Tangisan Sebutir Nasi

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Nasihat
Lolos moderasi pada: 14 September 2021

Saat istirahat sekolah, nani dan Bella bergegas menuju kantin sekolah. Sesampainya mereka di kantin, segera mereka memesan makanan favorit mereka, nani yang menyukai seafood dia memesan nasi goreng seafood dan es teh manis kesukaannya, sedang Bella memilih Siomay.

Setelah pesanan datang, mereka pun asyik dengan menu makan siang mereka masing masing. Namun sayang, baru beberapa suap nani menikmati nasi gorengnya, ia telah meletakkan kembali sendok dan garpu di atas piringnya.

“Kenapa, Nan? Udah kenyang?”
Nani mengangguk.
“Hm… Kebiasaan Nani deh,” sahut Bella. Dia tak asing lagi dengan kebiasaan sahabatnya itu. Kemudian lanjutannya, “Eh Nan, tahu nggak? Nasi itu bisa nangis lho, kalo kamu gituin terus.”
Nani, saat mendengar ‘nasi menangis’ langsung melotot. “Apa? Nasi menangis? Bercanda kamu, Bel!”
“Buat apa juga aku bohong ke kamu, Nan? Lihat aja nanti kalo nggak percaya.”

“Huhuhu… Kenapa kau begitu kejam? Apa salahku padamu hingga kau tega membuangku? Menghambur hamburkanku?.”
Nani tersentak. Badannya gemetar. Itu… Itu suara siapa? Dari mana asalnya? Nani memandang ke sekelilingnya. Namun tak dijumpai siapapun.

“Hai manusia! Lihat sekelilingmu! Masih banyak orang yang membutuhkanku. Kalau memang kau tak suka denganku, jangan perlakukanku seperti ini!”
“Tidaakk… Stop, stop! Ibu… Aku takuutt…” Nani menjerit-jerit tak karuan.
“Kenapa kau takut kepadaku?”
“Kau… Kau siapa? Tampakkan wujudmu padaku!”
“Hihihi… Aku ada di depanmu, lihatlah!”
Nani kaget sekali. Jantungnya hampir copot. Ditepuk tepuk pipinya, berharap ini hanya mimpi.
“kau tidak sedang bermimpi, ini nyata”

“Jadi… Jadi benar cerita tentang nasi menangis itu? Ma… maafkanku aku ya, Nasi. Sungguh, aku tak tahu kau akan mendatangiku seperti ini. Aku… aku menyesal sekali. Aku… aku tak mengulangi perbuatanku ini. Tolong maafkan aku!”.
“Aku tak percaya kau akan melaksanakan janjimu itu.”
“Sungguh, Nasi! Percayalah padaku! Aku benar benar akan melaksanakan janjiku ini padamu.”
“Oke. Akan kupegang janjimu itu. Ingat, kalau sampai kau melanggarnya, lihatlah azab tuhanmu yang akan datang kepadamu!”
Nani berjanji pada dirinya sendiri, ia tak kan membuang dan menghambur hamburkan nasi lagi.

Ingat ya jangan pernah menghambur hamburkan Nasi, karena masih banyak orang di sana yang membutuhkan makanan!

Cerpen Karangan: Siti Lestari

Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 14 September 2021 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com

Cerpen Tangisan Sebutir Nasi merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Semangat Dari Dika

Oleh:
Siswa di SDN Taliwang adalah siswa yang lemah. Tak ada ekstra beladiri. Prinsip sekolah dari Pak Kumen, kepsek SDN Taliwang yang berlebihan membuat siswa di SD itu menjadi lemah.

Pahlawan Kecilku

Oleh:
Matahari mulai menampakan sinarnya.. Rembulan hilang pergi atas kehendakNya… Semilir angin pagi pun membangunkanku dari lelapnya tidur yang membuat badanku berhenti sejenak dari berbagai aktivitas yang telah aku lakukan

Tetesan Air Mata

Oleh:
Aku punya teman namanya Riri dia adalah seekor kucing berwarna putih, Ibukku bernama Lilik, dan Ayahku bernama Untung, Adikku bernama Nanda. Dulu saat aku masih sekolah SD, aku selalu

Petualangan Muty

Oleh:
Saat itu, liburan tiba… Muty, Ibu, Ayah dan Radyt adik nya ingin berlibur ke rumah nenek di desa. Ibu telah mempersiapkan perlengkapan nya, siang itu pun mereka berangkat ke

The Cup Cakes Land

Oleh:
Popy adalah anak yang suka memasak dia bercita-cita menjadi koki, dan masakannya sangat enak, dia sangat menyukai Cup Cakes. “andai aja dunia ini serba cup cakes, wahh pasti seru

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *