Lili (Menjadi Diri Sendiri)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Dongeng (Cerita Rakyat), Cerpen Nasihat
Lolos moderasi pada: 7 March 2014

Dulu di sebuah desa yang bernama Desa Senyum ada seorang gadis cantik, baik hati, ramah dan sangat bersahabat dengan siapa pun. Dia sangat menyukai bunga, setiap pagi dia selalu menyempatkan diri merawat bunga-bunga cantik yang ia tanam di perkarangan rumahnya. Bermacam-macam bunga ia tanam dan ia rawat setiap hari dengan senang hati. Bunga kesukaannya adalah bunga lili, ya bunga berwarna putih nan cantik yang selalu membuatnya bersemangat setiap harinya. Lili, yaa gadis itu pun mempunyai nama serupa dengan bunga kesukaanya, Lili namanya. Sama seperti bunga itu Lili pun memiliki kecantikan yang serupa, keindahan yang membuatnya banyak disukai oleh para pemuda desa dan amat dibenci oleh para gadis-gadis di desa. Bagaimana tidak, semua pemuda hanya memandang ke satu arah saja yaitu Lili, hanya Lili yang mereka sukai maka Lili pun tak memiliki teman mereka membenci Lili mereka menganggap Lili adalah biang dari semua masalah yang ada. Padahal gadis-gadis lain di desa itu tidak kalah cantik.

Masalah pun bermunculan, pemuda-pemuda tersebut saling berebut menarik perhatian Lili, berbagai cara dilakukan, tak ada lagi kawan mereka semua menjadi lawan. Tak jarang terjadi kesalahpahaman yang menimbulkan keributan, diluar itu para gadis-gadis desa saling berlomba-lomba mempercantik diri untuk menarik perhatian dari pemuda idaman mereka. Namun tak membuahkan hasil, para pemuda itu tetap memandang ke arah Lili. Lili semakin bingung dengan keadaan itu dia tidak mau masalah itu semakin berlarut-larut, Lili merasa sangat kasihan pada gadis-gadis itu. Gadis-gadis itu berusaha membuat dirinya seperti Lili, pakaian cara Lili bersikap semuanya mereka tiru, mereka beranggapan dengan berusaha menjadikan diri mereka semirip mungkin dengan Lili mereka bisa membuat mereka disukai para pemuda itu.

Namun, lagi-lagi semuanya sia-sia, tak pernah sekalipun pemuda-pemuda itu mengalihkan pandangan mereka. Hingga pada suatu hari para gadis-gadis itu beramai-ramai mendatangi rumah Lili, mereka menginginkan Lili pergi dari desa mereka. Mereka ingin Lili pergi, ya hanya itulah satu-satunya cara yang mereka anggap bisa menyelesaikan masalah mereka. Akhirnya orangtua Lili pun menganjurkan Lili untuk pergi smentara ke rumah kakeknya yang berada di Desa tetangga. Sebuah desa yang sangat menyenangkan, semua warganya ramah, baik hati dan yang terpenting Lili merasa aman di desa itu. Ketika bermalam di rumah kakeknya, Lili banyak bercertita dan kakeknya pun banyak menasehati.

Hingga pada keesokan harinya Lili berjalan-jalan melihat-lihat ke setiap sudut desa. Lili merasakan suasana yang berbeda dengan tempat desanya tinggal, gadis-gadis itu sangat ramah dengan karakternya masing-masing semuanya nampak berbeda dan menarik. Ya Lili tau apa yang terjadi di desanya, apa yang terjadi pada gadis-gadis di desanya, mereka tidak menjadi diri mereka sendiri, mereka sibuk berlomba-lomba untuk menjadi seperti Lili. Dan akhirnya mereka terlihat sama dan sangat tidak menarik. Akhirnya Lili memutuskan untuk kembali ke desanya dengan harapan bisa mengutarakan pendapatnya pada gadis-gadis itu.

Lili pun memberanikan diri mendatangi gadis-gadis itu dan meminta mereka untuk menjadi dirinya sendiri dengan kecantikan yang mereka punya apa adanya tanpa meniru siapa pun. Awalnya gadis-gadis itu berontak dan tidak ingin mendengarkan yang Lili bicarakan, namun Lili mencoba meyakinkan mereka dan Lili berjanji tidak akan menampakkan dirinya di depan pemuda-pemuda itu sampai keadaan menjadi lebih baik. Akhirnya mereka mencoba memahami apa yang Lili bicarakan, sebenarnya mereka pun lelah terus-menerus menjadi seperti Lili, tidak menjadi diri mereka sendiri. Akhirnya mereka mencoba menjadi diri mereka sendiri, pemandangan yang lain pun terlihat semuanya memiliki karakternya masing-masing dan sangat terlihat menyenangkan. Mereka mulai menyadari betapa mengasyikkannya tetap menjadi diri mereka sendiri, tak peduli mereka akan disukai atau tidak.

Hari berganti hari para pemuda-pemuda desa itu mulai menyadari jika para gadis-gadis itu sangat menarik, mereka mulai mengalihkan pandangan mereka pada gadis-gadis itu. Ya akhirnya mereka memiliki pasangannya masing-masing lalu menikah dan hidup dengan bahagia. Lili pun sangat merasa bahagia meilihat semuanya berbahagia, hingga pada akhirnya Lili pun menjatuhkan pilihannya pada seorang pemuda yang tetap setia menunggu Lili. Sama seperti mereka Lili pun menikah dan hidup bahagia dengan pasangannya.

Ya, itulah kehidupan percaya atau tidak tuhan telah mengatur semuanya dengan indah, begitupun dengan perbedaan, tinggal bagaimana menyikapinya dan menjadikan semuanya lebih bermakna. Mungkin ketika kita melihat hidup seseorang dan merasa itu lebih menyenangkan dari kehidupan yang kita miliki, dan berusaha menjadi seperti dia tanpa kita sadari kita telah menghilangkan kebahagiaan kita sendiri demi sesuatu yang semu. Syukurilah apa yang kita miliki, menjadi cantik mungkin menyenangkan tapi percayalah kebaikan hati dan tetap menjadi dirimu apa adanya akan membuat kamu terlihat cantik melebihi kecantikan apa pun. Tersenyumlah…

Cerpen Karangan: Okty Imagine
Blog: oktyimagine.blogspot.com

Cerpen Lili (Menjadi Diri Sendiri) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Beauty And The Beast Horror Side

Oleh:
Aku akan menceritakan sebuah cerita yang mungkin akan mengubah pemikiranmu bahwa tidak semua cerita dongeng akan berakhir dengan bahagia.. Suatu hari hiduplah seorang pedagang dengan seorang anak yang berparas

Silk Road (Part 1)

Oleh:
Hutan di gunung mahameru 2013, SEMERU, gunung tertinggi di pulau jawa dengan keindahan alamnya, bunga beraneka warna semerbak bermekaran, hutan pinus dengan baunya yang khas, danau indah nan jernih

Winnera

Oleh:
Namaku Winnera Saraswati aku dilahirkan dengan keadaan hanya memiliki satu tangan. Ibuku memberi namaku Winerra karena Ibu berharap suatu saat aku akan jadi pemenang. “Winnera.” diambil dari kata Winner

Teman

Oleh:
Sudah hampir sebulan ini Dina memperhatikan Adi yang sangat ramah itu. Walaupun Adi adalah kakak kelas, perilakunya tak menyebalkan seperti kakak-kakak kelas yang lain. Saat ini Dina duduk di

Daddy O Daddy

Oleh:
Inilah rumahku, rumah yang penuh “kejutan”. Kejutan? yah, “Kejutan”. Di rumah ini aku tinggal bersama Daddy dan Mom-ku¬, ada juga beberapa penjahat kecil yang mengaku dirinya sudah dewasa yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *