Just Do It

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Motivasi, Cerpen Nasihat
Lolos moderasi pada: 4 January 2017

Tidak peduli.. Itulah perasaan Lany kepada temannya yang selalu mengejeknya karena sifatnya yang pendiam. Walaupun satu sekolah mengejeknya, ia tetap berlaku tenang dan tidak membalas perbuatan teman-temannya itu.

“Dasar pendiem! Gak bisa ngomong ya lu?” ejek salah satu temannya.

Ejekan itu terus berlangsung sampai mereka lulus SMA. Teman-temannya berpencar untuk mencari mata kuliah impian untuk melanjutkan tujuan hidupnya. Semua temannya tidak ada satupun tahu kalau Lany, anak yang genius. Sehingga, ia mendapat beasiswa di Oxford University. Ia menjadi gadis yang sangat pintar di luar negeri sana.

Saat ia lulus dari Oxford, ia kembali ke Indonesia karena ingin memajukan Bangsa Indonesia. Lany menjadi terkenal karena telah menjadi penulis yang sangat mahal dan terkenal. Teman-temannya kaget melihatnya. Namun, Lany bertemu temannya saat reuni SMA.

“Lany, maaf karena telah ngejek lu pas SMA. Gue udah sadar kalo kita gak boleh ngejek tanpa tau apa kemapuan sebenarnya, untung lu gak pernah peduli. Kalo nggak lu pasti udah stress di mana mana. Maafin gue ya!” kata teman-temannya menyesal.
“Gak papa kok! Gue udah maafin lu dari dulu. Jadi lu gak perlu nyesel banget karena gue udah agak lupain masa itu.” Kata Luvy.

Mereka akhirnya berbaikan dan tak pernah ada pertengkaran di antara mereka lagi.

“Don’t Mind What People Says About you! Just Do It!”

Cerpen Karangan: Lauretta Gail
Facebook: Lauretta Wijaya
Thank you for reading.

Cerpen Just Do It merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Jangan Marah Dong Putri

Oleh:
Aku berjalan tergesa-gesa melewati lorong sekolah. Jam menunjukkan pukul 16.00 WIB. Sial, benar-benar sial. Aku terlambat lagi. Kali ini Putri pasti tidak akan memaafkan aku. Aku makin mempercepat jalanku

Yang Terbaik

Oleh:
Dari kecil hingga sekarang hidupku selalu di iringi dengan mulut berbisa. Aku selalu merasakan depresi dalam menjalani hidup ini. Seperti tidak ada harapan untuk menyambut masa depan yang indah.

Menulis Di Atas Waktu

Oleh:
Dibawah gema azan maghrib, suasana perkampungan yang hening, hanya ada terdengar suara imam di mushola-mushola yang samar tedengar. Dari bilik pintu terlihat tangan yang begitu lincah memainkan pulpen di

I Heart You

Oleh:
Seusai kuliah, Salsa mengecek ponselnya yang sedari tadi ditaruhnya di dalam tas. Ada tiga panggilan tak terjawab dan sebelas pesan masuk. Semua dari Dani, kekasihnya. Sa, pulang kuliah jam

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *