Aye, Kong?

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Bahasa Daerah, Cerpen Nasionalisme, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 11 July 2017

Indonesia merdeka tak luput dari yang namanya pahlawan yang mempertaruhkan nyawa, harta, bahkan keluarga demi negara Indonesia tencinta ini. Tapi apakah hanya pahlawan yang dikatakan sebagai penyelamat Bangsa?

Pagi hari yang hangat oleh sang surya. Engkong duduk bersantai di Teras rumah
“Tangan bajumu singsingkan untuk negara… Masa yang akan datang kewajibanmu lah… Menjadi tanggunganmu terhadap nusa…” lantunan suara Engkong.
“sedep bener dah tuh lagunya, ini Kong kopinya” kataku dengan membawa kopi
“Iye, makasih ye, srrupp…” sambil menikmati kopi.

“Ngomong-ngomong tadi engkong nyanyi ada kalimat “Menjadi tanggunganmu terhadap nusa”, tanggungan siapa Kong?” ku duduk di sampingnya.
“Ya, elu lah ferdi”
“Aye, Kong?”
“iye, elu pan penerus negara ini”
“Negara Aye, Kong?”
“Iya, pan Indonesia tanah kelahiran lu”
“Hehe…”

Engkong aku ini dulunya seorang pejuang bangsa dari betawi, katanya pahlawan dulu itu tidak kenal yang namanya tua muda, pendek tinggi, miskin kaya, yang penting punya keyakinan tinggi untuk membela tanah air bebas dari macam jajahan. Walaupun sampai merenggut nyawa mereka. Mendengar Engkong berbicara seperti itu aku termenung.
“Ya Allah, aye kagak bisa bayangin hidup di zaman entu, tapi kenapa setelah Indonesia merdeka, para pelajar yang tugasnya sekedar mempertahankan dan mensyukurinya melalui kegiatan positif malah lalai, kerjain tugas aje hasil contekan, padahal dah tau di zaman itu pasti ada rasa phobia, sementara sekarang sekolah udeh nyaman tanpa denger teriakan dan deru senjate, ya Allah emang ringsek dah!”

“Heh, ngapa lu ngelamun?” menepuk pundakku
“Kagak Kong!” terlepas dari lamunan
lanjutku “Engkong napa sih kalo ngomong soal berjuang, kagak pernah mandang umur, tua muda, yang muda harus ikut gitu?”
Engkong lantas berdiri tegap, seperti menemukan jati dirinya terdahulu yang sempat hilang.
“Made kipe, elu!!!”
Aku mulai heran tidak seperti biasanya Engkong bercerita seperti ini.
“Engkong nape sih ada apa same aye ame negara ini, Kong?”
Tiba-tiba Engkong menatap mataku. “Negara ini butuh elu, elu pemuda yang dimiliki bangsa ini, elu yang bisa nerusin pejuang pahlawan kita terdahulu, elu itu penyelamat bangsa!” Suara tegas Engkong menahan energi semangat ’45 yang hampir meledak.
“Bejibun dah pemuda yang kagak tahu siapa negara nye, tapi Engkong percaya, masih ade pemuda yang berani berjuang demi mengisi kemerdekaan negara Indonesia, negara elu!” dipegang pundakku erat-erat, mata Engkong berkaca-kaca. Engkong menangis.
Kusapu air mata harunya, ia tersenyum bangga. Aku tahu sekarang, kembali kutatap mata tua engkong dalam-dalam

“Engkong?” tanyaku dengan mata tegas.
“Hm,”
“Apakah pemuda itu Aye, Kong?”
Hening sejenak, angin berhembus, kopi terseruput, kumis bergoyang, Engkong menjawab.
“Iyeeee… Ferdi”

Cerpen Karangan: Fatimah Az Zahra
Facebook: Fatimah Az Zahra
Hai. Assalamualaikum kawan semua…
Ini cerpen pertama yang aku kirim. Semoga suka ya..
Aku ini sekarang kelas 9.7 di SMPN 1 PARUNGPANJANG. tunggu cerpen ku selanjutnya Ok?

Cerpen Aye, Kong? merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Happy Birthday

Oleh:
Perih rasanya cuma bisa begini. Aku tak bisa berbuat apa apa. Mengucapkan satu kata yang kuinginkan tak bisa ‘happy birthday’ itulah kata kata yang ingin kuucapkan padamu. ‘semoga kamu

Lipatan Halilintar

Oleh:
Sebelum aku memikirkan, memutuskan dan memantapkan hati buat fokus nulis, dulu aku punya kegiatan super bareng dua temen ter-super anehnya, saking anehnya mungkin kita bertiga bisa masuk dalam katagori

I Love Him (Part 2)

Oleh:
Setelah celingukkan mencari kendaraan umum melintas sebuah angkot yang segera Aku hentikan. Di angkot tidak juga kurasakan ketenangan yang lama, karena tepat kurang tiga ratus meter jaraknya dari sekolah

Tentang Lo dan Gue

Oleh:
Seorang cewek menangis di tepi tempat tidurnya, entah apa rasanya hatinya saat ini, dia hanya bisa mengeluarkan air matanya. Seorang itu bernama gladis putri rahayu, keturunan orang indonesia asli.

Jodoh Pasti Bertemu

Oleh:
Hari Senin, hari yang sangat melelahkan itu karena aku mengawali hariku dengan upacara yang sangat membosankan ditambah aku anggota OSIS, hari itu sebenarnya bukan tugasku menjadi petugas, tapi Mika

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *