Penyesalan Dodi

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Nasihat, Cerpen Penyesalan
Lolos moderasi pada: 13 March 2013

Di siang yang panas, di mana matahari bersinar dengan teriknya. Di saat Dodi akan pulang dari sekolah menuju rumahnya yang tak jauh dari sekolahnya itu. Sambil berjalan Dodi mengeluh “Duh, hari ini udaranya panas banget sih!”. Dodi terus berjalan hingga tiba di sebuah tikungan, kemudian ia berhenti. Ia terpaku melihat secarik kertas yang tertempel di sebuah papan. Ternyata disana ada sebuah pengumuman yang mengumumkan bahwa siang ini akan di adakan sebuah pertandingan sepak bola di lapangan . “Wow, sepak bola. Aku harus datang. Tapi… hari inikan aku banyak PR!, dan akupun belum minta izin pada ibu. Gimana ya?”.
Dodi yang dari tadi bingung akhirnya memutuskan untuk pergi menonton pertandingan bola tersebut tanpa meminta izin pada ibu, dan tanpa mengerjakan PR dahulu.

Lapangan sepak bola tersebut sudah mulai ramai saat Dodi sampai di sana. Sebelum pertandingan di mulai Dodi segera mencari tempat duduk. Pertandingan berlangsung dengan sangat riuh. Kelompok sepak bola yang digemari Dodi terus memimpin hingga akhir pertandingan.

Setelah 2 jam berlalu akhirnya pertandingan itu usai. Dodi pun segera beranjak dari lapangan itu dan kemudian berjalan pulang menuju rumah. Pukul 03.30 Dodi sudah sampai di depan pintu rumahnya. Ia mengetuk pintu lalu masuk sembari mengucapkan salam.

“Dodi, dari mana saja kamu seharian?. Pergi tanpa meminta izin dulu!” omel ibu pada Dodi. “Menonton pertandingan bola bu” jawabnya dengan santainya. Tanpa memberi ibu kesempatan bicara lagi Dodi langsung masuk ke kamarnya. Saking lelahnya ia langsung merebahkan badannya di atas tempat tidurnya. Dodi sama sekali tidak ingat dengan PR-nya. Semakin lama ia semakin lelah dan mulai merapatkan kedua matanya hingga akhirnya ia terlelap dalam tidurnya. Hingga malam ia belum bangun untuk mengerjakan PR-nya tersebut.

Sampai keesokan harinya ia terbangun dan mengingat akan PR-nya. Ia terlonjak dari atas tempat tidurnya. “Gimana nih?, aku belum mengerjakan PR. Bisa-bisa aku dihukum pak guru lagi!” serunya dengan nada gelisah. Tiba-tiba “Dodi ayo bangun nanti terlambat pergi ke sekolahnya!” teriak ibu dari luar membangunkan Dodi yang dari tadi sudah bangun. Dodi segera berlari menuju kamar mandi dengan membawa handuk untuk mandi. Setelah mandi Dodi segera berlarian lagi menuju ruang makan. Ia terburu-buru karena sudah telat.

Sesampainya di sekolah gerbang sekolahnya hampir di tutup. Ia segera masuk ke kelasnya. Di saat pak guru Dodi memasuki kelas. Dodi teringat kembali akan PR-nya yang belum ia kerjakan. Jantungnya langsung berdebar.
“Anak-anak kumpulkan PR kalian yang bapak beri kemarin!” perintah pak guru dengan wajahnya yang penuh wibawa. Serentak semua teman-teman Dodi mengumpulkan PR mereka masing-masing ke meja pak guru. Hanya Dodi sendiri yang tidak mengumpulkan. Dodi duduk dibangkunya tenpa berbuat apapun.

“Dodi mana PR-mu” tanya pak guru tegas. “Ti…dak ad..a pak” dengan sedikit gagap Dodi menjawab. “Kenapa kamu tidak membuat PR-mu Dodi?” kata pak guru lagi masih dengan suaranya yang tegas. “Saya kelelahan kemudian tertidur hingga pagi pak” jawab Dodi lagi dengan suaranya yang sudah tidak gagap lagi. Kemudian pak guru kembali bertanya “Kenapa kamu merasa lelah?” tanya pak guru kembali.

Sebentar suasana terasa begitu hening, tak ada yang berani berbicara termasuk Dodi. “Kenapa Dodi, kenapa kamu tidak menjawab?”. Mendengar suara pak guru yang bertambah tegas Dodi tambah takut dan langsung menjawab “Saya menonton pertandingan sepak bola pak guru!” seru Dodi dengan suara yang masih terdengar lemas. Ada beberapa anak yang terdengar menertawakannya.

Akhirnya Dodi diberi hukuman oleh pak guru mengelilingi lapangan sebanyak 5 kali. Setelah dia mengelilingi lapangan sebanyak 5 kali. Ia merasa lelah dan juga Dodi merasa menyesal sekali kenapa ia melupakan pelajaran hanya karena menonton sebuah pertandingan sepak bola. Kemudian Dodi berjanji kepada dirinya sendiri tidak akan melakukan sesuatu yang tidak berguna bila ada suatu hal yang lebih penting. Akhirnya Dodi pun pulang dengan terus mengingat dan memegang janjinya itu.

Cerpen Karangan: Fitri Rosadela
Blog: http://mywordsworld.blogspot.com
Facebook: Fitri Rosadela II

Cerpen Penyesalan Dodi merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hujan Pertama 27 Oktober

Oleh:
Kutatap jam dinding yang menunjukkan pukul 2 malam. Aku masih belum tertidur karena masih dihadapkan dengan tugas tugas matematika yang belum kuselesaikan. Aku menemukan 3 soal matematika mengenai aljabar

Berawal Dari Piano

Oleh:
Aku gadis indigo. Aku bisa melihat mereka yang ada di sekitar kalian. “Kau melihat apa?” sekian banyak teman yang mempertanyaiku seperti itu. “Tak melihat apa apa” jawabku lalu pergi

Penyesalan Karin

Oleh:
Mentari bersinar terang saat air mata Karin menetes di atas batu nisan dengan makam yang masih basah. Ia mencurahkan semua isi hatinya. “Penyesalan tak akan berarti jika, jika dia

Gagal Berlibur ke Bali

Oleh:
Hmm… besok, sudah mulai liburan. Pasti aku diajak jalan-jalan. Tapi, kemana ya? Gumamku dalam hati ketika selesai mandi. Akupun langsung turun untuk sarapan. Aku melahap bubur ayam ku yang

Sepatu Kaca

Oleh:
Ini hari minggu. Aku dan Kak Sherly sudah janjian untuk bertemu di taman kota. Kami berdua sudah berencana untuk shooping di Mall. Setelah puas bermain di Timezone, kami pergi

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *