Kekurangan Bukanlah Sebuah Alasan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Islami, Cerpen Nasihat
Lolos moderasi pada: 18 November 2017

Mungkin menurut sebagian orang cinta itu gampang, apalagi untuk laki laki berparas tampan. Apakah harus semua perempuan mengira, tampan saja sudah cukup untuk modalnya mendapatkan cinta.
Lalu bagaimana dengan uang, Apakah sebuah cinta akan langgeng tanpa uang. Lebih baik tidak berparas tampan tapi punya banyak uang, Daripada berparas tampan tapi kere alias kismin.

Saya punya seorang teman, Wajahnya biasa saja, tidak terlalu tampan dan tidak terlalu jelek. Hidungnya agak sedikit ke dalam, giginya agak sedikit maju. Jangan lihat dari Kekurangannya, tapi lihat dari isi dompetnya kartu ATM semua.

Namanya angga, banyak sekali cerita sedih yang dia terima, karena masalah percintaan, entah saya pun bingung. Lalu saya tanya padanya “kenapa, apa alasannya”. Angga menjawab dengan singkat “Karena, kekurangan paras wajahku”. “Hanya itu?”, dengan wajah sedih dia menatap mata saya dengan berkata “Ya” Angga benar benar terpuruk, entah berapa banyak perempuan yang menolaknya dengan alasan yang sama.

Saya sebagai sahabatnya, hanya bisa mendengarkan curhatannya, dan memberikan motivasi semangat untuknya. Dunia seperti sudah terbalik, apakah untuk mendapatkan cinta, harus bisa membuat puisi romantis seperti Roman picisan terlebih dahulu. Apakah tuhan menciptakan hubungan dengan sia-sia, apakah bumi hanya akan tersenyum, saat melihat hubungan Romeo and Juliet saja. Tuturku dalam hati, “sudahlah tak usahlah kau bersedih”. Namun angga seperti tidak menerima kehidupan ini, dia menangis layaknya seorang ibu yang sedang berdo’a untuk anaknya.

Lalu dengan tidak punya rasa takut, angga mengucapkan “Kenapa ya Allah, kenapa kau ciptakan aku dengan wajah yang tidak sepatutnya kau ciptakan”. Kata kata itu membuatku marah, “kenapa kau bilang seperti Itu, apa kau tidak punya rasa malu, tuturkan kata kata bodoh itu. Jika tuhan tidak sepantasnya menciptakanmu, hanya karena rupa wajahmu, kenapa kau masih hidup sampai sekarang. Kenapa jantung dan nadimu masih berdetak dan berdenyut hingga sekarang. Ayo jawab kenapa”, angga hanya terdiam dan merasa bersalah, “angga apakah saat kau melihat wanita cantik dan seksi, lalu perasaan cinta itu muncul langsung. Tidak kan, cinta itu muncul karena amal sholih dan ahlak mulia, dan cinta akan bersemi tak lekang karena sinar matahari, tak akan luntur karena hujan. Jadi cepatlah tarik ucapan bodohmu itu, dan segera mengucap istighfar”. Dengan segera angga mengucap “Astagfirulloh Hal Azim.”
“Makasih ya, lo udah mau jadi sahabat dan temen curhat gua”, “iya sama sama ga, saya akan selalu ada buat kamu”.

“Sekarang yang harus kamu lakukan, Bukalah lembaran Baru, mulailah dari awal dan percaya dirilah bahwa Kekurangan paras bukanlah sebuah alasan, untuk kamu tidak mendapatkan cintamu, karena jodoh sudah ada yang mengatur. Jangan salah pilih wanita, pilihlah perempuan yang menurut agama pantas untuk kau jadikan pasangan hidup. Karena mustahil jika kamu mendapatkan wanita sholehah, karena wanita sholehah tidak akan mau pacaran diluar nikah. Dan satu lagi yang harus kau ingat dalam memorimu, Jangan jadikan Kekuranganmu faktor permasalahan percintaanmu. Karena tuhan menciptakan manusia dengan kekurangan dan kelebihan yang berbeda beda, tapi jadikanlah kekuranganmu acuan semangatmu untuk mendapatkan pasanganmu.” “Iya iya, pasti akan selalu kuingat, Baiklah kalau begitu aku pulang dulu ya”, “iya silahkan, hati hati di jalan”. Dengan penuh semangat dan perasaan gembira angga bergegas pulang.

Hingga sebulan kemudian angga ke rumahku, membawa kabar gembira, dia memberikan undangan pernikahannya yang akan dilangsungkan minggu depan. Angga memeluk erat tubuhku, dan berkata “Terimakasih, karena nasihatmu dan motivasi darimu yang membangunkan semangatku. Akhirnya aku mendapatkan wanita yang sholehah”, lalu angga menatapku “Dia bagaikan Bidadari Surga, dan dia bagaikan peri berhati cantik yang terbang melayang seperti kupu kupu.”

Saya sebagai sahabatnya sangat senang, yang dulunya selalu ditolak mentah mentah, tapi sekarang sudah akan melakukan persepsi pernikahan. Semoga hubunganmu langgeng teman, hingga sampai masa tuamu bahkan akhir hayatmu bersama pasangan hidupmu.

TAMAT

Cerpen Karangan: Jupriyadi
Facebook: Jupri Yadi Bramasta
Nama: Jupri Yadi
Status: Pelajar
Asal Sekolah: MA YATASHI, Kota Bogor, Jln. Kayumanis Kecamatan Tanah Sareal.
Umur: 17 Tahun
Hoby: Menulis, Membaca Dan Bernyanyi
Bermimpi ingin menjadi penulis terkenal, dan memiliki perusahaan ternama di Indonesia tercinta Amin…!
Akun Media Sosial?
Instagram: @jupriyadi07
Twitter: @JupriGustama
Email: yadijupri751[-at-]gmail.com
Terimakasih… .!

Cerpen Kekurangan Bukanlah Sebuah Alasan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Bumi Pertiwi (Part 2)

Oleh:
Waktu yang sudah dijanjikan pun tiba. Tiga bulan sudah mereka berjuang untuk pergi menikmati liburan bersama-sama, dan tepat hari ini mereka berempat telah menginjakan kaki di Bandara Soekarno-Hatta untuk

Cinta Menjelaskan Cinta

Oleh:
Perasaan ini terlalu mengusik hati Ya Rabb, aku bingung dengan perasaan ini, lidahku yang tak bertulang ini juga tidak cukup fasih untuk menjelaskannya, apakah ini cinta?, kalau benar ini

Kesuksesan Tuhan Yang Atur

Oleh:
Kisah ini saya angkat berawal saya masih SD, kejadian ini terjadi pada daerah saya sendiri, yaitu di Sulawesi Tengah (Masadian). Rumahnya tak jauh dari rumahku, sebelum mereka sukses seperti

Buah Kesabaran

Oleh:
Hari menjelang siang. Di tepi perkampungan hewan, kancil dan jerapah duduk di bawah pohon beringin. Kedua tangan mereka terlihat mengelus-elus perut yang mengerut. “Kancil, aku lapar sekali. Sedari pagi

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Kekurangan Bukanlah Sebuah Alasan”

  1. Cukup menyentuh hati, Memang benar , terkadang kita sebagai Manusia masih kurang mensyukuri apa yg di berikan tuhan. Dengan cerpen ini , saya terhenyap. Begitu mulia sekali seorang teman yang senantiasa support temannya, dalam tanda kutip “Soleh, dan membawa ke Jalan yg lurus”.
    Tapi ada typo penulisannya, yakni penulisan nama angga yang masih menggunakan awalan huruf kecil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *