tertutup awan-awan,

Vegetable Island

Oleh:
“Aaaaa!!” jerit Lynzy kesakitan dan meniup-niup sikunya yang terluka. “Stttt… sekarang kita ada di mana?” tanyaku melihat sekitarnya. Aku menarik tangan Lynzy masuk ke dalam semak-semak. “Kita di mana

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Hair Dan Ilmunya”

  1. Fadly says:

    Makasih….. kalau boleh.. izin catat untuk tugas sekolah…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *