Benderaku Yang Hilang

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Nasionalisme, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 21 October 2017

Bendera merah putih adalah lambang dari negara indonesia, dan sangat dihormati oleh bangsa indonesia. Bahkan untuk mengibarkan sangsaka merah putih ini banyak jiwa yang telah terkoban, banyak istri yang menjadi janda dan anak menjadi yatim piatu. Peperangan terjadi di mana-mana hanya untuk satu tujuan mengibarkan sangsaka merah-putih sehelai kain yang tersimpan beribu makna di baliknya.

Setelah bertahun-tahun merdeka indonesia kini dapat dengan mudah mengibarkan benderanya. Hari yang paling aku tunggu adalah hari dimana seluruh rakyat indonesia berdiri bersama menghormati sangsaka merah putih dan mendendangkan lagu indonesia raya.
Di setiap tanggal 17 agustus aku selalu bersorak ria dan aku merasakan identitasku kembali menyatu denganku.

Tapi aku merasakan benderaku telah hilang sejak aku duduk di bangku SMA, aku tak lagi menemukan benderaku bahkan di tiang tempat sangsaka merah putih berkibar kini tampak sepi dan semakin hari semakin ditinggalkan.

Aku ingin sekali menghormati benderaku dan menyanyikan lagu indonesia raya sebagai bukti kalau aku menghargai para pejuang terdahulu dalam merebut kemerdekaan bagi bangsa indonesia. Entah apa sebabnya sekolahku kini tak lagi mengadakan upacara bendera yang biasa dilakukan pada senin pagi, aku merasakan perubahan demi perubahan menguasai diriku aku kehilangan identitasku, kehilangan bangsaku, kehilangan negaraku. Kadang aku bertanya pada guruku kenapa mereka tidak lagi mengadakan upacara bendera tapi tak ada satu pun yang dapat menjawabnya. Mereka acuh dan membiarkan aku sendiri yang menjawabnya.

Sampai pada akhirnya aku meninggalkan masa SMAku dan berharap di perguruan tinggi nanti aku dapat menemukan kembali benderaku dan aku dapat menyuarakan dengan lantang lagu indonesia raya, sungguh tangan ini rasanya sudah tak mampu bersabar untuk menghormati benderaku sangsaka merah-putih yang amat aku banggakan itu.

Tapi sayang seribu kali sayang keinginanku seakan dihapus ombak yang besar aku tak menemukan benderaku aku bahkan tak melihatnya berkibar, aku telah kehilangan identitasku.

Benderaku sangsaka merah putih hanya dapat kutemui pada 17 agustus setahun sekali. Aku bahkan telah kehilangan pedomanku, aku kehilangan jiwa nasionalismeku. Aku kini menjadi remaja yang tak beridentitas.

Cerpen Karangan: Nkt-Zkf
Facebook: Nur Katila Zulkifli

Cerpen Benderaku Yang Hilang merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sahabat Sejati

Oleh:
Udara pagi yang sejuk dan segar, sang surya menyinari saentero indahnya desa Grabag, bunga-bunga pun bermekaran dan harumnya menarik perhatian para kumbang dan kupu-kupu yang bercorak warna nan indah

Bocah di Sudut Pasar

Oleh:
Aku sekarang duduk di bangku kelas IX SMP tapi Ayah masih juga belum menambah uang sakuku. Kadang aku kesal, ketika melihat teman-temanku membeli aksesoris cantik yang harganya cukup mahal.

Singkat Namun Sejuta Rasa

Oleh:
Sore itu, Azel pulang dari kuliah sekitar pukul 5 sore. Menuju Stasiun, menggunakan angkutan umum. Ya, keretalah menjadi alat transportasinya setiap pergi dan pulang kuliah. Sampai di stasiun Azel

How Can I Say

Oleh:
“Kak? apa kamu sudah sarapan pagi?” Sadewa telah terbiasa dengan ucapan kekasihnya itu, bahkan tiap hari Mira menanyakan hal itu kepada Sadewa. Suara lembutnya selalu membuat Sadewa luluh. Wajahnya

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *