About Love About You

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Patah Hati, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 20 April 2018

Aku Ara Zahira, seorang wanita yang masih setia dengan rasa kesendirian. Saat umurku sudah di penghujung remaja. Aku masih sendiri, aku nyaman dengan kesendirian ini. Aku juga punya duniaku sendiri yang tidak bisa diganggu oleh orang lain, atau bahkan orang asing. Bagiku kesendirian adalah waktu yang tepat untuk fokus menata masa depan, tidak harus membagi waktu untuk hal yang sia-sia. Bahkan seringkali aku melihat dari teman-teman dekatku yang bisa dibilang sudah sering putus nyambung dalam dunia berpacaran, ketika di awal masa pacaran (jadian) mereka tersenyum seolah tidak ada akhir dan bahkan menyebarkan ke media sosial bahwa mereka berpacaran, dan perlahan waktu berjalan, rasa bahagia mereka mulai memudar karena rasa jenuh, setelah itu akan timbul permasalahan dan alasan-alasan klasik untuk memutuskan sebuah hubungan. Jalan ceritanya sudah terbaca, walaupun aku sendiri tidak pernah mengalaminya. Tapi itulah yang membuatku trauma untuk memulai. Aku belajar dari mereka.

Walaupun sebenarnya aku sendiri telah terjebak oleh rasa cinta, yang menuntutku untuk ingin berpacaran. Cinta ini tumbuh saat awal masuk SMA. aku yang dari SMP menghindari apa itu cinta, tidak percaya apa itu cinta. Awal masuk SMA, aku merasakannya. Aku terjebak.

“ta, kamu liat catatan matematikaku nggak?”. tanyaku pada Zeta teman sebangku ku dengan penuh kebingungan.
“Ara, bukannya tadi kamu meletakkannya di loker mejamu?”. Jawab Zeta sambil sibuk menulis di buku catatannya.
“iya tadi aku meletakkannya di loker meja, tapi sebelum aku keluar kelas, bukunya aku letakkan di atas meja, Zeta”. Ucapku semakin bingung.
“jangan-jangan ada yang ngambil buku kamu, ra?”.
“siapa ta?”.
“nggak tau, coba tanya mereka”. Tunjuk Zeta ke arah Evan dan Farhan.

Aku dan Zeta duduk di bangku paling depan di tepi paling kanan dekat pintu keluar. Sedangkan Evan dan Farhan duduk di bangku belakang kami atau baris kedua dari depan. Mereka berdua berasal satu SMP dengan Zeta. Mereka terkenal cowok paling jahil di kelas.
“van, han. Kalian liat buku catatan matematika di atas mejaku, nggak?”. tanyaku pada Evan dan Farhan.
“Aku nggak liat”. Ujar Farhan singkat.
“Farhan bohong ra, ini apa? Kalau bukan dia yang ngambil”. Ujar Evan sambil tangannya mengambil buku catatan matematikaku dari loker Farhan.
“eh, van. Jangan dikasih. Sini”. Ujar Farhan sambil merampas bukuku dari Evan.
“kalian ini jahil banget. han, kembalikan bukuku, aku mau menulis”. Ucapku sambil berusaha merebut buku catatanku dari Farhan.
“kalo nggak mau, gimana?”. ujar Farhan kembali sambil menjauhkan bukuku dari tanganku.
“udah, han. Balikin aja bukunya ara”. Bela Zeta
“Farhan, balikin!”. Ujarku kembali.
“Farhan, kalo naksir sama Ara. Tinggal tembak aja, jangan kayak gitu”. Goda salah satu teman sekelasku.
“ciyee Farhan”. Dengan serempak suara teman-teman sekelas berhasil membuatku dan Farhan terdiam. Farhan langsung memberikan buku catatanku kepadaku.

Semenjak kejadian itu, pandanganku berubah terhadap Farhan. Aku sering memikirkannya, senyum sendiri melihat tingkahnya, dan hingga aku bisa menjadi temannya. Dia sosok yang penyayang, dingin, cuek, jahil, dan pintar. Setiap hari, apa yang aku rasakan padanya semakin besar. Dan aku semakin akrab dengannya, waktu pendaftaran organisasi sekolah, dia mendaftarkanku di organisasi yang sama dengannya, saat dia lolos mengikuti lomba mewakili sekolah, waktu itu aku tidak terpilih. Aku sedih, tapi dia mendukungku untuk ikut lagi tahun depan.
“kamu pasti pasti bisa ikut kok ra, dari sekarang kamu harus mulai belajar”. Katanya yang berhasil membuat hatiku luluh.

Tapi ada hal yang baru aku ketahui darinya, waktu aku menjodohkan dia dengan cewek, yang kelasnya berada di samping kelas kami. Dia bilang dia belum mau pacaran. Aku terenyuh dengan katanya tersebut, karena aku juga dulunya berpikir begitu, tapi dengannya aku ingin lebih. Aku ingin kami pacaran. Tapi ketika nilai semester ganjil ditahun pertama keluar, nilaiku menurun dan dia menjadi juara kelas. Aku sedih karena nilaiku dan aku senang karena dia mendapat juara. Tapi aku mulai berpikir untuk melupakannya, aku tau pada akhirnya cintaku ini tidak akan berakhir indah. Maka dari itu aku mulai menjauh, saat dia yang biasanya menatapku sambil tersenyum dan aku membalasnya, aku mulai memalingkan mukaku. Tapi aku tetap saja tidak bisa, bahkan perasaan ini kian memuncak.

Perlahan waktu berganti, perubahan mulai terjadi ketika dia mengetahui perasaanku padanya dari teman-teman di kelas. Dia mulai menjauhiku. Aku tahu mungkin dia akan merasa terganggu dengan perasaanku. Dia yang biasanya sering menyapaku, kini melihatku pun dia tidak mau. Saat aku melihatnya dia memalingkan muka. Apakah ini artinya cintaku bertepuk sebelah tangan? Rasanya sangat sakit, sampai butiran-butiran air itu menetes dari mataku. Terasa sesak. Hingga kelas sepuluh berakhir dengan pahit. Kelas sebelas di mulai, dengan awal aku berhijrah menjadi lebih baik. Awalnya aku bisa, tapi aku kembali terpuruk karenanya. Apa lagi terdengar olehku dia berpacaran dengan kakak kelas, yang juga ikut lomba mewakili sekolah waktu kelas sepuluh. Aku menyakinkan diriku untuk kuat, walaupun akhirnya pertahananku kembali runtuh. Pagi itu aku melihat dia dan kakak kelas itu terlihat akrab membicarakan sesuatu di parkiran, aku cemburu. Tapi aku bisa apa? Aku pasrah, benar-benar pasrah.

Waktu semakin cepat berlalu, dan kisah cintaku berjalan begitu pahit. Aku telah lulus SMA membawa cerita cinta yang tak tersampaikan, membawa cinta yang bertepuk sebelah tangan. aku ingin mengungkapkan perasaanku padanya untuk yang terakhir kali, untuk pertemuan yang terakhir kali, di hari kelulusan. Tapi bibirku kelu tak bisa berucap, bahkan kakiku kaku untuk melangkah mendekat ke arahnya. Aku tidak bisa.

Masa memasuki perguruan tinggi pun tiba, dan kabarnya kudengar dia berada di Universitas yang sama denganku. Dari sekian banyak kepala yang berkumpul saat itu, ketika masa pengenalan kampus. Aku melihatnya, ternyata dia satu fakultas denganku tetapi beda jurusan. Karena itu tempat kampus kami jaraknya jauh. Dan dengan hati yang berbunga-bunga, tanpa sadar aku memanggilnya, dia menoleh kepadaku. Sudah lama rasanya tidak bertemu dengannya semenjak waktu kelulusan SMA. Hingga sesuatu yang selama ini kutunggu-tunggu terjadi.

From: Dimas Anugrah
“Ara, kata Farhan dia ingin minta no hp mu?”. pesan dari Dimas teman SMA ku yang juga satu jurusan dengan Farhan.
From: Ara Zahira
“Farhan minta no Hp ku? untuk apa?”. ujar ku yang kaget sekaligus senang.
From: Dimas Anugrah
“katanya dia kangen sama kamu. Kamu mau ngasih nggak?”. Goda Dimas yang berhasil membuatku meloncat senang.
From: Ara Zahira
“mana mungkin, mustahil banget. Ya udah ini 08xxxxxxxxxx”. Dengan hati yang kembali berwarna. Aku memberikan nomor teleponku pada Dimas. Jujur, aku masih mengharapkannya.

Malam selanjutnya Farhan mulai menelponku dan bercerita banyak hal tentang yang terjadi padanya, selama kita tidak bertemu. Tapi sekarang dia sudah berubah, ketika dulu dia tidak ingin mengenal yang namanya cinta, tapi sekarang dia sendiri yang ingin aku mencarikan cewek untuknya. Sedih mendengarnya, tapi aku anggap itu hanya candaannya. Walaupun begitu, senang rasanya bisa berbicara dan akrab dengannya lagi.
Hingga aku memutuskan untuk berbicara padanya, tentang yang selama ini tersimpan di hatiku, aku harus bisa. Jika aku tidak bicara sekarang, maka perasaan ini akan terus menjadi beban bagiku. Aku ingin jujur, hanya itu. Aku mulai dengan menekan tombol nomornya dan…

“assalamualaikum”. Ucapku dengan bimbang.
“waalaikum salam”. Suara merdu yang terdengar dari seberang sana
“hmm, gini han. aku mau ngomong sesuatu sama kamu?”. ucapku
“iya ra, ngomong aja”.
“sebenarnya aku mau ngo…mong… hmmm”.
“iya ra, dari tadi kamu juga udah ngomong”.
“Aku mau ngomong, han. Sebenarnya selama tiga tahun kita SMA a..a..aku su..ka… sama.. kamu”. ucapku terbata-bata. Tak terasa air mataku berlinang. Setelah sekian lama kata itu kusimpan dengan erat. Aku telah mengatakannya padanya.
“Ara, kamu nggak lagi becanda kan?”. jawab Farhan dengan kaget.
“Aku nggak lagi becanda han, aku serius. Sebenarnya aku udah lama ingin mengakui perasaan ini sama kamu. Tapi aku tau aku tidak pernah ada kesempatan dan bahkan kamu dulu menghindariku”. Aku kecewa dia mengganggap perasaanku bercanda.
“makasih ra, kamu sudah suka sama aku. Rasanya aku menjadi cowok paling beruntung karena disukai oleh cewek seperti kamu. Kamu baik ra. Tapi maafkan aku ra, aku tidak bisa memulai, aku tidak bisa punya hubungan denganmu lebih dari seorang teman. Aku takut kita akan menjadi jauh dan tidak bisa berteman lagi. Aku harap kamu mengerti, sekali lagi maaf kan aku, aku mohon jangan jauhi aku karena ini. Kalau nanti kita jodoh, akan selalu ada jalan dari Allah swt, ra”. ucapnya dengan sungguh-sungguh yang berhasil membuat tangisku kembali pecah. Aku terisak sejadinya dengan membenamkan wajahku di kasur tempat tidur, aku tidak ingin dia mendengar suara tangisku. Aku menyesali keegoisanku, seharusnya dulu saat dia menjauhiku, aku harus mulai melupakannya. Karena dari awal aku tahu dia tidak akan mungkin merasakan yang sama seperti yang aku rasakan. Tapi hatiku berlawanan. Aku tidak bisa. Setiap aku ingin melupakan, aku selalu memikirkannya. Dan sekarang semuanya sudah berakhir, aku telah mendengar jawaban langsung darinya. Rasanya ada rasa kecewa dalam benak ini, rasa hancur dan rasa legah. Mulai sekarang aku harus bisa melupakannya, melupakannya untuk kesekian kalinya.

”Aku menyukaimu dari sudut yang tak pernah kau ketahui, melihatmu tersenyum melihatmu tertawa aku senang, walaupun aku bersembunyi. Kebiasaan itu membuatku lupa, waktu harus berhenti, waktu harus berganti, dan waktu harus berlalu. Tetapi, pelangiku telah hilang, hilang bersama cerahnya hari setelah hujan. Kau telah mengunci cahaya itu untukku”.

Cerpen Karangan: Yesi Tri Agustin
Blog / Facebook: YesiTriAgustin / Yesi
saya seorang perempuan kelahiran 1998, saya di sini masih belajar menjadi seorang penulis.

Cerpen About Love About You merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tinta Hitam

Oleh:
“Innalillahi wainnailaihi rajiun. Telah berpulang ke Rahmatullah, salah satu rekan kita, Bapak Abdullah. Semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Allah SWT. Amin.” Pengumuman itu disampaikan tepat sebelum jam

Obat Rasa Jeruk (Part 1)

Oleh:
“Sebenarnya aku suka padamu Belle, Sejak lama, aku sudah memperhatikanmu, Lalu… umm maukah kau jadi pacarku?” Tak bisa kupercaya Kak Alex mengucapkan kata-kata itu. Di tengah lapangan, saat semua

Sebab Akibat

Oleh:
“Busyet dah! Udah jam setengah delapan?!” Teriakku ketika melihat jam dinding yang tepat berada di depan pandanganku ketika baru saja bangun. Reaksi ini pasti akan ku lakukan mengingat waktu

Cowok Istimewa

Oleh:
Hai guys!!! Namaku Rain, aku sekolah di SMP 2 Jati, dan sekarang aku kelas 9. Aku punya sahabat cowok namanya Pratama. Aku berharap persahabatan kita bertahan dan selalu bersama

Namanya Safhira

Oleh:
Bel pulang sekolah telah lama berdering. Kelas-kelas telah mulai kosong. Banyak siswa telah pulang, tapi tidak denganku. “Kamu belum pulang Put?” suara Anita yang menggugahku dari lamunan. “Masih nunggu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *