Usaha dan Doaku


Share

Cerpen Karangan:
Lolos moderasi pada: 29 October 2013

Perkenalkan, namaku Tuti Febrina. Aku biasa dipanggil temanku dengan sebutan “TUJIL” yang singkatan dari tukang jilat. Eits, tapi jangan negatif dulu broh tentang singkatan ini. Haha.. jadi begini, dulu waktu masih umur 5 tahunan, aku suka banget jilatin sendok bekas masakannya ibu, aneh memang tapi itulah kebiasaanku waktu kecil. Sehingga ayahku memanggil aku ‘TUJIL” tukang jilat.
Nah itu sekilas sejarah nama panggilanku..

Aku adalah anak kembar, dan punya satu kakak cewek (yang kata mama sih dia pelit, perhitungan gitu hihi). Kembaran aku itu cowok, dia orangnya plin plan dan rada nyebelin.

Aku lahir di keluarga yang bisa dibilang golongan tidak mampu, kami tinggal di rumah kontrakan yang sudah tua, kira kira sudah 18 tahunan kami huni. Inilah alasanku mengapa aku memilih untuk bekerja daripada harus kuliah setelah tamat Sekolah ini yah.. karena melihat kondisi keuangan keluargaku yang tak memungkinkan. Aku mempunyai motivasi terbesar untuk membahagiakan orangtuaku. Memang sebelumnya aku sempat kesal, karena ayah sebelumnya telah berjanji untuk mengkuliahkanku setelah tamat nanti, tapi ternyata…
But.. no problem, setelah diberi pengertian oleh Ibu, aku mulai menerima kenyataan dan mulai mencari jalan dimana aku harus bisa membantu perekonomian keluargaku. Keinginan terbesarku tentunya membangun rumah untuk kedua orangtua dan mengkuliahkan diriku sendiri.

Awalnya aku bekerja di salah satu perusahaan pialang di pekanbaru, sebagai financial consultant. Namanya sih keren ya financial consultant tapi setelah aku jalani tu profesi, ternyata tugasnya mencari nasabah orang kaya, yang oke punya, beeh.. hampir sama dong dengan marketing (betul gak?) karena sudah terlanjur diterima disana aku memutuskan untuk menjalaninya dulu hingga dua bulan.

Nol, aku tidak mendapatkan nasabah.
Lalu aku memutuskan untuk resaign dari sana dengan gaji terakhir sebesar 395 ribu. Dua bulan hanya dapat segitu? It’s so amazing!
Setelah resaign dari sana, aku menjadi pengangguran lumutan di rumah, hari hariku hanya diisi dengan makan, tidur, bantu Ibu dan tidur lagi (yaah, mbah surip dong). pas banget sama singkatan nama aku, Tuti “Tukang tidur”
Sadar dengan keadaan seperti ini, aku mulai bosan dan jenuh di rumah. Lalu aku memutuskan untuk mencari pekerjaan via internet.
Banyak sekali lowongan pekerjaan disana, mulai dari sales, marketing, koki, dll. Tapi aku lebih tertarik bekerja di bagian admin, sesuai dengan jurusan aku dulu pas sekolah di kejuruan. Alasannya? biar gak lari jalur brooh.. hihi

Mulailah aku mengumpulkan segala informasi pekerjaan di internet, bahkan aku sampai membuat folder khusus buat lowongan kerja di laptop ayah. Aku mencari yang memang menarik buatku, hingga aku tulislah surat lamaran sebanyak mungkin untuk melemparnya keperusahaan perusahaan yang lagi membutuhkan tersebut. Namun anehnya, setelah aku lempar lempar tu lamaran, mereka gak lempar aku balik cooy *nah*
Aku mulai putus asa saat itu, aku sudah menghabiskan banyak modal kesana, mulai dari membeli amplop, fotokopi ini fotokopi itu… sampai akhirnya uang di dompetku sakaratul maut tinggal menunggu ajal.
Hari berganti minggu, aku tak kunjung dipanggil panggil.. (dipanggil yang Maha Kuasa *eh) salah, maksudnya dipanggil sama perusahaan itu loh yang aku buat lamaran kemarin meen..

Berdoa.. hanya itu jalan satu satunya yang ada dipikiran ku
Setiap malam aku selalu memanjatkan doa, meminta petunjuk-Nya..
Tapi tak jua aku mendapatkan hasil. Aku merasa usaha dan doaku hanya sia-sia
Ibu menasehatiku waktu itu, dan mengatakan “Tidak semua usaha dan doa itu langsung dijawab oleh Tuhan, yakin dan percaya suatu saat Tuhan pasti kabulkan. Mungkin tidak untuk sekarang tapi mungkin saja besok” aku merenungkan pesan ibu setiap malam sebelum aku tertidur. Aku memutuskan untuk tetap terus berdoa dan berusaha tanpa henti.
Hingga pada suatu hari, akhirnya aku dipanggil untuk bekerja disalah satu Dealer mobil yang terkenal dipekanbaru sebagai admin project yang gajinya lumayan besar. Aku sangat bahagia dan langsung bersyukur atas kebesaran Tuhan yang luarbiasa dalam hidupku.

Mendengar kabar tersebut, ayah dan ibu tampak bahagia dan bangga padaku. Mereka sangat mendukung.
Aku berjanji tak akan mengecewakan Ayah Ibu, aku akan terus berusaha hingga mimpi itu bisa aku raih. “Mencapai sukses dengan doa dan usaha” itu yang sekarang menjadi motto terbaik dalam hidupku.

So, buat teman-teman yang ngebaca, jangan mudah putus asa ya. Terus berusaha dan berdoa. Tuhan pasti kasih jawabannya

Cerpen Karangan: Tuti Febrina Waruwu
Blog: tutifebrina.blogspot.com
Facebook: Tuti Febrina W
Tamatan dari SMK Negeri 1 Pekanbaru, lahir pada tanggal 6 februari 1995 dipekanbaru juga. Belum pernah berprestasi. Mencintai dunia maya.

Ini merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya di: untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatan penulis, jangan lupa juga untuk menandai Penulis cerpen Favoritmu di Cerpenmu.com!
Cerpen ini masuk dalam kategori: Cerpen Motivasi Cerpen Nasihat Cerpen Pengalaman Pribadi

Baca Juga Cerpen Lainnya!



“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply