Akhirnya, Cinta Tak Terbalas

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Patah Hati, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 26 May 2018

Hari Rabu, di sekolah…
Semua anak anak kelas XII sibuk mempersiapkan camping yang akan dilaksanakan 2 minggu lagi, yaaa mungkin karena ini terakhir untuk seluruh kelas XII merasakan kebersamaan dengan adik kelas dan guru. Kebetulan saat pembentukan panitia aku duduk di belakang seorang laki-laki yang cukup baik selama ini meskipun kita bukan teman sekelas.

“Ana, gue pengen jadi seksi kesehatan yaaaa” ujar heru suaranya cukup keras
Ana pun menjawab dengan ketus “ahh lo paling mau sekalian ngemodus sama vio ya?”
Aku sontak melihat ke arah mereka yang di depanku.
Sambil membalikkan badannya dia pun tersenyum padaku.

Hari itu pun tiba, Heru yang diam di gerbang sekolah pun seperti menunggu seseorang.
“Vi, kamu telat?”
“Eeeee… belum juga jam 7 kok” jawabku nyengir
“Hayuk masuk, sini aku bawain tas kamu”
“Ahh terimakasih heru baik”

Sesampainya di tempatnya camping, semua siswa melaksanakan Apel pembukaan. tetapi aku dan heru hanya berdua di belakang peserta. kita cukup kelihatan akrab, seperti tidak ada orang lain kita berdua pun tak sadar telah banyak bercanda dan tanpa sadar akhirnya Apel pun selesai… Malam itu sangat dingin, wajar saja di daerah kebun teh seperti ini ada di luar pasti banyak yang flu deh. aku pun melihat tenda kesehatan dan masuk ke sana…

Tiba tiba kulihat anak perempuan yang mungkin sakit karena kecapean, dia menunduk menutup wajahnya aku lihat di samping perempuan itu ada Heru. deg! hatiku patah! sakit! hancur!
Sepertinya Heru sangat perhatian kepada perempuan itu, dia memakaikan jaket ke tubuh perempuan itu kemudian Heru memeluk perempuan itu. Aku tidak mau mengganggu mereka, jadi aku pergi saja dengan perasaan sakit dan kecewa yang bercampur. Aku menangis di dekat toilet. gelap, sendirian dan aku hancur!

Tiga hari aku selalu melihatnya, kadang berbicara bersama dia dan aku selalu menikmati senyumnya.
Saat camping berakhir, jujur aku tak mau pulang, aku ingin tetap dengannya meskipun pemandangan yang kulihat tidak selalu menyenangkan. Saat akan pulang, aku melihat heru dengan anak perempuan itu..
“Anak kelas XI deh, yang kemarin sakit kah? ya ampun siapanya sih dia” gumamku

Saat sudah di rumah, aku dapet WA dari Ana.
“Vio, kayaknya Heru pacaran sama Putri deh anak kelas XI”
Hatiku pun langsung sakit, aku gak tau harus gimana. lalu untuk apa selama ini dia baik? apa cuma aku yang terlalu “Kepedean” Ah entahlah…
Hari-hariku tidak menyenangkan jika melihat mereka selalu berdua di sekolah maupun maupun diluar, itu membuatku sakit.

Saat aku sudah mulai lupa, kemudian dia datang kembali dengan senyumnya yang sama.
Kira kira dua bulan sudah berlalu,
Aku mendapat pesan darinya
“Vio”
“Apa?”
“Ketemu?”
Entah harus senang atau gimana, tapi aku meng-iya kan tawarannya.

Hari minggu Alun-Alun kota ku saat itu, hanya ada aku dan dia tak satupun kulihat ada teman sekolahku mungkin sibuk besok kan Ujian Sekolah.
Dia datang dengan wajahnya yang tak bisa kutebak, entah kesal, marah, sedih atau bahagia. Ekspresinya tetap begitu!
“Aku putus” Heru membuka pembicaraan kita sore itu
“eh, kenapa?”
“gak tau vi, kayaknya dia bosan”
Entah harus senang atau sedih mendengar kabar itu tapi aku berusaha menghargai ucapannya.
“haha kamu garing sih” jawabku, sambil berusaha menghibur Heru.
“Ih kamu”
“huuu ngambek. ya udah besok kan US mungkin itu kode agar kamu belajar yang rajin hehe” kataku tertawa kecil dan
dia hanya tersenyum.

“Dah masuk sana, nanti jangan lupa belajar” kata itu menjadi penutup hari ini di depan rumahku.

Keesokan harinya..
Pelajaran pertama sudah di lalui, kemudian saat istirahat aku dan Ana pergi ke toilet, biasalah cari angin.. “Makasih ya buat kemarin” suara itu membuat aku dan Ana kaget
“Heruuuu” teriak Ana.
“Ehh iya her sama sama”
“Oooo jadi kalian kemarin ke-?”
belum selesai bicara tetapi heru membalas ucapan Ana “yaaaa kita berdua kencan” kata heru.
“Cie cie cie hati hati deh, Heru kan gitu nanti juga punya yang lain vio ditinggal deh hahahha” canda Ana.
Tapi menurutku itu tidak lucu, mungkin itu sindiran atau fakta! mungkin…

Hubungan aku dan heru baik baik saja, Kita sering berkomunikasi lewat pesan dan hari hari ku pun menyenangkan, kita berkomunikasi hingga larut malam.

Puisi puisi buatanku aku kirimkan untuknya, bahkan lagu lagu pun banyak aku dengarkan karena itu saran dari dia. sungguh mungkin kah aku jatuh hati padanya untuk yang kesekian kali?
Tiba tiba pesan masuk dari Heru.
“Aku mau jujur vi, sebenarnya aku belum bisa move on dari putri” deg, hatiku berdegup.
“Kamu? masih sayang putri? itu gapapa kok”
“Vio, aku mohon kamu bantu aku buat move on ya?”
“Siap her, apapun itu aku lakuin deh buat kamu”

Hari berlalu, Aku masih Ujian di Sekolah. Aku datang terlalu pagi dan cuaca hari itu tidak menyenangkan, mendung…
mataku terus mencarinya, sosok yang aku sukai senyumnya, yang aku harapkan keberadaannya.

Dia datang dibonceng oleh sahabatnya…
“loh kok tumben sih dibonceng, itu kan motor dia” dalam hati aku bicara.
Setelah aku tau dari Andre ternyata tangannya keseleo gara gara main bola kemarin sore. “pantesan Heru balas pesannya lama, tapi kok Heru gak bilang sama aku sih huuuft” aku bernafas panjang…

Seperti biasa setiap hari komunikasi kita sangat baik.
Aku memutuskan untuk berkata jujur pada Heru. lalu aku mengirim pesan.
“Her, maaf aku mau ngomong sesuatu”
“ngomong aja sih vio susah amat, gugup ya ngomong sama orang ganteng? wleee”
“ihh jangan becanda deh”
“Oke oke”
“Maaf ya heru kalo aku belum bisa bantuin kamu move on. andaikan move on itu mudah her, aku bakal bantu kamu sebisa aku. tapi aku gak bisa nahan ini her, aku sebenernya suka sama kamu. terserah deh kamu anggap aku apa yang penting aku udah jujur, itu yang aku rasain sejak dulu! aku gak sanggup her liat kamu sama putri. Aku seneng kamu bisa ngabarin aku, kita bisa komunikasi meski lewat pesan, aku seneng bisa ngobrol sama kamu meski isinya tentang putri”
“Kamu gak usah minta maaf, harusnya aku karena aku banyak bikin salah vi. makasih udah suka sama aku. aku juga suka kamu karena kamu ngisi hari hari aku dengan kenyamanan, kamu cukup hebat bisa jujur sama aku. Kamu mau jadi pacar aku?”
“Bohong? Serius?”
“Seriburius”
“Aku gak bisa nolak her”
“Kita Jadian ya Vi?”
“oke”
Aku merasa menang! Akhirnya Heru berhasil aku dapatkan!

Aku sangat bersemangat hari ini setelah akhirnya aku mendapatkan Heru, hari ini aku bertemu Heru dengan perasaan yang berbeda…
Ya dia milikku…
Kita tak banyak berkata namun saling menatap dan mata kita saling mencari.

Sepulang sekolah motornya berhenti di belakang aku yang sedang berjalan…
“Vio”
Aku berbalik badan dan tersenyum..
“Hati hati yaa pulangnya”
“Iya” dengan senyum ku yang sangat tulus.

Sampai di rumah hpku berbunyi… “itu pasti Heru deh” hatiku sangat senang.

Pesan dari Heru

“Aku denger barusan di sekolah katanya kamu suka sama Riza?”
“Riza?”
“Temen sekelas aku viooooo”
“Gak kok”
“Ga usah boong”
“Heru, Aku sukanya kamu bukan Riza”
“Udah deh vi, kita kayaknya emang gak cocok. kamu sama Riza aja, Lagian aku jujur belum bisa sepenuhnya move on dari putri” Hatiku hancur, jujur aku mencintainya. baru saja aku bahagia dengan dia kenapa ini cuma sebentar dan kenapa dia meninggalkanku padahal aku dengan Riza hanya berkenalan sebentar di tahun pertamaku di SMA.
“Oke” aku balas.
“Maaf” dan pesan itu adalah yang terakhir, aku tidak membalasnya.

2 minggu kemudian aku melihat Dp WAnya foto bersama perempuan. Siapakah dia? Aku juga tidak mengenalnya tapi itu bukan Putri.
Tiba saat kelulusan sekaligus perpisahan sekolah. aku melihatnya begitu dewasa, aku memberikan senyuman untuknya kemudian dia berlalu pergi.

Cerpen Karangan: Poppy Nurfarida
Facebook: Poppy (Mpy)
Aku suka membaca dan sedang belajar menulis!
Jangan lupa kritik dan sarannya ya!

Cerpen Akhirnya, Cinta Tak Terbalas merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Fly High (Part 2)

Oleh:
Saat bel berbunyi, seluruh siswa berlari memasuki kelas mereka masing. “Anjir.. gua belum belajar. Ulangan biologi kan sekarang? Ya ampun.” Hensa berdiri sambil meremas botol minuman yang tadi dia

Cinta Semut Gula

Oleh:
Kenalin gue rian, gue anak yang lahir dari keluarga sederhana. Biar begitu keluarga gue cukup terhormat sob. So, bokap gua orang terpandang di mata masyarakat. Kata mereka sih, bukan

Relawan Pantai

Oleh:
Setiap orang pasti memiliki tempat favorit. Entah itu di gunung, kamar, taman ataupun sama sepertiku, pantai. Aku memang menyukai pantai sejak kecil. Apa yang kalian pikirkan ketika mendengar kata

Santri Bel

Oleh:
Setelah liburan panjang selesai, santri santri itu mulai kembali ke pondok untuk melanjutkan menimba ilmu, namanya juga habis libur panjang santri santri pun masih terbawa kebiasaan rumah dari mulai

Zea dan Persahabatan

Oleh:
Pagi ini Zidan bermaksud menyapa Zea. Sekaligus mengucapkan selamat atas juara dua yang diraih Zea pada lomba melukis kemarin. Tapi yang disapa malah memasang wajah jengkel, dan secepat kilat

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *