Smile Penolong

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Nasihat
Lolos moderasi pada: 10 October 2018

Di sekolah, aku mempunyai genk. Genk ku bernama Smile. Terdiri dari Salsha (Salshabilla Adriana), aku (Maurena Azzahra), Ina (Hanania Faudziyah), Lyka (Lykayla Revania), Ena (Henaisa Faudziyah adalah saudara kembarnya Ina). Di sekolah, kami dipanggil Smile penolong. Mungkin karena kami suka menolong orang (iih kepedeean ya.. hihihi).

Keesokan harinya, aku bangun dan membereskan tempat tidur. Lalu ku mandi. Selesai mandi, ku berpakaian rapi dan bergegas turun ke bawah. Di meja makan, sudah ada mama, papa dan kak Lauren (lupa kalau ada kakakku. oke namanya Laurena Azzahra sudah perkenalannya lanjut ke cerpen). Setelah berkumpul semua, Kami pun makan dengan lahap sebelum sekolah. Selesai makan, aku dan kak Lauren pun pamit pada mama dan berjalan menuju mobil papa.

Di mobil papa..
Di mobil, hanya ada sunyi. Karena kami sibuk dengan pikiran masing masing. 10 menit pun berlalu. Sudah sampai di sekolahku. aku pun segera berpamitan dan berlari menuju kelas.

Di kelas…
“Asalamualaikum Ina, Ena” sapaku.
“Waalaikumsalam Mauren” jawab mereka.
“Eh Salsha sama Lyka belum berangkat ya?” tanyaku.
“Belum. Emang kamu lihat mereka Mauren?” jawab sekaligus tanya Ena.
“Nggak lihat” jawabku.
“Lha itu tau kalau mereka belum berangkat!” tambah Ina.
Aku pun hanya cengengesan.
“Asalamualaikum Mauren, Ena, Ina!” sapa Salsha sama Lyka.
“Waalaikumsalam Salsha, Lyka” jawab kami.
“Eh tadi pak Robert bawa buku banyak lo! Bantuin yuk!” ajak Lyka.
“Yuk!” seru kami berempat.

Kami pun segera menuju lapangan. Dan membantu pak Robert membawa buku yang super banyak itu. Berat dan tebal pula bukunya. Saat sedang melewati lapangan muncul teriakan,
“Smile sang penolong, Smile sang penolong!”
Kami pun hanya tersenyum malu. Dan melanjutkan perjalanan.

Di kantor..
“Terima kasih anak anak” kata pak Robert.
“Sama sama pak! Ya udah kami pergi ke kelas ya, pak! Permisi” jawab kami.
Pak Robert pun hanya mengangguk tanda mengijinkan di sertai sanyumnya.

Di kelas..
“Eh, genk Smile jelek udah dateng!” ejek Gmail (terdiri dari, Giana, Meli, Anis, Ika, dan Lena) ialah genk yang selalu membully kami. Tetapi, kami pun hanya bisa menanggapi dengan sabar.
Saat mereka sedang mengolok olok kami, bu Chelsea pun datang. Bu Chelsea pun menerangkan pelajaran Matematika.
“Anak anak, setelah istirahat, nanti akan diadakan ulangan bab kemarin. Persiapkan diri kalian!” kata bu Chelsea.
Anak anak pun mengeluh satu sama lain.
Saat itu pun bunyi bel istirahat berbunyi. Teng, teng.
Aku dan teman teman di kelas untuk belajar. Sepuluh menit kami belajar. Selesainya, kami segera membeli jajan dan masuk kelas.

Di kantin..
“Eh, genk Smile jelek, jangan harap menjadi yang terbaik. Karena kamilah yang terbaik. Dan jangan harap kalian bisa mendapat nilai seratus nanti!” kata genk gmail saat bertemu kami di kantin.
Kami pun hanya tersenyum dan segera membeli jajanan lalu kami masuk kelas.

Di kelas…
Bel berbunyi… Tandany masuk kelas. Bu Chelsea pun masuk kelas.
“Anak anak, apa kalian sudah siap?” tanya bu Chelsea.
“Siap bu!” jawab kami.
Waktu 60 menit untuk mengerjakan 50 soal.
Kami pun mengerjakan dengan mudah dan teliti. Waktu pun cepat berlalu.
“Anak anak, ayo kumpulkan kertasnya, besok akan ibu bagikan ulangannya.” kata bu Chelsea.
Kami pun segera mengumpulkannya dengan percaya diri. Terkecuali genk Gmail. Mereka terlihat gelisah. Kami pun bertanya.
“Eh kalian kenapa? Kok gelisah gitu?” tanyaku.
“Eh loe Mauren jangan sok baik deh!” bentak Giana.
“Mauren memang baik kok” jawab Salsha,
Mereka pun segera pergi setelah mendengar perkataan Salsha.
Aku pun hanya diam. Waktu pun cepat berlalu. Pelajaran telah usai. Kami bun bergegas pulang.

Di jalan..
Kami berlima memilih jalan kaki bersama. Saat perjalan, kami melihat genk Gmail terperosok dalam lubang. Kami pun segera menolongnya. Mereka pun berterima kasih pada kami dan meminta maaf. Mulai hari itu, kami pun bersahabat.

Nasihat: jika ada teman yang tidak suka pada kita, atau suka membully kita, kita tak boleh membalasnya dengan kejahatan juga. Tetapi, membalasnya dengan kebaikan.

Cerpen Karangan: Adiva Rizqy Almira H.

Cerpen Smile Penolong merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Mid Night Sell Melelahkan

Oleh:
Halo semuanya, aku Gabby atau Abby. Aku akan menceritakan kejadian aku dan kawan-kawanku. Waktu itu malam minggu, aku, Ghea, Caesar (adikku), Arkam, Gabriella pergi ke mall Kota Kasablanka untuk

Teman Chatting Dara

Oleh:
Namaku Raina. Aku duduk di bangku SMP kelas 9. Ayahku seorang pengusaha. Namanya Dio. Ibuku bernama Minah. Ia adalah seorang Chef di Restoran mewah. Aku juga memiliki seorang adik

Setangkai Bunga di Tebing Gunung

Oleh:
Syifa Nisa Aulia, begitu nama lengkapnya. Aku memanggilnya dengan sebutan Bunda Nisa, karena Bunda telah mempunyai suami dan anak. Kehidupan keluarga Bunda begitu harmonis. Berbingkaikan cinta dan kasih sayang

My Little Friendship

Oleh:
Kicauan burung di pagi hari ini sangat menyejukkan hatiku yang sedang gundah. “Cheiril! Kemari!” panggil Mischa. “Ada apa, Mischa?” “Lihat! Ada murid baru!” tunjuknya. Aku melihat murid baru itu

Impianku Menjadi Pianis Terkenal

Oleh:
Hari ini hari yang kutunggu. Setelah lama menunggu. Katanya, hari ini SMP Mentari akan mengadakan seleksi untuk mengikuti lomba pianis tingkat internasional. Aku menggenggam erat tanganku yang bergerak dari

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *