Planet Cokelat

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Nasihat
Lolos moderasi pada: 17 July 2017

Pagi ini aku terbangun dengan mimpi aneh, mimpi yang menyenangkan dan seru jika itu adalah kenyataan.
Aku bermimpi jika aku berada di planet cokelat yang sangat menggiurkan, di sana terdapat berbagai jenis cokelat yang pasti rasanya enak.

“Zella, apa kamu sudah bangun nak?” Panggil ibuku di balik pintu kamar.
“Iya bu, aku sudah bangun” Jawabku.
“Kalau begitu ayo turun ke bawah, kita sarapan bersama” Ajak ibuku.
“Baiklah, aku datang” Sahutku, lalu bergegas mandi, memakai baju dan tak lupa aku juga sedikit berdandan.

“Pagi ibu” Sahutku dan menciumi pipi kanan dan kirinya.
“Pagi sayang” Balasnya menciumi pipiku.
“Bu, apa ibu tahu soal planet cokelat, apa ada bu planet seperti itu?” Tanyaku pada ibu mengenai mimpiku tadi malam.
“Apa? Planet cokelat katamu? Hmm.. mimpi lagi ya?” Ocehnya balik bertanya, namun dengan senyum yang misterius.
“Aku memang bermimpi, tapi terasa nyata bu, kuharap ada planet seperti itu dan aku bisa mengunjunginya” Jelasku dengan nada yang penuh dengan kesungguhan.

“Ibu rasa.. kau bisa ke planet itu, planet cokelat memang nyata” Terangnya dan itu membuatku tersedak makanan.
“A..a..apa? Apa benar bu? Bagaimana ibu bisa tahu? Apa bisa kita kesana?” Ocehku panjang lebar.
“Tentu dong sayang” Ucapnya santai.
“Kapan? Naik apa?” Tanyaku lagi.
“Kita kan bisa berteleportasi sayang” Jawab ibuku santai lagi, apa ini benar ibuku?
“Ibu, aku sedang serius, tidak bercanda” Sahutku dengan nada yang serius sekali.
“Kita pakai ini” Ucap ibuku sambil memperlihatkan benda aneh, kudeskripsikan benda itu berbentuk bintang dengan 1 tombol di masing-masing bagiannya, sejak kapan ibu punya benda seperti ini?
“Ini apa bu?” Tanyaku lagi, rasanya aku benar-benar tidak percaya pada ibu saat ini.
“Alat untuk berteleportasi, cepat habiskan makananmu, kita berangkat sekarang juga” Ucap ibuku dan pergi ke kamarnya, entah dia ingin melakukan apa.

Aku pun segera menghabiskan makananku, dan menunggu datangnya ibuku. Tak lama ia keluar dari kamar dan berpakaian serba cokelat.
“Sayang, pakai baju ini, ayo cepat kita pergi ke planet cokelat” Ucapnya.
“Ini bukan mimpi kan bu?” Ambiguku.
“Ini nyata sayang, planet cokelat memang ada, kita berasal dari planet itu, kemudian karena suatu sebab kita harus menetap di bumi untuk beberapa waktu. Sepertinya mimpimu itu adalah panggilan pulang dari ayahmu” Jelas ibuku panjang lebar yang sedikit bisa kumengerti.
“Oke, aku percaya” Ucapku dan mengganti pakaianku dengan baju serba cokelat tersebut.

Beberapa menit kemudian aku siap, dan segera menyusul ibuku di ruang tamu.
“Ibu, aku sudah siap”
“Ayo sini sayang, tutup matamu setelah aba-aba ibu yang ketiga” Perintahnya.
Satu… Dua… Tiga…
Aku merasakan seperti dibawa oleh dimensi waktu melewati ruang hampa dengan kecepatan maksimum, ini nyata dan ini benar-benar membuatku semakin percaya jika aku sedang berteleportasi menuju ke planet cokelat.

Tak lama kemudian aku dan ibu sampai di suatu tempat yang kuyakini adalah planet cokelat.
“Wow, planet ini penuh dengan cokelat-cokelat lezat bu” Sahutku kegirangan.

Aku pun pergi berkeliling dan sesekali mencicipi kelezatan cokelat itu.
Ada banyak sekali jenis cokelat di sini, ada pohon cokelat kacang, ice cream cokelat, lolipop cokelat raksasa, danau cokelat, gunung kue cokelat, roti awan rasa cokelat, air mancur cokelat, taman bunga cokelat, bahkan rumah-rumah disini terbuat dari cokelat yang kelihatannya enak sekali jika dimakan. Pokoknya semua yang ada di sini adalah cokelat, tentu saja!

Tempat ini adalah tempat yang paling indah, kebetulan sekali makanan favoritku adalah cokelat dan aku berasal dari planet ini.
Mungkin aku tidak akan mau pulang ke bumi, lebih baik aku tinggal di sini bersama ibu.

Aku pun pergi mencari ibuku dan mengungkapkan keinginanku untuk tinggal di sini, namun apa yang kulihat di sana ibu sedang bercengkrama dengan seorang lelaki yang kelihatan akrab sekali dengan ibu. Apa jangan-jangan itu ayahku?

“Ibu! Aku mau tinggal di sini bu, boleh kan bu” Sahutku setelah sampai di tempat ibuku berpijak dengan sesekali melirik lelaki yang barusan berbicara dengan ibuku.
“Boleh kok sayang” Ucap ibu sambil mengelus-elus puncak kepalaku.
“Asyiiik” Teriakku kegirangan.

“Sayang.. ini ayah nak” Sahut lelaki itu, benarkan dia adalah ayahku.
“Ayah? Ayahku? Ayaaaahhh! Aku rindu ayah!” Ucapku dan melepas kerinduan dengan memeluk ayahku dengan erat seakan takut kehilangannya lagi.
“Maafkan ayah nak, ayah harus mengirimmu ke bumi, karena planet cokelat belum memiliki persediaan makanan sehat untuk memberi makanan pada bayi” Jelas ayahku, jadi waktu kecil aku dan ibuku diungsikan ke bumi untuk itu, sekarang aku mengerti.
“Tapi jangan khawatir sayang, sekarang planet cokelat sudah memiliki berbagai jenis makanan sehat, jadi kita bisa hidup damai di sini dan tak perlu takut karena makan-makanan tidak sehat.

Pesan: Kita boleh memakan makanan yang kita suka, tapi jangan lupakan kesehatan kita juga yang harus dijaga agar tubuh kita selalu sehat. Ingat ya 4 Sehat 5 Sempurna!

Tamat

Cerpen Karangan: Yama Syani B.
Facebook: Yama Yoona

Cerpen Planet Cokelat merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Buah Kesabaran

Oleh:
Hari menjelang siang. Di tepi perkampungan hewan, kancil dan jerapah duduk di bawah pohon beringin. Kedua tangan mereka terlihat mengelus-elus perut yang mengerut. “Kancil, aku lapar sekali. Sedari pagi

Maafkan Kami Melati

Oleh:
“Uh! aku benci kali sama New Student itu!!!”. Pada saat istirahat, Sepasang sahabat, Bhinta dan Trika membicarakan anak baru di kelas mereka. Nama anak baru tersebut Ialah Putrisa Melatia

Kisah Lia dan Kawan Kawan

Oleh:
Lia, Misya, Reitha dan Stevanie bersahabat akrab. Mereka bersekolah di Rou Elementary School (RES), sekolah mahal. Lia adalah anak yatim piatu. Ia bisa masuk RES, karena mendapat beasiswa. Lia

Kau Tak Pernah Berjalan Sendiri

Oleh:
Entah ini adalah kali keberapa Kayla ingin mengakhir hidupnya, namun selalu gagal, entah ketahuan atau tiba tiba ia diganggu oleh kawanan kawanan hantu yang sering mengganggunya, ya, Kayla merupakan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *