Kantin Kejujuran

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Nasihat
Lolos moderasi pada: 6 September 2015

Tata Safira, adalah seorang ketua kelas di kelas 7-A. Selain seorang ketua kelas, Tata juga seorang juara kelas. Tata dikenal sebagai anak yang disiplin dan jujur. Tata mempunyai sahabat yang bernama Sheila dan Ratna. Sheila dikenal anak yang sangat cantik dan juga centil. Sedangkan Ratna anak yang cerdik dan pintar.

Suatu hari, ada sebuah pemberitahuan tentang sebuah lomba yang akan diselenggarakan oleh kepala sekolah pada satu bulan lagi. Lomba itu adalah lomba kreatifitas yang bisa membentuk karakter setiap anak. Tata dan sahabatnya pun berpikir apa yang bisa mereka lakukan untuk lomba kreatifitas itu. Saat perjalanan pulang, Tata dan Ratna yang selalu pulang bersama itu bingung apa yang mereka lakukan agar bisa menang lomba tersebut. Karena sangat fokus berpikir, Tata sampai tak sadar bahwa ia telah melewati rumahnya dan hampir sampai ke rumah Ratna yang terletak enam rumah dari rumahnya.

“Asalamualaikum ma” salam Tata ketika masuk rumahnya yang berwarna biru dan tak jauh dari sekolahnya itu. Mama Tata yang bernama Ibu Tania Larasati pun menjawab salam anaknya dan langsung bertanya.
“Waalaikumsalam Ta, kok telat pulangnya?”
“Maaf ma tadi Tata mendengarkan pemberitahuan dari kepala sekolah terus kelewatan sampai rumahnya Ratna tadi pas pulang” jawab Tata. Mama dengan suara pelan hanya berkata
“oh ya udah Tata mandi terus makan.”

Setelah mandi Tata duduk di kursi yang ada di terasnya dan masih saja berpikir. Tata pun membuka laptopnya dan mulai browsing tentang tema lomba itu. Walaupun sudah lama mecari, Tata pun tak kunjung menemukannya. Hingga Mama pun menghampiri dan langsung bertanya.
“Tata kok gak makan padahal ada ayam bakar kesukaan Tata loh di meja makan.”
“Tata masih mencari ide-ide buat lomba kreatifitas yang bakal diadain kepala sekolah bulan depan” jawab Tata.
“Ya udah pikirin aja dulu, Mama masuk dulu ya.” Ucap mama dan langsung meninggalkan Tata di teras.

Malam harinya, Tata masih saja di depan laptopnya sambil istirahat di tempat tidurnya. Dia pun sudah mencari dari sumber mana saja tapi dia masih bingung saja. Mama Tata masuk ke dalam kamar Tata dan melihat anaknya yang masih sibuk saja itu.
“Ta, Mama mau kasih ide nih mana tahu berguna gimana kalau kamu adain aja kantin kejujuran.” Usul Mama.
“Bagus juga tuh ide Mama, ya udah nanti Tata bilang ke temen-temen deh” jawab Tata yang langsung menggulung badannya dengan selimut dan langsung tertidur karena lelahnya. Mama pelan-pelan ke luar dari kamar Tata.

Pagi hari seperti biasa Ratna sudah menunggu Tata di teras rumah. Seperti biasa pula Tata pasti sudah siap untuk berangkat sekolah agar tidak terlambat. Saat di jalan Tata bertabrakan dengan Dodit. Dodit adalah murid kelas 7-A juga. Tapi hanya Dodit yang tidak suka dengan Tata, karena Dodit merasa bahwa Tata adalah saingannya yang tidak terkalahkan. Dodit memarahi Tata dan langsung pergi dari hadapan Tata dan Ratna.

Sesampainya di kelasnya, Tata segera menuju Sheila yang sedang membenarkan poninya yang berantakan.
“Sheila, Ratna, gue udah punya ide buat lomba itu!” kata Tata.
“Emangnya apaan ta?” Tanya Ratna. Tata menjawab.
“gimana kalau kita adain kantin kenjujuran kan itu bisa membentuk karakter anak Indonesia menjadi yang lebih jujur ya gak sih?”
Sheila pun berbicara. “terserah kamulah Ta, ide kamu bagus kok, ya udah kita siapin aja lah buat lombanya.”

Bel masuk pun berbunyi dan mereka duduk di bangku masing-masing. Bu Indah masuk dan memulai pelajaran Bahasa Indonesia. Saat pelajaran terakhir yaitu pelajaran Bu Rahmi PKN. Bu Rahmi membahas tentang lomba tersebut. Semua anak-anak sibuk memikirkannya. Begitu juga Tata, Ratna dan Sheila.

Tiga minggu kemudian, Tata dan kawan-kawan pergi pasar untuk membeli makanan ringan untuk dijual di kantin kejujuran. Mereka saling patungan uang untuk membeli makanan ringan. Mereka mendatangi toko pak Dahmin yang sudah menjadi langganan Ibunya Ratna.

Setelah dari pasar, mereka menuju rumah Sheila yang tak jauh dari pasar. Rumah Sheila ada di perumahan mewah yang dekat dengan pasar. Di rumah Sheila mereka menentukan harga untuk setiap makanan ringan.
“Ratna kamu kan yang paling pinter jualan kamu deh nanti yang promosi” ucap Sheila.
“Sheila ini kantin kejujuran tanpa penjual ngapain kita harus promosi.” Jelas Ratna.

Hari perlombaan yang ditunggu-tunggu telah tiba. Anak-anak mulai mempersiapkan kegiatan mereka. Begitupula Tata sudah mengangkat meja dan sudah menaruh dagangan mereka. Banyak siswa yang berdatangan membeli dagangan Tata dengan membayar dan mengambil sendiri kembalian mereka. Dari jauh Ratna melihat Dodit yang sedang menuju arah dagangan mereka. Dodit mengambil kue kesukaannya. Ratna melihat Dodit mengeluarkan uang Rp 5.000,00 dari sakunya. Harga kue itu Rp 3.000,00. Seharusnya Dodit yang mengambil kembalian Rp 2.000,00 tetapi dia mengambil Rp 10.000,00 dari kotak uang dan langsung pergi. Spontan Ratna menvideo kejadian itu dengan telpon genggamnya.

Ratna yang kesal langsung menuju ruang kepala sekolah yang berada di lantai 2. Ternyata di dalamnya ada kepala sekolah, Bu Rahmi, dan Pak Rasyid sebagai guru agama islam yang sedang berbincang-bincang. Ratna memperlihatkan video yang tadi Ratna rekam dan menceritakan semua kejadiannya. Kepala sekolah menggeleng-gelengkan kepalanya seperti orang yang heran dan tidak percaya. Bu Rahmi Dan pak Rasyid juga melihat video itu dan juga nampak sangat kaget.

Saat pembacaan pemenang oleh kepala sekolah. Kepala sekolah terlebih dahulu memanggil Dodit untuk berada di dekat podium. Kepala sekolah menayangkan video yang direkam oleh Ratna. Betapa kaget dan malunya Dodit saat ditayangkan video itu.

“Dodit kenapa harus kamu lakukan itu” Tanya Pak Rasyid.
“anu pak… anu pak saya gak suka dan benci sama Tata, sebab itu saya melakukan hal tersebut” kata Dodit.
“Bapak tidak percaya sama kamu, coba kamu jujur!” Tanya Pak Rasyid.
“Saya ngaku pak saya memang mencuri karena saya hanya membawa uang sedikit karena tadi uangnya tertinggal di meja belajar.” jawab Dodit dengan malu.
“Anak-anak jika kita hanya bawa uang saku sedikit seharusnya kita hemat, hemat itu perbuatan baik, jangan mencuri karena itu membuat kita berdosa. Itulah kenapa Bapak sangat suka ada kantin kejujuran karena itu bisa membentuk kepribadian kalian menjadi seorang yang jujur, ini sebuah pelatihan di mana kalian harus belajar jujur.” Sedikit ceramah pak Rasyid.
“Dengan ini pemenangnya adalah Tata dan kawan-kawan dengan kantin kejujurannya.” Betapa senangnya Tata dan kawan-kawan.

Semenjak saat itu, Dodit menjadi anak yang sangat baik, ramah, dan sangat jujur. Dia menganggap kejadian itu sebuah pelajaran di mana kita harus jujur karena Tuhan maha tahu. Dodit juga menjadi baik dengan Tata. Mereka menjadi teman yang sangat akrab. Dan semenjak kejadian itu pula kantin kejujuran terus dilaksanakan sampai sekarang.

Cerpen Karangan: Florean Haya
Facebook: floreanhayaerda

Cerpen Kantin Kejujuran merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Loper Cilik

Oleh:
Setiap hari Minggu aku selalu membantu ibuku mengantarkan koran ke rumah pelanggan yang rumahnya tidak terlalu jauh dari rumahku. Ya, aku adalah anak seorang loper koran di kotaku. Usiaku

Anak Penyabar Yang Menjadi Sukses

Oleh:
Di sebuah desa ada seorang perempuan yang bernama Sekar dan ada juga seorang laki-laki yang bernama Andre. Mereka berdua adalah suami-isteri yang sudah 7 tahun tidak mempunyai keturunan, mereka

Sarwono Sang Pemandu

Oleh:
Kini telah tiba masa masa menegangkan, masa dimana sering kali menjadi pertaubatan manusia kelas 3 SMA yaitu semester akhir pembelajaran. Di ruang kelas F bu Sri selaku wali kelas

Aku Ingin Sekolah

Oleh:
“Ibu, Mila ingin sekali bisa sekolah kaya temen temen Mila yang lain” keluh Mila kepada Ibu nya. “iya Mila, ibu tau kamu mau sekolah. tapi mau diapain lagi, ibu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *