Sarapan Untuk Bobi

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Nasihat
Lolos moderasi pada: 21 April 2018

Pagi hari seperti biasa Bobi sudah rapi dengan seragam sekolahnya dan siap untuk berangkat ke sekolah, Bobi biasa berjalan kaki ke sekolahnya karena rumah Bobi dengan sekolah jaraknya tidak terlalu jauh.

“Bob sudah siap belum?” Tanya ibu Bobi yang sedang mempersiapkan sarapan pagi untuk Bobi dan ayahnya.
“Udah kok bu, Bobi langsung berangkat ya”. Bobi segera memakai sepatunya dan bersiap untuk pergi.
“Sarapannya tidak dimakan Bob?” Kata ayah Bobi yang sudah duduk dimeja makan dan bersiap untuk sarapan pagi.
“Nanti aja yah, Bobi masih kenyang semalam sudah makan banyak”. Bobi memang jarang sarapan pagi ketika hendak pergi ke sekolah, dia berpikir saat Bobi sudah makan malam banyak, ketika pagi hari Bobi tidak perlu makan lagi.
“Sarapan dulu Bob, atau mau ibu bawain bekal saja?” Tanya ibu Bobi.
“Tidak perlu bu, nanti Bobi bisa makan di kantin saja.”
Bobi segera pamit kepada kedua orangtuanya dan berangkat menuju sekolah. Bobi berangkat lebih pagi ini karena akan ada upacara di sekolah dan Bobi bertugas untuk membacakan undang-undang dasar.

Sesampainya di sekolah Bobi segera menuju ruang kelasnya dan mempersiapkan diri untuk upacara bendera.
“Bob wajah kamu kok terlihat pucat ya?” Kata Indra teman sebangku Bobi yang saat itu juga baru tiba di ruang kelas.
“Ah masa In? mungkin karena aku capek lari dari rumah ke sekolah, soalnya aku takut terlambat upacara.” Jawab Bobi.
“Jangan-jangan kamu belum sarapan bob bahaya tuh?”
“Ah kamu sudah kelas empat masih sarapan saja, tidak lihat badan aku besar begini masa bisa sakit karena tidak sarapan?” Kata Bobi, lalu mereka segera menuju lapangan upacara.

Setelah upacara berjalan tibalah giliran Bobi untuk membacakan naskah undang-undang dasar, saat melihat ke arah teman-temanya yang berbaris Bobi merasa kepalanya pusing dan pandangannya kabur. Bobi berpikir mungkin karena cuaca yang hari itu cukup panas. Bobi sempat melihat ke arah Indra yang ada dibarisan depan dan Bobi melihat wajah Indra seperti orang yang cemas ketika memandang ke arah Bobi, namun Bobi tidak terlalu mempedulikan dan melanjutkan membaca naskah undang-undang dasar.

Tiba-tiba pandangan Bobi terlihat lebih kabur dari sebelumnya, dan Bobi tidak dapat mendengar suara dengan jelas di sekitarnya, sebelum pandangannya benar-benar hilang Bobi sempat melihat beberapa guru berlari menuju Bobi.

Tak berapa lama kemudian pandangan Bobi terlihat jelas kembali, kini ia dapat mendengar suara dengan jelas di sekitarnya, dan yang membuat Bobi terkejut ia sedang tertidur di ruang UKS, di sampingnya Bu Rika sedang membuat segelas teh, Bobi pikir itu untuk Bu Rika yang mungkin sedang kehausan.

“Eh Bobi, kamu sudah agak mendingan?” Tanya Bu Rika.
“Sudah bu, kok aku bisa tidur di sini ya bu? Bukannya tadi aku sedang baca naskah undang-undang dasar?”
“Tadi Bobi pingsan saat sedang bertugas, lalu dibawa ke ruang ini sama beberapa guru, sekarang Bobi minum teh ini pasti Bobi belum sarapan kan?” jelas Bu Rika.
Bobi segera bangun dari tidurnya dan meminum teh yang sudah dibuat Bu Rika.

“Tapi Bu, semalam aku sudah makan banyak kok, masa bisa pingsan”. Bobi masih kebingungan apa yang menyebabkan dia bisa sampai pingsan saat bertugas tadi.
“Bobi, sarapan pagi itu penting karena tubuh butuh tenaga untuk beraktifitas, karena saat perut kita kosong suplai nutrisi dan oksigen yang menuju otak akan terganggu karena tidak adanya energi. Untuk itu sarapan pada pagi hari sebelum memulai aktifitas sangat penting agar kita tidak pingsan secara mendadak.” Mendengar penjelasan Bu Rika sekarang Bobi sudah mengerti pentingnya sarapan.
“Pantas saja bu kalau di rumah, Ibuku selalu membuatkan sarapan pagi, dan ibu bilang kalau Bobi tidak sarapan nanti bisa sakit”.
“Iya makanya kalau Bobi sebelum pergi ke sekolah harus sarapan dulu biar bisa beraktifitas, tadi ibu juga sudah menelepon orangtua Bobi, kalau Bobi mau pulang dan beristirahat sudah diizinkan”.
“Bobi masih kuat kok Bu”. Kata Bobi sambil kembali meminum teh yang telah dibuat Bu Rika.

Tak lama kemudian Indra datang menjenguk Bobi dan membawakan beberapa makanan yang ia beli di kantin.
“Ini untuk kamu Bob, sudah aku bilang pasti kamu belum sarapan” Kata Indra.
“Iya In maaf ya aku jadi buat kamu repot juga ini”.
“Tenang aja Bob, sekarang lihat badan aku yang lebih kecil lebih kuat upacara daripada kamu”. Indra mengejek Bobi dengan sedikit tertawa kecil.
“Ah kamu In, lihat aja nanti aku sarapan yang banyak biar tidak kalah sama kamu kecil tapi makannya banyak.”
Lalu Bobi dan Indra segera kembali ke kelas untuk mengikuti pelajaran.

Cerpen Karangan: Rosario Grace Olivio
Facebook: Rosario Grace Olivio

Cerpen Sarapan Untuk Bobi merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sahabatku Saudaraku

Oleh:
Hari ini hari yang sangat sedih bagi sahabatku, Misya. dia sangat sedih karena ayahnya sudah meninggalkannya. dan sekarang dia tinggal dengan ibunya, dia menangis di dekatku sambil menutup wajahnya.

Kejutan Buat Milah

Oleh:
Namanya Anisa Firdaus Jamilah (Milah). Siswi kelas 4A Sdit Al-Kaarim ini mempunyai sepupu perempuan yang sangat cintai. Nama sepupunya Nathalina atau disapa Natha, dan Anasthasya atau disapa Thasya. Natha

Maafkan Aku, Ayah

Oleh:
Dunia ini begitu keras bagi perempuan lemah sepertiku. Kerasnya dunia sudah aku cicipi, seperti halnya “PACARAN.” Ya, aku mengenal pacaran tepat pada usia 15 tahun mungkin orang bilang itu

Hadiah Istimewa

Oleh:
Aku sungguh bahagia hari ini. Hari ini aku mendapat hadiah istimewa dari Papa dan Mama. Ingin tahu hadiahnya? Aku dapat hadiah jam tangan merek baru, yang berwarna putih. Sudah

Petualangan Muty

Oleh:
Saat itu, liburan tiba… Muty, Ibu, Ayah dan Radyt adik nya ingin berlibur ke rumah nenek di desa. Ibu telah mempersiapkan perlengkapan nya, siang itu pun mereka berangkat ke

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *