Lucky Yama

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Fabel (Hewan), Cerpen Nasihat
Lolos moderasi pada: 9 January 2017

Pada suatu hari, ada seekor ayam bernama Yama. Ia tinggal di suatu peternakan di sebuah desa. Tapi, disana ada sesuatu yang membuat dia sendiri ketakutan. Yaitu, makanan yang hilang setiap harinya. Makanan itu dicuri oleh seekor elang yang sangat besar. Sehingga, Yama selalu kelaparan saat pagi hari.

“Ugh.. Lagi-lagi makananku diambil oleh Elang!” keluh Yama.

AAAA… terdengar suara teriakan dari arah hutan. Yama menjadi penasaran dan meninggalkan kandangnya. Saat sampai di arah suara, Yama terkejut karena, ternyata seekor landak sedang tersangkut di sebuah pohon. Durinya menancap kayu pohon yang kuat tersebut. Karena merasa iba, Yama akhirnya menolong landak dengan membantu menarik badannya agar duri Landak terlepas dari pohon itu.

“Terima kasih ya, telah menolongku! Entah apa yang terjadi jika tidak ada engkau.” Ucap Landak berterima kasih.
“Tidak apa-apa, lagipula senang juga membantu orang yang kesusahan” ucap Yama.
“Oh, iya. Bolehkah saya meminta sesuatu dari engkau?” tanya Landak.
“Tentu, memangnya apa?”
“Saya tidak memiliki tempat tinggal yang nyaman untuk hidup, disini sangat berlumpur dan basah. Maukah engkau meberikan tempat tinggal untukku?” tanya Landak.
“Baiklah kalau begitu, kau boleh tinggal di kandangku selama yang kau mau.” Sahut Yama.
“Oh, ya! Nama engkau siapa? Namaku Landak.”
“Namaku Yama, salam kenal.” Ucap Yama disertakan dengan senyum yang sangat lebar.

Mereka sangatlah rukun, bermain bersama, membersihkan kandang bersama, makan berbagi, dan tidak ada perkelahian seedikitpun. Sampai tibalah saat malam hari, Yama tidur di kasurnya, tetapi Landak tidur di dekat makanan karena menurutnya di sanalah ia merasa nyaman untuk tidur. Tiba-tiba, datanglah Elang untuk mencuri makanan milih Yama. Saat hendak mengambil makanan, sang Elang malah mengambil Landak yang sedang tertidur. Sadar ia telah diculik, ia langsung terbangun dan meminta tolong. Belum selesai Landak berteriak, Elang langsung melahap Landak yang berduri itu ke dalam mulutnya. Elang sangat kesakitan saat hendak mengunyah Landak. Karena sudah terbiasa, Landak langsung melemparkan duri dari badannya ke segala arah. Elang pun mengeluarkan Landak dari mulutnya. Akhirnya Landak selamat dari elang tersebut.

“Janganlah mencuri apa yang milik orang lain, suatu saat pasti akan terkena batunya.”

Cerpen Karangan: Lauretta Gail
Facebook: Lauretta Wijaya

Cerpen Lucky Yama merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Keberanian Nadhia

Oleh:
Nadhia mengamati bangunan yang berdinding kayu dan berlantai semen tanpa keramik di hadapannya. Bangunan tersebut cukup besar namun terkesan kotor. SMP Pelita Harapan nama sekolah itu, akan menjadi tempat

Tas Baru Dari Nenek

Oleh:
Pada hari minggu Nila dan neneknya pergi ke pasar dekat rumahnya. Ketika lewat toko-toko Nila melihat sebuah tas yang seperti boneka, akan tetapi itu bukan boneka tapi tas boneka

Stuck dan Stagnan

Oleh:
Who am I ??? Bagi seseorang pertanyaan ini sangat klasik. Tapi sebenarnya pertanyaan ini menjadi sangat berarti dan bermakna bagi siapapun yang ingin berpikir. Kadang-kadang tampaknya semua hal keluar

Rubah Yang Sombong

Oleh:
Pada Suatu hari di hutan yang lebat hiduplah seekor rubah. Rubah tersebut sangatlah sombong, serakah dan dia selalu iri kepada hewan yang bisa melebihi dirinya dalam hal apapun. Awalnya

Fly For Winged

Oleh:
“Mama, Mama. Aku ingin terbang seperti itu. Peri cantik!,” ucap Felly kecil yang tengah melihat Peri Riska terbang untuk melawan Raksasa jahat. Yah… Raksasa yang biasa mereka sebut dengan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *