Roda Yang Berputar

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Nasihat, Cerpen Pengalaman Pribadi
Lolos moderasi pada: 24 September 2016

Masih jelas terekam di ingatanku 16 tahun yang lalu. Saat itu aku memasuki masa SMP. Kedua orangtuaku memutuskan untuk menyekolahkanku di sebuah pesantren, di Jakarta. Sedangkan mereka masih menetap di timur Indonesia. Semuanya masih kuingat. Perasaan gundah itu, perasaan sedih. Perasaan seorang anak usia 13 tahun yang lugu dan polos ketika harus terpisah ribuan kilometer dari orangtuanya.

Orangtuaku menitipkanku pada saudara di Jakarta. Mereka pun tak selalu datang menjengukku di akhir pekan karena kesibukan masing-masing. Aku hanya mampu menatap sendu saat teman-temanku bercanda ria dengan orangtuanya di akhir pekan. Saat teman-temanku membawa kantung plastik besar berisi berbagai jenis makanan dari orangtuanya, aku hanya menelan ludah.

Orangtuaku tetap menjagaku dari jauh. Tetap mengirimkan uang saku untukku. Tapi entah mengapa, aku sering kelaparan sehingga uang saku dalam sebulan selalu saja habis sebelum waktunya. Bila sudah demikian, dengan terpaksa aku meminta makanan dari teman sekamarku. Awalnya mereka biasa saja. Lama kelamaan aku akhirnya tahu mereka tidak suka. Aku dicap suka meminta-minta. Pedihnya hatiku ketika mengetahui hal itu. Beberapa teman sering memandang remeh diriku, yang ketika itu terlihat kurus, tak pernah dijenguk orangtua, dan sering meminta-minta makanan. Ah betapa hinanya rasanya.

Namun akhirnya kebahagiaan itu datang. Orangtuaku pindah ke Jakarta. Sejak saat itu hidupku berubah. Setiap akhir pekan mereka selalu menjengukku dengan membawakan banyak makanan. Akhirnya perlahan teman-temanku tidak lagi memandang remeh diriku, walaupun beberapa masih tetap ada yang memandangku sebelah mata, dan enggan berbicara denganku. Usiaku memang masih muda, tapi aku mampu membaca itu semua.

Ah… itu masa lalu. Tidak lama aku bersekolah di pesantren itu. Hanya 3 tahun. Lulus SMP aku pun keluar dan disekolahkan oleh orangtuaku di salah satu SMA swasta ternama di kotaku. Lulus SMA aku berhasil masuk ke fakultas kedokteran dan pada akhirnya lulus tepat waktu menjadi dokter dalam waktu tak lebih dari 6 tahun. 2 tahun masa koas aku jalani tanpa dibebani biaya semesteran dikarenakan aku mendapatkan beasiswa ikatan dinas.

Setelah lulus jadi dokter, kampusku menarikku sebagai dosen kader dan saat ini aku tengah menjalani program magister di salah satu universitas negeri ternama di Jakarta. Aku pun telah menikah dan dikaruniai seorang putri. Suamiku, yang juga seorang dokter adalah teman kuliahku dulu. Saat ini suamiku tengah menjalani pendidikan dokter spesialis bedah saraf di salah satu universitas negeri di Indonesia. Alhamdulilllah, semua karena izin Allah aku menapatkan berkah yang begitu luas.

Satu pelajaran yang perlu dipetik: jangan pernah meremehkan orang lain, siapapun itu. Karena kita tak pernah tahu takdir kita beberapa tahun ke depan. Roda selalu berputar.

Cerpen Karangan: Mrs. NN

Cerpen Roda Yang Berputar merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Seseorang Di Dunia Maya

Oleh:
23 Mei 2015, hari yang paling bersejarah bagiku. Yaitu kebal dengan seseorang yang sangat aku sayangi di Dunia Maya, aneh ya? Tapi inilah Kami! Waktu itu aku lagi online

Kisah 3 Ekor Kambing

Oleh:
Suatu hari, hiduplah seorang penggembala dengan tiga ekor kambing peliharaannya. Kambing pertama sangat kurus, tapi kambing itulah yang terpintar di antara kedua kambing lainnya, sehingga pemiliknya pun sangat sayang

Mencoba Hal Hal Baru

Oleh:
Tasya adalah anak yang masih duduk di bangku kelas 4 SD. Setelah melewati pelajaran Matematika yang terasa sulit bagi Tasya, sekarang saatnya pelajaran IPA, pelajaran favorit Tasya. Pelajaran IPA

C3 (Cinta Chandra dan Citra)

Oleh:
Memiliki seorang sahabat itu rasanya memang sangat indah. Terlebih karena sudah bersahabat sangat lama, yaitu dari mereka terlahir. Yang satu merupakan anak yang berkepribadian pemberani sedangkan yang satu laginya

Semua Untuk Ayah

Oleh:
Namaku alvi yang sudah menginjak umur 18 aku hidup di keluarga yang sederhana tapi itu menurutku sudah lebih dari cukup bahagia karena aku memiliki ibu dan ayah yang menyayangiku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *