Kisah Petani

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Nasihat
Lolos moderasi pada: 15 September 2014

Suatu hari seorang petani sedang duduk bernaung di bawah pohon beringin di dekat sawahnya. Petani itu duduk dengan tatapan sayu seraya memandangi tanaman padinya yang mulai menguning. Petani itu pun termenung dan mulai menggerutu.
“bertahun-tahun aku mengolah sawahku dengan baik tanpa mengenal lelah, ku Tanami padi dengan penuh keikhlasan dan kasih sayang. Tapi kenapa bertahun-tahun lamanya kehidupanku tetap seperti ini tidak pernah berubah. Hasil panen tak kunjung membuahkan hasil maksimal padahal aku selalu merawatnya. Sungguh tidak adil dunia ini…” Kata petani tersebut.

Petani itu pun terbangun dari lamuananya dan kembali bekerja merawat padinya. Diusirnya burung-burung pipit yang sedang asyik menikmati biji padi yang hampir menguning dengan orang-orangan sawah yang dia gerak-gerakan. Sayangnya usaha itu tak memberikan hasil yang memuaskan, karena setiap kali dia melakukan hal itu untuk mengusir burung-burung itu, hanya sebagian burung saja yang pergi melarikan diri dan meninggalkan ladangnya sedangkan yang lain masih asyik menyantap lezatnya biji-biji padi milik petani itu.

Berulang-ulang petani itu menggerak-gerakan orang-orangan sawah untuk mengusir burung-burung pipit yang terus hinggap di antara batang padi miliknya. Semakin lama, petani itu pun kelelahan dan merasa kewalahan menghadapi serbuan burung pipit yang kian mengganas. Petani itu pun duduk memandangi ladang penuh burung pipit yang sedang berpesta pora.

Petani itu pun membuka caping yang dipakai di kepalanya. “kalau seperti ini terus kapan hasil panen saya meningkat? Kelakuan burung pipit itu semakin menggila membuatku lemah tak berdaya karenanya”

Tiba-tiba ada salah seorang kakek lewat dan berhenti tepat di belakang petani itu. “jangan pernah berharap sesuatu yang besar jika kamu tak pernah mau melakukan perubahan pada dirimu”.
Suara kakek mengejutkan petani yang masih sibuk memandangi kawanan burung pipit, dia membalikan badan seraya berucap “perubahan apa maksud anda? Saya sudah melakukan pekerjaan saya dengan benar”. Petani itu merasa tersinggung dan dihina serorang kakek.
“perubahan pada cara anda merawat sawah anda, apakah anda tidak sadar selama ini anda bekerja dengan cara yang tidak tepat? Ingat untuk mendapatkan sesuatu yang besar perlu usaha yang maksimal. Saya yakin jika anda tetap bekerja dengan cara seperti ini sampai kapanpun hasil panen anda tidak akan berubah lebih banyak tetapi semakin berkurang” kata kakek dengan bijak.
“lalu usaha apa yang harus saya lakukan?” Tanya petani penuh rasa penasaran.
“kamu hanya perlu berinovasi dalam bekerja, contohnya kamu perlu cara baru yang efektif untuk mengusir burung-burung itu supaya biji padimu tetap utuh” ucap kakek. Tak lama kemudian kakek itu pun pergi melanjutkan perjalanannya tanpa berucap pamit ke petani.

Setelah cukup lama meresapi nasehat kakek, petani itu membalikkan badan hendak mengucapkan terima kasih ke kakek. Sayangnya kakek itu telah menghilang dari hadapan matanya. Petani itu menghela nafas panjang dan berteriak “saya akan mencobanya”.

Hikmah yang bisa diambil dari kisah diatas adalah:
Untuk mendapatkan sesuatu yang besar diperlukan perubahan yang besar pula. Tak hanya itu, kita juga butuh cara-cara yang berbeda dalam meraihnya karena jika kita menginginkan sesuatu yang besar dengan cara-cara yang sama dan tak pernah melakukan perubahan dalam meraihnya. Maka usaha kita bagaikan menegakkan benang basah, usaha kita hanya sia-sia belaka dan keinginan kita hanya sebatas angin lalu yang tak akan pernah terwujud.

Cerpen Karangan: Enggar Widianingrum
Blog: Kampusgeol.blogspot.com

Cerpen Kisah Petani merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Siapa yang Bersabar Pasti Akan Beruntung

Oleh:
“Assalamua’alaikum ibu, Aku pulaanggg…” teriakku setelah sampai rumah. Tidak ada yang menyahut. Kemana ibu? pikirku. Apakah ibu bekerja? tapi ini kan hari Sabtu, biasanya hari Sabtu dan Minggu ibu

Arti Sahabat

Oleh:
Disebuah hutan belantara yang begitu luas tumbuhlah sebuah pohon yang begitu rindang, daunnya begitu lebat, buah banyak ranum berwarna kuning keemasan.. Pada suatu hari seekor burung Jalak sedang terbang

Cinta Nggak Bisu

Oleh:
“kita putus!!!“ “ya sudah. Aku akan cari yang lain!” “hah?” Pinkan adalah gadis super cuek dan dia pun paling gensi jika menangis di depan cowok. Bagi dia cewek yang

Mutiara dan Sampah

Oleh:
Sampah dan mutiara, apakah perbedaan dari keduanya? Sungguh berbedakah? Bagaimana bila ada mutiara yang tanpa sengaja terjatuh pada tumpukan sampah apakah manusia akan melihatnya? Pasti mutiaranya terlihat, sungguh munafik

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *