Kisah 3 Ekor Kambing

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fabel (Hewan), Cerpen Nasihat
Lolos moderasi pada: 31 July 2018

Suatu hari, hiduplah seorang penggembala dengan tiga ekor kambing peliharaannya. Kambing pertama sangat kurus, tapi kambing itulah yang terpintar di antara kedua kambing lainnya, sehingga pemiliknya pun sangat sayang kepada kambing itu dan berjanji tidak akan pernah mau menjualnya. Berbeda dengan kambing pertama, kambing kedua bertubuh sangat gemuk dan cenderung pemalas. Setiap sore sang penggembala bersusah payah menggiring kambing kedua untuk masuk ke kandang, kerjanya hanya makan tidur, makan dan tidur lagi. Kambing ketiga merupakan kambing terkecil di antara kambing yang lain, tubuhnya yang kecil mungil membuat si penggembala ingin terus menerus memeluk dan menggendongnya.

Di pagi hari yang cerah, ketika sang penggembala ingin memberi makan 3 ekor kambingnya, sang penggembala mengambil dua ember rumput, ember pertama berisi rumput-rumput segar dan ember kedua berisi rumput-rumput sisa kemarin yang sudah menguning. Ember pertama diberikan kepada kambing pertama dan ketiga, sementara ember kedua diberikan kepada kambing kedua. Kambing kedua merasa sangat sedih “malangnya nasibku” katanya, kambing pertama yang melihatnya pun tertawa sinis “Hahahaha… memang, memang malang sekali nasibmu” ejeknya “sudahlah… kau tak sepantasnya berkata begitu padanya” bela kambing ketiga.

Hari mulai malam, waktunya para kambing masuk kedalam kandang, sang penggembala itu tampak gembira menggiring kambing-kambingnya. Sang kambing pertama mendahului berjalannya kambing kedua sambil menyenggolnya. Tiba-tiba kambing kedua berjalan melambat dan bahkan tidak mau berjalan “Ouuhh… ayolah jalan, dasar kambing gendut” kata si penggembala seraya meluapkan emosinya, si penggembala itu pun mencari kayu dan dipukulkannya ke tubuh si kambing kedua “hei.. bangun!!!dasar kambing pemalas, ayo masuk, masuk!!!” bentak si penggembala. Kambing kedua itu pun masuk kedalam kandang dengan luka parah di kakinya.

Keesokan harinya, si penggembala menerima surat dari seseorang yang meletakkannya begitu saja di pagar depan rumahnya, isi surat itu adalah:

Mungkin saja kejadian ini tidak disengaja, bila sore hari, gagak saya sering bertengger di pohon dekat rumah anda, awalnya saya tidak tahu mengapa gagak saya merasa nyaman sekali bertengger di pohon itu, sampai-sampai dia jarang pulang ke kandangnya sendiri.

Waktu itu dia menghampiri saya dengan mengeluarkan suara yang sangat berisik, rupanya ada yang ingin dia tunjukkan kepada saya, kemudian saya mengikutinya hingga ke kandang kambing milik anda. Saya heran bukannya ada satu kambing gemuk yang terkanal dengan kemalasannya?. Pukul 22.00 malam saya mulai kelelahan, gagak saya mulai berteriak lagi, lalu saya melihat ke dalam kandang kambing anda, saya melihat ada satu kambing yang dipukuli oleh satu kambing lainnya, sementara kambing yang kecil hanya berusaha menghentikan kambing jahat itu. Tak disangka kemudian si kambing jahat itu memaksa kambing malang itu untuk meminum 7 ember air sehingga kambing malang itu terlihat sangat gemuk, kambing jahat itu juga menyuruh si kambing malang untuk selalu bersikap malas di hadapan anda. Gagak saya juga bercerita bahwa sebenarnya kambing malang itu tidak pernah memakan rumput-rumput yang diberikan oleh anda, apabila anda pergi, makanan jatah sang kambing malang diambil oleh si kambing jahat itu. Seringkali ia mengisyaratkan kambing malang itu untuk berjalan melambat dan bermalas-malasan ketika sedang digiring menuju kandang. Saya merasa kasihan dan akhirnya saya membuatkan surat ini untun anda, sekian surat dari saya, jika anda membutuhkan saya hubungi saya: 0881 8192 101

Si penggembla itu pun langsung menghubungi sang pengirim surat, dan tibalah sang pengirim surat “terima kasih banyak anda telah memberi tahu saya apa yang terjadi sebenarnya” ucap si penggembala “sama-sama, saya ikhlas kok melakukan ini semua” jawab sang pengirim surat dengan ramahnya.

Kemudian si penggembala dan si pengirim surat pergi menuju kandang kambing dan diambillah kambing pertama olehnya. “hahaha… selamat tinggal kambing-kambing bodoh!!! aku pasti akan dimanjakan oleh tuan” katanya. Lalu si penggembala itu membawa kambing pertama menuju halaman belakang rumahnya. Tak disangka, kambing pertama itu menjadi santapan makan malam sang penggembala dan si pengirim surat, keduanya menikmati santap malam itu dengan bercerita dan saling memperkenalkan dirinya masing-masing. Sementara kambing kedua dan ketiga hidup sama dengan rukun.

TAMAT

Pesan: “Berbuat jahat tidaklah membuatmu dipandang hebat oleh orang lain, berbuat jahat justru membuatmu hina di mata orang lain.

Cerpen Karangan: Azahra Insya Latifah
Blog / Facebook: Azahra Latyefah

Cerpen Kisah 3 Ekor Kambing merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kesombonganku Adalah Sengsaraku

Oleh:
Di taman yang indah dan sejuk, hiduplah kupu-kupu dan lebah yang sangat cantik warnanya. Mereka bersahabat dan selalu bermain bersama. Kupu-kupu itu mempunyai warna nan elok bagaikan warna pelangi,

Pentingnya Mencuci Tangan

Oleh:
“Krruuukk… duh laper ya, lama banget sih pelajarannya” pikirku dalam hati. Jam sudah menunjukan pukul 1 siang. “15 menit lagi pulang nih, jajan apa ya Di enaknya?” tanyaku pada

Milikku Milikmu Milik Kita

Oleh:
Alkisah, ada sebuah zaman bernama Dahulu. Alkisah lagi, pada Zaman Dahulu hiduplah sesosok pria sejati perkasa bernama Arte Le Matika. Biasanya ia dipanggil Pak Arte. Karena telah mendapat sebutan

Benarkah Kak?

Oleh:
Di tepi hati nan lara, terusik kata tajam yang menusuk, layaknya angin mencekam yang menembus pori-pori jiwa. Walau usia semuda pucuk daun teh, angin yang merajam tetap dirasa, bahkan

Salah Diagnosa

Oleh:
Pada suatu hari, sepasang suami istri sedang berobat ke dokter karena sang istri merasa badannya ada yang tidak beres, pinggang sang istri sering terasa panas. Setelah diperiksa dokter mengatakan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *