Persiapkan Dirimu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Nasihat, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 7 December 2013

Di suatu pagi yang cerah Alina, Eka, Nani dan Rere pergi ke sungai untuk bermain air dan mencari ikan. Mereka adalah sahabat dari kecil. Kemanapun mereka pergi pasti selalu berempat. “Nani, gandeng tangan Eka dong” seru Alina yang lalu mengandeng tangan Eka dan Rere. “Ayo kita bernyanyi bersama biar suasanyanya lebih ceria” seru Eka “Ayo!” bersama-sama mereka bernyanyi. “Di sini senang di sana senang di mana-mana hatiku senang 2x lalalala lalalal 3x” mereka tertawa semua.

Jalan menuju sungai sangat indah. Melewati hutan pinus yang rindang dan sejuk. Jalanan berbatu dengan haluan menanjak dan menurun. “Hem.. bau segar sungai. Ayo kita hampir sampai” kata Rere. “Jangan lari nanti jatuh” seru Eka memperingatkan mereka yang berlari di depan. “Wah.. akhirnya kita sampai” seru Nani dengan sumringah.

Setelah sampai di tepi sungai, mereka mulai bersiap-siap untuk bermain air. Sungai di sana sangat jernih dan mengalir tenang. Ikan-ikan dapat terlihat dengan jelas. Dengan membawa bakul nasi mereka mulai masuk ke air untuk menangkap ikan. “Yey, aku dapat satu” seru Nani kegirangan dengan mengangkat bakul yang berisi ikan. “Wah, aku juga” lalu Alina ke darat untuk menaruh ikan ke dalam ember kecil. “Asyik, aku juga dapat” seru Eka. “Uh, aku belum dapat teman-teman” kata Rere sambil jeli menerawang ke dalam air. “Coba deh ke sini. Di sini banyak” ajak Alina. “Yey, akhirnya aku dapat juga” seru Rere sambil melompat-lompat kegirangan.

Mereka berempat sangat asyik mencari ikan. Setelah ikan yang mereka tangkap cukup banyak, mereka mulai bermain air. Tanpa disadari, mereka sedang diawasi oleh dua orang asing dari seberang sungai. Kedua orang itu terus mengawasi Alina, Eka, Nani dan Rere hingga mereka selesai bermain air. Orang asing itu mengikuti mereka dari belakang.

Setelah mereka berempat sampai di pertigaan yang menuju antara hutan dan perkampungan, tiba-tiba mereka di kagetkan oleh kedua orang asing tersebut. “Berhenti!” teriak orang asing yang berambut panjang. Mereka berempat pun berhenti. “Dik, kami tersesat. Saya mau tanya kemana arah menuju kebun apel?” tanya orang asing yang memakai topi dengan tersenyum hambar. “E.. di sana ke arah barat” Eka menunjuk arah kebun apel. “Apa jauh dik tempatnya?” tanya orang asing yang memakai topi. “Tidak, kira-kira setengah kilometer dari sini” jelas Rere. “Bagaimana jika adik antar saya, nanti saya beri apel sekeranjang?” bujuk orang asing yang berambut panjang.

Tanpa ada perasaan curiga Eka mengiyakan usulan tersebut. Sedangkan Rere sedikit ragu sambil melihat ke arah Alina dan Nani. “Bagaimana?” tanya Rere kepada Alina dan Nani. “Entahlah, hari sudah siang. Aku tahut dimarahi ibuku” jawab Alina. “Kamu bagaimana, Nan?” tanya Eka pada Nani. “Iya.. mama pasti sudah menungguku di rumah”. “Kalau begitu Alina dan Nani pulang duluan saja. Aku dan Rere akan mengantar bapak ini ke kebun apel” kata Eka. “Iya, setelah itu kami akan pulang” kata Rere.

Mereka semua sepakat, akhirnya Eka dan Rere mengantarkan kedua orang tersebut sedangkan Alina dan Nani pulang ke rumah. Setelah melewati pepohonan pinus yang rimbun, sampailah mereka di kebun apel. “Nah, itu pak kebun apelnya” Rere menunjuk ke arah kebun apel di depan. “Oh, iya. Ayo masuk dulu, saya ambilkan buah apelnya” kata orang asing yang memakai topi sambil mendorong Eka dan Rere.

Setelah itu Eka dan Rere duduk di depan gubuk sembari menunggu orang asing tadi membawakan mereka sekeranjang apel. Karena lama orang asing itu tidak kunjung datang, akhirnya mereka berjalan-jalan untuk melihat-lihat. Tiba-tiba orang asing yang berambut panjang keluar dari sebuah pondok sambil menelepon seseorang lalu Eka dan Rere bersembunyi dibalik dinding pondok. “Halo bos? Kita sudah dapat dua gadis muda. Kita sekarang ada di perkebunan apel Margo Sari. Baik bos kami tunggu kedatangan bos. Baik” kata orang asing berambut panjang. Sontak Eka dan Rere terkejut dan bingung. “Apa yang orang asing itu bicarakan? Dua gadis muda?” Rere mengerenyitkan dahi. “Entahlah. Jangan-jangan…” seru Eka dengan gelisah dan takut. “Jangan-jangan apa?” tanya Rere dengan gemetar. “Jangan-jangan mereka mau menculik kita” jawab Eka. “Oh tidak.. apa yang harus kita lakukan?” tanya Rere dengan sedih.

Tiba-tiba orang asing yang memakai topi sudah berdiri di belakang mereka lalu menyuruh Eka dan Rere masuk ke dalam gubuk. Mereka berdua begitu takut, panik dan binggung. Mereka berusaha mencari cara untuk melarikan diri. Karena mereka berdua berisik, akhirnya orang asing tersebut menutup mulut dan mengikat tangan mereka.

Sementara itu, Alina dan Nani memikirkan nasib Eka dan Rere. “Nan, apa kamu tidak curiga dengan kedua orang asing tadi?” tanya Alina khawatir. “Sebenarnya aku curiga kepada orang asing itu tetapi aku takut mengatakannya tadi” jawab Nani. “Aku tahu.. lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?’ tanya Alina dengan sedih. Sambil duduk-duduk di depan rumah Alina mereka memikirkan cara untuk menolong Eka dan Rere. “Aku punya ide. Bagaimana jika kita menjemput Eka dan Rere lalu mengajak mereka pulang” kata Nani. “Ide yang bagus. Lalu orang asing itu akan menangkap kita juga” kata Alina sambil manyun. “Kalau begitu kita ajak kak Ali saja” seru Nani. “Oh, iya kak Ali. Bagaimana tidak terpikirkan olehku” kata Alina.

Setelah itu mereka berdua mencari kak Ali ke lapangan. Setelah menjelaskan semuanya mereka bertiga menuju perkebunan apel Margo Sari. Setelah sampai di kebun apel, mereka mengawasi keadaan di dalam lewat celah kecil. Mereka mencari posisi kedua orang asing tersebut. “Apa kalian sudah menemukan posisi orang asingnya?” tanya kak Ali. “Belum kak” kata Nani sambil mengawasi. “I, itu kak sebelah sana” Alina menunjuk ke arah pondok. “Ya aku juga melihat. Berapa orang yang kalian lihat?” “Hanya satu” kata Alina. “Itu, satu lagi menuju ke arah utara” Nani menunjuk ke gubuk kecil” seru Nani. “Mungkin mereka di sekap di dalam gubuk itu” kata Alina. “Benar. Kalau begitu kalian tunggu disini. Jangan kemana-mana, jangan berisik dan doakan kakak ya” pinta kak Ali. “Baik kak, hati-hati” kata Alina dan Nani.

Dengan perlahan kak Ali memasuki area perkebunan lalu diam-diam mengikuti orang asing yang memakai topi masuk ke dalam gubuk. Dengan membawa kayu balok, kak Ali memukul orang asing itu dari belakang. Seketika orang asing itu sempoyongan lalu pingsan. Setelah itu kak Ali melepaskan ikatan Eka dan Rere lalu mereka bertiga keluar gubuk untuk melarikan diri. Sambil mengawasi sekitar, mereka bertiga berjalan perlahan hingga akhirnya mereka sampai di depan gerbang. Tiba-tiba orang asing yang berambut panjang meneriaki mereka bertiga dari belakang. “Hey, mau kemana kalian?” seru orang asing itu. “Ayo kalian berdua cepat lari” suruh kak Ali. Mereka berdua lari hingga keluar kebun, lalu Alina dan Nani menarik tangan Eka dan Rere untuk bersembunyi di pepohonan sebelah kebun apel. Sedangkan kak Ali berusaha melawan orang asing yang berambut panjang.

Beruntung ada kak Ali karena kak Ali jago bela diri. Dengan gerakan lincahnya kak Ali dapat menghindar dari perlawanan orang asing itu dan akhirnya kak Ali dapat merobohkan orang asing yang berambut panjang tersebut. Dengan napas yang tersengal-sengal kak Ali menghampiri mereka berempat. “Apa kalian baik-baik saja?” tanya kak Ali sambil bercucuran keringat. “Kami semua baik-baik saja kak” lalu mereka memeluk kak Ali. “Terima kasih semua telah menyelamatkan kami” kata Eka. “Iya sama-sama. Lain kali jangan berbicara dengan orang asing ya. Jangan pula membantunya, jika melihat orang yang mencurigakan langsung lari saja. Karena kita tidak tahu apa orang itu baik atau tidak, oke?” seru kak Ali. “Oke kak” jawab mereka berempat. “Ayo kita pulang. Orang tua kalian pasti khawatir di rumah.” Ajak kak Ali.

Setelah kejadian itu Alina, Eka, Nani dan Rere lebih waspada terhadap orang yang belum mereka kenal. Mereka juga mengikuti pelatihan bela diri bersama kak Ali agar mereka dapat membela diri jika suatu saat dibutuhkan.

SELESAI

Cerpen Karangan: Agus Purnamasari
Facebook: https://www.facebook.com/loveDBA4ever

Cerpen Persiapkan Dirimu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Bukan Putri Salju

Oleh:
dear diary.. setiap ku toreh kisah ku dalam lembar diary ini, itu artinya masa hidupku tak lagi panjang, semakin banyak lembaran yang terisi maka semakin habislah lembaran yang kosong

Paris Story

Oleh:
Halo, namaku Felin Deltaria. Panggil aja Delta ya… Oh iya, aku tinggal di Jakarta. Rencananya minggu depan aku akan pindah ke Perancis, tepatnya di Paris. Akhirnya tibalah hari aku

Dear Friend

Oleh:
Seorang remaja berlari menuju gerbang sekolah yang sudah ditutup 30 menit yang lalu. Ebenhaezar Raturandang, remaja umur 16 tahun. Remaja yang lugu dan manis keturunan China-Makassar. Ia kebingungan dan

Skuad Para Pemimpi

Oleh:
Setiap kejadian hidup akan tersimpan secara sistematis di dalam memori otak dan hal-hal kecil bisa memicu kenangan itu. Kenangan adalah sesuatu yang menyenangkan, bagian-bagian kecil dari masa lalu. Kadang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *