Jangan Pinjemin HP Sembarangan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kisah Nyata, Cerpen Nasihat, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 15 January 2018

Siapa yang gak tau Smartphone?. Ya, tentu saja pasti semua tahu. Benda ajaib yang bisa mengeluarkan suara dan gambar melalui layar mungil ini hampir semua orang memilikinya. Dari yang imut-imut sampe yang amit-amit pasti punya benda ini. Tapi dibalik pesonanya yang menarik bagi banyak orang, benda mungil ini bisa menjadi bumerang jika kita makenya gak bener, bisa menjadi bahaya bagi siapapun. Contohnya adalah pengalaman temanku yang terjadi pagi ini.

Jadi ceritanya begini. Di pagi hari di suatu hari senin, ketika jam matematika kosong, itu adalah sebuah berita gembira bagi aku dan teman-temanku. Walaupun jam kosong tapi kami tetap dikasih tugas mengerjakan soal. Ini sih kebahagiaan yang terputus di tengah jalan dan terhenti. Daripada menyesal meratapi keadaan, lebih baik aku mengerjakan bareng dengan teman-teman di perpustakaan, selain di sana sepi, tapi juga bisa ngadem.

Nah disaat aku bingung mencari jawaban untuk soal matematika, tiba tiba ada adik kelas yang masuk ke dalam, lalu berkata “Ada yang namanya mas Rian?” Tanyanya
“Rian sapa?” Jawab salah satu temanku
“Rian 9B.”

Akhirnya temanku yang bernama Rian berdiri. Kata adik kelas itu, Rian dipanggil seseorang ke luar sekolah. Aku dan teman temanku melihat dari kejauhan. Berbagai komentar bermunculan.

“Lah udu pacare.” Kataku, ketika aku melihat kalau yang didatangi Rian adalah laki-laki
“Bapaknya mungkin.” Kata Rio

Daripada aku melihat pertemuan yang membosankan, aku lebih memilih melanjutkan mengerjakan matematika. Nah dalam petualanganku menjawab soal matematika yang membuat kepalaku memanas karena sangat pusing mencari jawaban, teman-temanku termasuk Rian masuk kembali ke dalam perpustakaan. Lalu salah satu temanku berkata. “Rian habis dipukulin.”

Sontak, pasti aku dan teman-temanku yang mendengarnya akan berkata, kenapa?. Akhirnya Rian pun menceritakan kronologisnya. pertamanya ia tidak tahu mengapa ia dipukuli. Dia pun awalnya tidak tahu kenapa ia dipukuli. Tapi usut punya usut dia pernah meminjamkan Androidnya ke seorang teman. Nah dia membuka akun BBM milik Rian. Namun sayangnya ia menggunakanya untuk mengejek pelaku pemukulan. Nah itulah yang membuat sang pelaku pemukulan marah kepada Rian. Si pelaku tidak mengetahui kalau yang mengetik pesan itu adalah Rian. Tapi yang dilihat di HP-nya adalah nama Rian. Akhirnya, Rian yang menerima akibatnya. Tak ada angin, tak ada hujan, pukulan tangan menghantam Rian yang tak tahu menahu tentang masalahnya.

Terus bagaimana nasib si pelaku?
Ia berhasil kabur dengan seorang temanya saat sang pemilik warung yang menjadi tempat pemukulan. Yang punya warung mengusir pelaku, dan beruntungnya Rian selamat tanpa luka-luka.

Jadi intinya kita harus menjaga privasi kita. Jangan sampai orang lain menggunakan privasi kita untuk melakukan hal jahat.

Cerpen Karangan: Raihan Tri Atmojo
Facebook: Raihan Tri Atmojo

Cerpen Jangan Pinjemin HP Sembarangan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pucuk Daun Putih Abu

Oleh:
Senin pagi yang cerah kala itu, bangkitkan gairah semangatku, semangat tuk beraktivitas, aktivitas panjang yang menanti di sepanjang hari. Bukan suara getaran jam wekker, bukan longlongan suara anjing, bukan

Apa Salah Ku

Oleh:
Hari ini begitu cerah, karena saat aku berangkat ke sekolah sinar mataharinya begitu terang sampai sampai mataku tersilaukan oleh cahaya itu. Ku awali hari ini dengan penuh semangat 45

Kelilipan

Oleh:
Musim kemarau telah tiba, banyak debu yang berterbangan. Ini adalah bulan ketiga aku bersekolah di salah satu SMA di Pekanbaru ini. Aku pun berjalan menuju kantin bersama sahabat-sahabatku, Fatehha,

Pengamen Salah Duga

Oleh:
Terkadang di dalam hidup, kita dihadapkan dengan berbagai pilihan. Memilih sesuatu yang tepat memang membutuhkan proses. Proses berpikir, menghayati, dan bersikap bijaksana dengan segala keterbatasan; tentu membuat kita semakin

60 Minutes

Oleh:
“Lia, bangun! Jam berapa ini? Kau ini loh anak perempuan. Jam segini belum bangun juga. Bangun!” omelan Ibuku selalu menjadi sarapan setiap hari. Bahkan aku hafal kalimat apa saja

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *