Jangan Biarkan Indonesia Terbelah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Lingkungan, Cerpen Nasihat
Lolos moderasi pada: 24 June 2016

Namaku Shavia. Aku salah satu perempuan yang sangat menjaga lingkungan sekitarnya. Di sekolah, aku mengikuti Club pencinta Alam. Aku bersekolah di Student High school duduk di kelas 2 SMP. Sahabatku bernama Chuck, dia mengikuti Club Dance. Sayangnya, dia sekarang sangat lesu dan malas mengikuti Dance. Ia berniat mengikuti Club Tinju.

Di rumahku, banyak tanaman hijau yang kurawat dengan Hati-hati agar Tanaman tidak Muntah (kebanyakan Air). Adikku, Shania. Juga ikut membantu Menyiram tanaman dan Memberi pupuk. Suatu hari, aku dan Chuck sedang berjalan pulang ke rumah. Kami melihat seseorang Mencabut tumbuhan hijau yang sangat indah “hei, jangan diperlakukan seperti itu!” seruku
Anak itu menoleh “memang kenapa? Apa masalahmu?” tanya Dia enteng
aku tak bisa menahan amarahku dan memukul dagunya dengan keras “Aww… apakah kau gila? Aku ini Anak gubernur” keluhnya
“Aku tak peduli kau anak siapa! Aku memang bukan anak dari gubernur, menteri atau presiden. Tapi aku anak Seorang Pegawai biasa. Aku selalu diingatkan untuk menjaga kelestarian alam. Jika kita merusak kelestarian alam. Semua hewan akan punah. Tumbuhan hijau tak lagi hijau. Banjir akan sering melanda kita. Jika banjir, tumbuhan tidak akan bisa tumbuh. Makanan akan menipis” jelasku panjang lebar, Anak itu dan Chuck terpana melihat Penjelasanku
“Kau hebat ya, oh iya. Kenalkan namaku Silvy. Aku senang mendengar penjelasanmu. Aku bangga rakyat indonesia yang mencintai budaya, kelestariannya dan lain-lain. kita juga harus menjaga Kebudayaan kita. Jangan sampai masyarakat indonesia terbelah karena diiming-iming Negara lain. Apakah rumahmu di perumahan casablanca? Mau berangkat bareng?” terang Silvy
“dengan senang hati, Ayo” jawabku sambil mengenggam Tangan Silvy
“wah, seru juga ya ikut club pencinta alam. Aku pindah ah” kata Chuck
“hahahha… kau ini” tawaku dan kami bertiga bersahabat selamanya

Cerpen Karangan: Hanania Andini Falihah

Cerpen Jangan Biarkan Indonesia Terbelah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Where Do You Come From

Oleh:
Pagi yang gerimis membuat semangat dan gairah Anna menjadi redam. Hari yang dinantinya untuk bisa bertemu sang ayah ternyata tidak mendukung. Hujan yang mulai turun membuat hati gadis desa

Pelangi Terakhir

Oleh:
Sayup-sayup angin senja mengiringi tarian rumput liar di sela paving block yang menanti nasibnya di ujung gunting itu. Di ujung barat daun jendela setengah terbuka dengan tirai putih melambai

Lidah Doni

Oleh:
Lidah itu lunak. Tak bertulang. Susah diatur. Semaunya saja. Beda dengan mata. Bisa dipejam. Kalau tak mau melihat. Beda dengan hidung. Bisa ditutup. Jika tak mau menghirup. Tapi lidah

Usaha dan Doaku

Oleh:
Perkenalkan, namaku Tuti Febrina. Aku biasa dipanggil temanku dengan sebutan “TUJIL” yang singkatan dari tukang jilat. Eits, tapi jangan negatif dulu broh tentang singkatan ini. Haha.. jadi begini, dulu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *