Aku Bangga Menjadi Anak Indonesia

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Nasionalisme
Lolos moderasi pada: 5 December 2016

Indonesia, kala penatnya Negara, kesibukan makin merajalela, dengan banyaknya pertikaian yang sampai sekarang belum terselesaikan. Terik matahari membakar tubuh, keringat membasahi badan, dan asap yang menyelimuti mata, tak membuat mereka berhenti untuk menjadikan hidup lebih baik, tetapi belum rampung untuk sebuah masalah yang membakar Indonesia.

Para wakil Indonesia yang mementingkan dirinya sendiri, seakan tak peduli dengan masyarakat yang hidupnya berada di bawah garis kemiskinan, seakan tak punya belas kasih untuk anak-anak yang pendidikannya tak berkualitas. Sungguh miris.

Hari ini, pagi ini, pada tanggal 17 Agustus 2016, di sebuah tempat yang tak mewah, yang hanya ditemani papan tulis dengan kapurnya, meja dan kursi berwarna coklat berbahan kayu, juga dinding bercat yang terkelupas. Samar-samar terdengar sebuah lagu Indonesia Raya yang dinyanyikan mereka, anak-anak sekolah.

“Anak-anak, Bapak ingin bertanya, apakah kamu bangga menjadi anak Indonesia?”
“Saya bangga menjadi anak Indonesia.” Berna menjawab dengan semangat saat guru laki-laki berkaca mata itu mengajukan pertanyaannya. Pak Suryantoro, nama guru laki-laki itu.
“Kalau kamu bangga, apa yang akan kamu bangun untuk Indonesiamu?” Pak Suryantoro bertanya lagi.
“Belajar, karena kalau belajar bisa pintar, dan kalau pintar pasti bisa membangun Indonesia menjadi Negara yang merdeka.”
“Pintar, Masayu.” Guru laki-laki itu mengacungkan kedua jari jempolnya di hadapan siswi perempuan itu.
“Anak-anak, kamu memang harus bangga menjadi anak Indonesia. Jangan takut untuk bermimpi, karena orang yang pintar adalah orang yang selalu belajar, belajar dan belajar.” Pak Suryantoro.

SELESAI

Cerpen Karangan: Sasti Raya
Prasasti Fitrah Naraya S.
Kelas: VII-G
Sekolah: SMP NEGERI 6 SIDOARJO
Instagram: @sastiraya
Wattpad: @sastiraya
E-mail: @twentyfourraya{-at-]yahoo.com

Cerpen Aku Bangga Menjadi Anak Indonesia merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hiduplah Indonesia Raya

Oleh:
“Hiduplah Indonesia Raya..”, begitu lagu itu berakhir aku langsung menurunkan tanganku kembali yang tadinya kudekatkan di alis kananku. Ingin rasanya aku berada di gedung itu bersama dengan anak-anak lainnya

Merah Putih

Oleh:
Mentari masih menampakkan sinarnya, tapi di sebuah Desa telah sibuk dengan pekerjaannya. Para petani panggul telah bercucuran keringat, tanpa tahu kapan upahnya dibayar. Mereka bekerja di ladang sendiri. Tapi,

Tragedi 10 November

Oleh:
“Untukmu wahai kusuma bangsa yang telah korbankan jiwa raga demi pekikan sebuah kata penuh makna ‘merdeka’. Kami ucapkan terima kasih, karena cucuran keringatmu, karena tetesan darahmu, karena segenap pengorbananmu

Terima Kasihku

Oleh:
“Ayo Adi, bangun-bangun”, kata ibu. “Adi masih ngantuk Bu”, jawab Adi dengan nada malas. “Sekarang sudah pukul 7 Adi!”, kata ibu setengah marah. Sontak aku terkejut. Mataku yang masih

Sampai Akhir Menutup Mata

Oleh:
“Ben, kamu udah bersyukur belum hari ini?”, pertanyaan yang sering dilontarkan kawanku Andi setiap harinya yang membuatku tersadar betapa pentingnya bersyukur atas kehidupan yang telah Tuhan berikan kepada kita.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *