Aku Dan Kamu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 7 May 2016

Siang itu terasa panas, ku alihkan pandanganku pada seseorang di ujung sana berjalan ke arahku. Ku lontarkan senyuman terbaikku padanya, dia membalasku dengan senyuman lembut. Aku tahu dia pasti lelah karena raut wajahnya agak muram setelah selesai belajar. Sebagai sesama mahasiswa aku tahu juga apa yang ia rasakan. Dia menatapku manja, aku hanya tersenyum dengan tingkahnya yang lucu, walaupun dia terlihat lelah tapi dia berusaha menunjukkan di depan mataku kalau dia baik-baik saja. Masih ku ingat, awal pertemuan kami. Dia sering memanggilku walau harusnya dia tak seperhatian itu terhadapku, aku bangga bisa bersamanya. Dia setia menemaniku apa pun itu masalahku dia selalu ada buatku, membantuku dalam segala hal.

Sampai saat ini, aku masih menyimpan rasa itu, rasa sayang. Hanya bisa ku tunjukkan di depannya tanpa harus memilikinya. Dia segalanya walaupun dia bukan siapa-siapa. Aku sadar dia juga punya rasa sayang terhadapku, karena sikapnya, perhatiannya, menunjukkan bahwa dia menyayangiku. Tapi… Sampai saat ini kami tak punya hubungan apa-apa, banyak yang menilai bahwa aku dan dirinya adalah sepasang kekasih. Dia hanya tersenyum merespon pendapat seperti itu, jadi.. Ku pikir dia benar-benar ingin aku dan dia bersama sebagai sepasang kekasih. Tapi.. Tak ada kata yang terucap. Yang ada hanya sebuah hubungan tanpa status.. Dan yaa… Aku nyaman dengan itu, selama dia juga nyaman.

Sepulang kuliah, dia mendatangiku di kelas, dia tahu segalanya tentang jadwalku. “Lunch bareng yuk,” ajaknya, aku mengangguk meresponnya. Aku dan dia menuju sebuah rumah makan, seperti biasa dia selalu membuatku tertawa terbahak-bahak. Aku selalu mendengarkan setiap kata yang ke luar dari bibirnya dan dia selalu memberikanku masukan saat ada hal yang perlu diubah. Jam menunjuk angka delapan, handphone-ku berdering, dengan malasnya ku raih handphone-ku, ternyata sms Kevin dengan sebaris kata: Nessa, kamu di mana? Jalan yuk..Tunggu ya di rumahmu.

Wajahku berubah kegirangan, dan dengan sigapnya ku ganti piyama yang ku kenakan dengan celana jins dan sweater. Ku turuni tangga dengan cepatnya, bibi hanya heran memerhatikanku. Aku hanya tersenyum dengan bibi. “Bibi, Nessa jalan ya bareng Kevin,” kataku. Bibi hanya mengangguk dan mengatakan, “Hati-hati mbak yu,” Ku tutup pintu rumah, di beranda sepuluh menit ku tunggu kedatangannya, ia pun datang. Ku naiki motornya dan kami menuju taman kota, tempat di mana awal kami bertemu. Entah mengapa dia mengajakku ke mari. Setelah turun dari motor dia menggenggam tanganku, di bawah tiang lampu itu wajahnya terlihat sangat imut. Aku tahu ini gila… Tapii sumpah, dia ganteng banget. Perasaanku tiba-tiba gugup dan dia menatapku tajam, membuatku menelan ludah.

“Nessa..,” panggilnya. Ku arahkan pandanganku hanya terfokus dengannya.
“Aku sayang kamu,” tuturnya. Aku mengangguk meresponnya. Dan berharap ada kata lain lagi setelah itu.
Sesaat kami terdiam, tapi dia masih mentapku, aku berusaha melawan rasa gugupku. “Aku juga sayang kamu,” ungkapku. Dia hanya tersenyum manis. Lalu dia memelukku hangat. “Makasih Nessa, selamanya seperti ini, kamu adik dan sahabat terbaikku,” tuturnya.

Berusaha ku tahan tangisku, mataku terasa seperti kolam. Akhirnya air mataku mengalir begitu saja. Dia masih memelukku. Berusaha ku lepas pelukannya tapi dia menahanku. Apa artinya ini? Aku dan kamu? Tiada kata yang bisa terucap hanya rasa kagum ku padamu, kamu pujaan hatiku. Walaupun tak ada sedikit celah untukku miliki dirimu. Dianathalie.

Cerpen Karangan: Julianthy Diana Natalia
Facebook: Dianathalie Julianthy
Namaku Julianthy Diana Natalia. Umurku 19 tahun, kalian boleh memanggilku Diana. Aku suka cappucino dan makan cokelat setiap hari. Benci sama jeruk. Suka dengar curahan hati siapa aja.

Cerpen Aku Dan Kamu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sesuatu Yang Menghilang

Oleh:
Diambilnya kertas dari buku tulis pelajaran bahasa indonesia lalu disobeknya sembarangan setelah itu digumpalkannya dengan keinginannya. Lalu seonggok kertas yang sengaja digumpal itu menjalankan tugasnya. Dibidik kepala seseorang yang

When I Love Someone

Oleh:
Mengungkapkan perasaan ke orang yang disukai itu bukan semudah membalikkan telapak tangan. Mulut terkunci, langkah terhenti, dan tubuh membeku. Itulah yang kualami sekarang ini, untuk mengatakan tiga kata “I

Remah Remah Yang Tersisa

Oleh:
Siang ini, aku menepati janji bertemu dengan seorang teman, mahasiswi satu tingkat di bawahku, membahas tentang pengkaderan yang sudah di luar batas kewajaran. Seperti biasa, kantin kampus menjadi tempat

Luka Perjuangan

Oleh:
Mengapa memberiku alasan perpisahan? Bahkan di awalpun kau tak memberiku pertanyaan “Mengapa kau memilihku”. Coba ingat, berapa puluh kilo meter kita berjalan di atas kaktus? Berdiri dalam deras badai?.

Dibawah Nol Derajat

Oleh:
I freeze and burn, love is bitter and sweet – Francesco Petrarca Dia datang. Oh, Ya Tuhan. Dia menuju kemari. Aku tidak tahu siapa namanya. Tapi, dia punya style

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *