Pesan Kesedihan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Nasihat, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 13 January 2018

Jam sekolah sudah selesai. Pasukan siswa keluar ramai ramai penuh suka cita, Bak semut pohon keluar dari sarangnya. Hari ini aku males banget pulang ke rumah, entah apa yang bikin aku malas seperti ini? Lebih jelasnya aku mungkin cemburu pada kasih sayang ibu aku kepada anak orang lain… iya tentu, kenapa tidak? Hampir tiap hari waktu ibu selalu sibuk mengurusi anak dari keponakan ayah aku. Sampai dia lupa ada anak lain yang lebih penting untuk diurus, yaitu aku!!

Oh iya, kenalin nama aku Zahra. Aku anak ke dua dari dua bersaudara. Tapi karena kakak aku meninggal sewaktu masih kecil, aku jadi anak satu satunya kedua orangtuaku.

Selepas pulang sekolah. Aku yang biasanya pulang ke rumah. Tidak aku lakukan, aku hanya duduk menyendiri di sebuah taman. Tempatnya sih cukup luas, nyaman dan lokasinya berada tak jauh dari sekolahan aku. Suasananya pun memang pas buat tipe orang seperti aku ini. Yupz, kata orang orang aku anak pendiam, pemalu dan hobinya selalu menyendiri. Tak banyak pergaulan, paling aku ngisi waktu luang selagi santai cuma baca baca buku atau enggak corat coret bikin cerpen. Itu keseharianku!!

Di buku diary, aku tuliskan sebuah puisi. Kata demi kata mulai aku susun baik merangkaikan untuk menjadi satu bait puisi yang terkesan indah dan menyentuh hati.

Tahu kah kamu

Hujan begitu ramai menemani kesendirianku
Angin begitu sejuk memeluk dingin kesepianku
Mengingatmu aku merasakan dalamnya rasa rindu

Bukan tentang cinta dan kasihmu untuku
Melainkan terpikir seperti apa rasanya bertemu dengan dirimu

Pena itu aku lepas di sela buku yang aku tutup. Lalu aku menarik nafas dan bersandar pada tepi belakang bangku. Dan aku merasa tak ada beban lagi. Puisi tadi memang telah meruntuhkan beban masalahku. Saat ini aku memang sedang butuh seseorang yang bisa aku jadikan sandaran masalah pribadiku. Tapi itu gak gampang, aku mencoba terima kenyataan ini bila harus mengahayal sesuatu yang belum pasti. Yaitu tentang cinta..

Kriiing, kriiing,
Bunyi suara itu membangunkan aku dari lamunan indah. Ada telepon masuk di handphone aku. Anazmi menelepon, ada apa yah?

Anazmi adalah temen aku. Dan aku kenal dia pun masih dibilang masih baru. Anaknya sih asyik dan seru untuk diajak ngobrol.

“Lagi sibuk yah?” Tanya dia.
“Nggak?” Jawab aku.

“Aku ke rumah yah, udah pulang kan”
“Aku ada di taman deket sekolah, belum pulang”
“Ya udah aku ke sana sekarang. Gak pake lama. Ok”

Klik.
Telepon terputus. Belum juga dijawab bisa apa enggaknya sudah main ambil keputusan saja. Dasar memang selalu ngeselin kelakuan dia!! Gimana ini udah sore lagi, takut keburu magrib nungguin anazmi datang. Apalagi saat aku tengok ke atas, langit sudah pelan pelan muncul awan gelap, bentar lagi mau hujan. Ngeselin bener ini orang, mau pulang juga gak enak hati. Serba salah jadinya, cowok yang satu ini memang bisa bikin gue panik sendiri.

Hampir ada lima belas menit gue prediksi, Anazmi muncul dengan motor matic hitam milikinya, uniknya dari tadi suara knalpotnya tak gue denger. apa aku yang mulai budek yah atau motor dia yang agak pemalu?
Sejenak terlihat dia merapikahkan pakaiannya di halaman parkir. Merias rambutnya di kaca spion motor. Lalu dia senyum ke arah aku, berjalan tanpa gaya hanya bersiul tengok kanan kiri. Kocak abis.

“Sorry, nungguinnya lama yah”
Anazmi duduk di sebelah aku. Masih senyum cengar cengir. Kalau dibilang ganteng, jujur saja dia agak item. Badannya kurus dan tak terlalu tinggi. kalau lagi senyum, tampak giginya memang putih tapi banyak lubang kayak jalanan sawah. Kejam juga ngomong tentang dia. Tapi dia baik, bisa dipercaya dan yang paling aku suka dari dia, tangung jawabnya hebat. Apa mungkin ini adalah do’a tadi aku, tuhan mengirim anazmi buat temani hidup aku. Mudah mudahan salah, Aminn.

“Iya lumayan sih”
“Ehm. Aku ke sini karena mimpi. Aku disuruh temui kamu oleh kakek tua berjenggot”

Tuh kan bener, Ya tuhan. Kalo memang ini kehendak-Mu. Aku sebenarnya pngen dikirim cowok ganteng, tubuhnya agak tinggi, kulitnya agak putihan dikit. Bukan orang seperti yang ada di depan aku sekarang, Tapi aku juga memang gak boleh egois. Siapa aku? Aku hanya seorang gadis yang tak sempurna.

“Jujur, aku gak percaya. Makanya aku temui kamu takut kamu kena masalah. Tapi syukurlah kalo kamu baik baik saja.”

Subhanallah, segitunya dia khawatir tentang keadaan aku. Sungguh baik kamu Anazmi. Beruntung aku punya temen seperti kamu, biar pun kamu tak pernah aku pedulikan. Tapi kamu kekeuh masih mau anggap aku ini ada di hidup kamu.

“Balik yuk, aku anterin kamu” usulnya.
“Ya udah, ayoo” jawab aku tanpa basa basi lagi.

Aku sudah dibutakan dunia. Nafsu aku mengejar sesuatu yang sempurna memang salah!! karena pada dasarnya manusia itu memang sudah terlahir semuanya sempurna.

Aku yang duduk di jok belakang, menikmati perjalan yang begitu lenggang di sore hari. Tadi yang kelihatan akan turun hujan mendadak awan mulai tampak cerah, seperti hati aku saat ini, terimakasih Anazmi. Apa yang pernah kamu lakuin buat aku, tak akan aku lupakan!

Tiba di depan rumah aku. Sengaja aku tahan dulu Anazmi pulang. Kiranya ada sesuatu yang ingin aku tanyakan serius pada dia langsung.

“Aku mau tahu, kenapa kamu sangat baik sama aku”
Anazmi menatap. Aku kaget. Baru kali ini aku temui cowok yang bisa bikin aku jadi penasaran banget seperti ini.

“Kamu orangnya baik. Dan hal terpenting, kamu beda dengn cewek lain, mereka selalu menjauh kalau aku deketin. Tapi kamu, bisa menerima apa kekurangan aku yah meski aku lihat kamu hanya sekedar kasihan saja. Tapi aku seneng. Dan aku berharap semoga kita bisa terus sahabatan seperti ini” kata anazmi menarik nafas “udah yah, aku balik.” Tutupnya. Lalu pergi.

Ternyata dia hanya menganggap aku sebatas sahabat. Yah bagus sih, Akan tetapi kenapa aku mulai merasa nyaman ketika ada di dekat dia, beban masalah aku hilang dibuat tertawa lewat kelakuan konyolnya. Duh kenapa aku jadi baper begini? Apa mungkin anazmi sudah memberi bekas kenyamanan di hati aku? Entah, saat ini aku mulai mengagumi sosok cowok yang bernama Anazmi.

Malam harinya aku yang selalu corat coret di buku diary. Tidak aku lakukan, serasa aku lebih ingin berbaring di atas ranjang. Padahal sekarang sudah jam 12 malam, aku belum juga bisa tidur. Pikiran aku terisita pada satu nama yaitu anazmi. Dia berhasil membuat aku senyum senyum sendiri saat aku membayangkan kelakuan konyol dia ketika lagi berdua bersama aku. ah, lelaki itu kenapa sekarang terus aku pikirin. Ada apa dengan aku? Apa aku jatuh cinta pada Anazmi? Namun, menurut ramalan bintang minggu ini asamaraku tengah merasakan mudah jatuh cinta, dan apa itu Anazmi jawabannya? .. aku memang bertemu dengan Anazmi, sering ketemu waktu dia main ke rumah bersama Uje.

Uje itu temen aku sekaligus temen dia juga, aku kenal Anazmi dari Uje. Tapi tak ada perasaan apa-apa saat itu. Aku sama sekali tak suka dengan Anazmi. Melirik ke arah dia pun males. Tetapi di hari ini, ramalan itu Mengisyaratkan aku jatuh cinta pada Anazmi. Itu artinya om gemini perlu dipertanyakan?

Esoknya. Aku merasa ada sesuatu yang hilang. Seharian ini Anazmi tak memberi kabar apapun, seperti hilang ditelan bumi. Apa segitunya aku berharap. Apa mungkin Aku sudah membuat hati ini menyukai sosok lelaki item, jelek dan bertubuh pendek itu? Pikiran aku bertanya tanya terus. ke mana anazmi? Aku mulai gelisah karena ulah dia.

Hingga malam kembali lagi bertemu. Anazmi masih tak mengirim pesan satu pun atau telepon masuk sekalipun dari dia. Aku pun putuskan untuk hubungi dia saja, Saat telepon aku diangkat. Terdengar suara cewek yang jawab telepon itu. Siapa dia? Apa pacarnya?

“Halo” sapanya.
“Iya. Eh, Anazminya ada nggak? Ini Zahra temennya?”
“Oh. Maaf, anazmi. Tadi pagi beliau meninggal dunia”

Aku kaget mendengar jawaban cewek itu. Dia mengatakan Anazmi sudah meninggal, aku tak langsung percaya. Setahu aku kemarin Anazmi baik baik saja. Dia kelihatan begitu sehat dan ceria. Cewek itu lalu cerita, kalo Anazmi memang sebelumnya gak sakit, meninggalnya itu tiba-tiba saja. aku pun terduduk di tepi ranjang, mematikan telepon itu dan menatap tajam ke arah jendela yang gordennya sengaja masih di buka.
“Anazmi sudah meninggal” kata aku pelan.

Aku sampai meeteskan air mata setelah tahu Anazmi sudah tiada. Tak terbayang kini aku bakalan ditinggal pergi selamanya oleh dia. Aku sangat bersedih hari hari aku nanti tak lagi bisa melihat Anazmi. Aku akan merasa begitu kehilangan seorang teman baik, selalu kasih perhatian dan begitu amat peduli pada hidup aku seperti Anazmi. Padahal baru saja kemarin aku ketemu dia, dianterin pulang oleh dia, mengobrol sebentar dengan dia. Dan sekarang ada kabar dia sudah meninggal. Aku semakin tak kuasa menahan air mata, sangat berduka cita atas kepergian Anazmi. Satu satunya lelaki yang sudah bisa buat aku merasa nyaman, bisa mengerti keadaan aku dan selalu membuat hari hariku ceria karena dia.

Terpikir, kemarin Anazmi pernah cerita kalau dia telah bermimpi didatangi oleh kakek berjenggot untuk temui aku. Mimpi itu mungkin sebuah pesan dan Anazmi sudah punya firasat tentang kematianya. Dan sebelum meninggal, dia pengen bertemu dulu dengan orang yang dia sayangi, yaitu aku.

Kematian itu memang siapa yang tahu? Hanya tuhan yang tahu. Kita selaku umat manusia tak ada apa-apanya di mata sang maha pencipta.

Satu pesan yang ingin aku sampaikan. Jagalah orang yang sayang pada kita, jangan biarkan dia kecewa akibat ulah kita, atau kita abaikan keberadaannya. Karena kehadiran orang itu jika dia sudah tidak lagi bernafas lagi, suatu hari nanti seburuk apapun kenangan indah bersama dia pasti akan kita rindukan. Setiap pertemuan pasti ada perpisahan, dan perpisahan yang menyedihkan adalah kematian. Selamat jalan Anazmi!!

Cerpen Karangan: Yono Suryono
Blog / Facebook: Ayonoblogspot / yono Anazmi
aku orang nya pemalu, pendiam dan aku lebih senang menyendiri. jangan salah paham, aku menyendiri bukan sedang uji nyali. tapi aku lebih nyaman bila aku sendiri.

Cerpen Pesan Kesedihan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


MoU Cinta (Part 4)

Oleh:
Kemarin adalah hari yang cukup melelahkan buatku. Untungnya, salah paham antara aku dengan Lola dapat selesai hari itu juga. “Kenapa melamun aja?” tanya Davi atau aku harus memanggilnya Virzha

My Live With My Best Friend

Oleh:
Namaku Arnetta fasya sayyidina, Biasa dipanggil, Fasya. Aku anak tunggal. Setiap hari, aku hanya menari nari kan jari jemariku di keyboard laptopku ini. Ya, hanya untuk berfacebookan, atau sekedar

Hilang

Oleh:
Huh dia lagi, dia lagi. Tak bisa aku lepaskan pikiran tentang dia yang sangat menjengkelkan itu. Setiap pagi, yang seharusnya aku senang dan semangat akan pergi ke sekolah dan

Sephia

Oleh:
Sabar adalah guru paling hebat dalam hidup ini. Sabar mengajariku bagaimana mengendalikan dan mengatasi musuh terbesar dalam hidup ini. Nafsu. Sabar pula yang membuatku mencintai wanita dengan hati. Menjadi

Tak Ada Bukan Berarti Tak Hidup

Oleh:
‘Tik.. Tik.. Tik..’ Hujan masih terdengar membasahi luar jendela panti yang saat ini masih menjadi tempat favoritku. Aku hanya duduk terdiam memandangi hal-hal yang mungkin terjadi untuk masa depanku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *