Jangan Bertelepon Sambil Berkendara

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Nasihat
Lolos moderasi pada: 2 September 2015

Namaku Devina biasa dipanggil Devi. Di sini aku akan menceritakan kejadian yang tidak akan aku lupakan saat pergi sekolah.

Pagi itu aku ingin berangkat sekolah, biasanya aku diantar Ayahku tapi kali ini tidak, aku diantar Pamanku. Ayahku tidak bisa karena harus berangkat pagi-pagi sekali jadi mau tidak mau aku diantar Pamanku. Aku dan Pamanku sudah siap berjalan kami menggunakan kendaraan bermotor, sebelum itu Pamanku memeriksa kendaraannya memeriksa ban, rem, kaca spion dan bensin. Jika semua sudah terkendali baru kita berangkat. Aku sudah memakai helm Paman juga sudah memakai helm.

“Dev pegangan yang erat ya” kata Paman.
“oke Paman” jawabku, tiba tiba saat itu wusshh… Pamanku ngebut menuju jl. Anggrek jalan depan rumahku.
“Paman pelan-pelan dong nanti kenapa-kenapa bagaimana?” Kataku sambil berpegangan.
“kok pelan nanti kamu terlambat bagaimana?” Jawab Pamanku.
“tidak apa-apa kita jalan pelan asal selamat” kataku.
“oke deh” kata Pamanku akhirnya Pamanku jalannya dengan kecepatan sedang.

Saat di perjalanan Pamanku menerima telpon dari kerabatnya.
“halo, iya ada apa?” Kata Pamanku ke kerabatnya.
“Paman jangan menelpon sambil berkendara itu tidak baik” kataku.

Tiba-tiba di depan ada Nenek tua yang ingin menyeberang.
“Paman awas!!!” Kataku berteriak. Pamanku langsung ngerem, itthh.

Akhiranya motor pun berhenti dan nenek tua itu selamat, aku pun membantu nenek tua itu menyeberang.
“Paman nih bagaimana sih untung saja Nenek tua itu tidak apa apa” kataku marah.
“iya dev maafkan Paman. Paman sudah salah bertelpon sambil berkendara” kata Pamanku menyesal.
“ya sudah ayo kita jalan lagi” kataku.

Kami pun berjalan lagi menuju sekolah, saat ku lihat jam tanganku “wah, jam masuk tinggal sepuluh menit lagi Paman ayo cepetan cepetan” kataku panik, tanpa berpikir panjang Pamanku langsung ngebut lagi. Dan akhirnya aku sampai dengan selamat, aku memberikan helm pada Paman aku berpamitan dan langsung pergi ke kelas, aku tak akan melupakan kejadian tadi kelalaian yang dibuat Pamanku.

Cerpen Karangan: Nisa Maulia Rahmah
Facebook: Nisa icha

Cerpen Jangan Bertelepon Sambil Berkendara merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ular yang Licin

Oleh:
Suatu siang di dalam hutan, hiduplah seekor ular. “Ular.” sapa siput. “Ehh.. Siput, kenapa?” balas ular. “ular besok adalah hari ulang tahunku, kamu datang yah.” “siap siput” Siput mengajak

Seribu Cintaku Untuk Ayah

Oleh:
Surga memang berada di telapak kaki Ibu. Tetapi pernahkah terlintas sejenak dalam pikiran kalian, bahwa seorang Ayah juga punya peran yang sangat berharga dalam kehidupan kalian? Ya, memang benar

Deadly Murders (The School Is No Longer Safe)

Oleh:
Sekolah 26 adalah sekolah terbaik di kota ini. Tapi siapa sangka, ada pembunuhan mengerikan. Seorang murid Rusia dibunuh. Namanya Igor Dolohov. Detektif James, detektif berpengalaman, datang ke sana. Sebetulnya

Selamat Tinggal Bu Salma

Oleh:
Sekarang pelajaran terakhir yaitu matematika, yang diajar oleh Bu Salma. Selesai mengoreksi PR matematika, Bu Salma ingin memberitahukan sebuah pengumuman. “Anak-anak harap tenang. Ibu ingin menyampaikan sesuatu yang penting.

Cipus

Oleh:
Angin di jendela menerpaku, membuat tetesan air mataku terasa dingin. Aku mendekap erat guling di hadapanku. “Meong…” Rintihan khas cipus terdengar sayup di telingaku. “Cipus…” Panggilku dengan nada bergetar,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *