Nasihat Nenek

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Nasihat
Lolos moderasi pada: 10 May 2015

Nenekku adalah orang yang pintar memasak dan merajut, ia tinggal di desa yang cukup terpencil, suatu hari aku pergi ke desa tempat tinggal nenek. Oh, ya namaku Emi. Sesampai aku di rumah nenek. Nenek langsung bertanya “kamu kesini sendiri?” Aku hanya mengangguk nenek menjawab “kenapa kamu ngak sama ibumu?” Nenek menatapku dan aku hanya menundukan kepala nenek bertanya lagi “kenapa kamu ngak kesini bersama bapakmu?” Aku masih menundukan kepalaku.

Nenek pun mempersilahkan aku duduk dan mengambilkan aku teh. Aku langsung duduk dan meminum teh buatan nenek. Nenek berkata padaku “nenek tau kamu ada masalah dengan ibu dan bapakmu” aku yang sadang meminum teh langsung diam dan meletakan teh itu di meja. Nenek duduk di sampingku dan berkata “jelaskan mengapa kamu bisa kabur dari rumahmu” aku memeluk nenek sambil berkata “nenek mengapa nenek bisa tau” nenek melepaskan pelukanku dan menjawab “sewaktu ibumu seusiamu ibumu selalu pergi ke rumah neneknya apabila sedang ngambek dengan orangtuanya. Nenek tau buah jatuh tak jauh dari pohonnya” aku tersenyum dan berkata “ibu dan bapakku itu tidak memperhatikanku mereka lebih memperhatikan kak Tiwi mereka selalu mengunggulkan kakak mereka hanya memperhatikan kakak. Mungkin karena kakak pintar dan juara 1 di kelas. Aku ngak disayang nek” nenek hanya tersenyum dan tertawa “ibumu sayang padamu setiap hari ibumu menelfonku untuk menanyakan kabarku dan untuk bercerita tentang Tiwi dan Emi. Ibumu bercerita kamu adalah anak yang rajin dan Tiwi adalah anak yang pintar” aku menatap nenek sambil berkata “ibu dan bapak ngak peduli kalau aku mau ngomongin nilai ibu hanya bilang kamu jangan pernah puas dengan nilaimu kakakmu saja selalu juara kelas namun ia tidak pernah berpuas diri bahkan kakakmu sering mendapat juara olimpiade namun kakakmu tidak pernah berpuas diri. Sedangkan bapak hanya berkata tingkatkan nilaimu dan jadilah anak yang pandai kamu sudah membanggakan kami tapi kakak lebih memebanggakan kalau kamu mau memenanggakan kami melebihi kakakmu maka rajinlah belajar. Mereka bangga sama kakak nek” nenek menatapku sambil tertawa “hahahaha. Kamu tau mereka terus membanggakanmu ketika kamu juara 1 lomba membaca Al-qur’an sekabupaten mereka tak ingin kamu puas begitu saja dan mereka ingin kamu mencontoh kakakmu yang mendapat juara kelas mereka tak bermaksud merendahkanmu hanya ingin kamu menjadi lebih baik” aku tersenyum puas mendengarkan kata nenek. Nenek berkata “kalau kamu kabur kamu tidak akan menyelesaikan masalah namun akan menambah rumit suatu masalah. Nenek ingin kamu tau sebenarnya kamu hampir saja membuat dirimu celaka karena kamu masih kecil dan nekat pergi sendiri nenek tak bangga sama perbuatanmu” tiba-tiba telefon rumah nenek bedering ternyata itu ibu. Nenek mengangkat telefon dan langsung berkata “anakmu di rumahku kamu besok kemari jemput dia biarkan dia menginap 1 malam disini” nenek langsung menutup telefon dan menyuruh aku mandi lalu sholat.

Nenek memang orang yang taat ibadah seperti orangtuaku. Setelah sholat nenek menyuruhku makan dan memberikan aku 2 buah selimut rajutannya “buatmu dan kakakmu” aku berterimakasih dan mencium nenek. Saat itu aku belajar untuk tidak mengambil keputusan begitu saja.

Cerpen Karangan: Mega Suri Risanda
Facebook: Risanda Mega S

Cerpen Nasihat Nenek merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Mawar Terakhir Dari Bunda

Oleh:
Dari kecil mawar tak pernah melihat sosok seorang ayah karena saat bundanya sedang mengandung sembilan bulan ayah dan bundanya berpisah dan ayahnya membawa anak pertamanya yaitu bernama melati dia

Terima Kasih

Oleh:
Tugas… tugas lagi… lagi lagi tugas. aku menghela napas panjang sambil menunduk. memperhatikan kertas yang berada ditanganku sambil mengutuk huruf yang ada dikertas itu. “kenapa harus E?” batinku kesal.

Malu Bertanya Susah Di Jalan

Oleh:
Dengan langkah tergesa-gesa Diva berlari-lari ke arah ruang kelas 9-F. Setelah ia sampai, ia merasa lega karena KBM belum dimulai. Lalu ia segera duduk di kursinya. Hari ini ia

Sandiwara Cinta

Oleh:
“Sudahlah, bunuh saja aku sekarang, daripada aku harus membunuh diriku sendiri dan aku berdosa. Sudah bunuh saja aku, aku tak lagi berarti dalam hidupmu!” pekik Anne membahana. “Jangan sampai

Kado Terindah Dari Sahabat

Oleh:
Namaku Luma seorang siswi SMA yang baru saja naik kelas XII. Hari ini aku pulang ke desaku setelah sekian lama tidak pulang karena ngekos di kota tempat aku sekolah.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *