Penyesalan Yang Datang Terlambat

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Nasihat, Cerpen Penyesalan
Lolos moderasi pada: 5 July 2017

Saskia menatap langit-langit kamar sembari menyeka air mata untuk yang kesekian kalinya, mengenang banyak kenangan dalam hidupnya. Dan salah satu kenangan itu, yang paling banyak membawa air mata pada bola mata berwarna hitam pekat Saskia. Dan dia sendiri tak sanggup lagi melupakannya. Dia hanya bisa berdoa, berdoa dan berdoa agar orang yang amat dicintainya bisa tenang di surga milik-Nya .. dan kenangan itu, cuma bisa dikenang. Tidak dapat diulang kembali.

“Tapi Ma, Saskia capek banget buat mengingatkan Elsa! Dia kelewatan, dan aku nggak bisa memaafkan Elsa!” air mata Saskia kian tertumpah. Kali ini, adiknya yang bernama Elsa menumpahkan sirup buatannya dan mengenai PR yang diberi Bu Guru, padahal Saskia telah mengerjakan PR sebanyak lima puluh soal Matematika itu dengan amat susah payah, justru Elsa malah membuatnya jadi kacau. Pinjam PR ke teman sih, bisa. Tetapi masa Saskia harus mengulangnya lagi?

Tidak cukup sampai disitu, Elsa membuat kamarnya yang mulanya indah dipandang menjadi seperti kapal pecah. Saskia memelototi Elsa. matanya berwarna merah. Elsa balas melihat Saskia dengan wajah tanpa dosa.
“SUDAHLAH! Kamu bukan ADIKKU lagi!” Saskia langsung masuk ke dalam kamarnya dan mengunci pintu kamar agar tidak seorangpun bisa masuk. Mama sampai kewalahan agar membuat Saskia keluar dari kamarnya. Elsa memeluk mamanya.

Dua hari kemudian, Elsa mencoba meminta maaf pada Saskia. Saskia tidak sudi. Buat apa?! Kamu kira kamu bisa buat kekacauan lagi? Jawaban Saskia membuat Elsa sangat sedih. Sudah beberapa kali Elsa meminta maaf, Saskia masih belum luruh hatinya. Dia memilih tidur di ruang tamu daripada tidur sekamar dengan Elsa. Elsa hanya bisa menangis tertahan, menyesali kesalahan yang ia perbuat selama ini.

Besoknya, Elsa jatuh pingsan. Saskia sangat kaget dan panik, ia berteriak memanggil keluarganya. “PAPAA! MAMAA! KALIAN DI MANA?! ELSA PINGSAN, MA, PA!” akhirnya, Elsa dibawa ke RS Delta Surya dekat tempat tinggal mereka.

Saskia memijit-mijit keningnya sambil menunggu Dokter Dina keluar dari UGD. Hatinya semakin luruh, kini ia yang merasa bersalah pada Elsa. Aku terlalu keras sama Elsa. Harusnya aku memaafkan dia. tapi waktu tak bisa diulang, tuhan telah menakdirkan apa yang telah terjadi nanti.

“Maaf, Pak .. Bu .. anak anda yang bernama Elsa Dharmayanthie terkena kanker otak stadium 3 .. dan .. kini saudara Elsa telah menjadi almarhumah,” kata dokter Dina. Saskia segera menangis sejadi-jadinya, lantas masuk ke ruang tempat Elsa berada dan memeluk tubuhnya yang dingin membeku.

Itulah akhir dari ceritanya. Saskia punya satu pesan dan pesan itu harus kalian ingat seumur hidup agar tidak menyesal. Yaitu:
Maafkanlah apabila orang lain bersalah agar tidak menyesal di kemudian hari.

Cerpen Karangan: Syeehan Amara
Facebook: Syeehan Amaraa
Syeehan Amara sedang lagi senang-senangnya meluangkan waktu baca cerpen2nya cerpenmu. Lagi pingin jadi penulis sukses kayak Tere Liye dan suka nulis cerita bergenre sedih. Sedang mau ke jenjang SMP, paling suka pelajaran Matematika walau sering dapet nilai setengah (hey, becanda).
Folow ig-nya: @syeehanamara
Thanks!!!

Cerpen Penyesalan Yang Datang Terlambat merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Jati Diri Sahabat

Oleh:
Hai namaku Dicka. aku kelas 4 SDIT dan aku mempunyai banyak teman. salah satunya Ridha dan Erwin hanya merekalah sahabat terbaikku. mereka selalu menyemangatiku saat ku bosan. menemaniku saat

Persahabatan Chintya dan Sisca

Oleh:
Siang yang panas, sepanjang perjalanan pulang ramai kendaraan berlalu lalang. Chintya segera merapat ke punggung mamanya yang sedang menyetir sepeda motor. Namun hawa panas masih terasa menyengat tubuh Chintya.

Faiz

Oleh:
Namanya Faiz. Sepupuku yang satu ini sangat aktif. Orangnya juga humoris. Faiz dan aku selalu bermain bersama-sama. Tapi… semenjak aku pindah, aku tak pernah bertemunya lagi. Aku jadi sedih.

Cinta Mu Bukan Untuk Ku (Part 1)

Oleh:
Kalimat itulah yang selalu ku bisikkan dalam hatiku sepanjang kebersamaan kami. Menikah denganya mungkin adalah kesalahan terbesar dalam kehidupanku. Bagaimana aku bisa tiba-tiba hidup bersamanya, andai saja tidak ada

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *