Aku Memilih Bersahabat

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 10 December 2015

“Oke, ke depan, jalan terus.. Kamu jangan buka mata ya!”
“Kita mau ke mana sih Rick?”

“Sekarang buka mata kamu!” Feni membuka matanya.
“Selamat ulang tahun Fen!” ucapku sambil memegang kue ulang tahun. Feni tersenyum gembira, aku mengambil korek api dan menyalakan lilin yang berangka 16.
“Make a wish dulu, Fen” aku menyuruhnya, Feni pun memejamkan mata sambil tersenyum, ia membuka mata kemudian meniup lilin.
“Kamu minta apa coba?” tanyaku sambil menyenggol tangan Feni, “Aku minta habis ini, aku ditraktirin makan, hahaha” jawabnya sambil tertawa, dan aku pun ikut tertawa.

Malam ini, aku sengaja merayakan ulang tahun Feni di cafe, suasana yang tenang, dan wajah Feni yang bersinar karena terkena cahaya lilin-lilin di atas meja, seakan terlihat cantik bagiku. Beberapa orang yang lewat pun, serasa hanya angin lewat saja, malam ini benar-benar hanya milik kami berdua. Di saat suasana lagi tenang, dan aku lagi makan sama Feni sambil bercanda gurau, tiba-tiba Feni mengalihkan pembicaraan yang membuat aku tidak suka dengan hal ini.

“Eh Rick” Feni memanggil.
“Iya Fen?” jawabku.
“Kamu mau tahu gak?”
“Apa?” aku mengerutkan dahi, penasaran.
“Ferdy tadi ngebbm aku loh, ahh aku seneng banget” ucap Feni dengan nada yang heboh.

Feni yang gembira saat itu, sedangkan aku, tidak. Perasaan aku tiba-tiba menjadi sedih, kenapa saat-saat aku sedang bersama Feni, selalu saja membahas tentang Ferdy. Ferdy, adalah orang yang disukai Feni, aku terkadang pura-pura ikut senang melihat Feni dekat dengan Ferdy, tetapi sebenarnya tidak, aku cemburu, aku sedih, kamu tidak tahu yang sebenarnya Fen. Aku terdiam saat Feni selesai menceritakan hal itu. Lamunanku hilang saat Feni memanggilku.

“Erick? Rickk… Kok kamu diam sih? Gak ngerespon aku?” ucap Feni dengan nada sedikit kesal.
“Eh iya, maaf Fen. Oh baguslah kalau Ferdy ngebbm kamu, pasti kamu senang kan?” aku mencoba tersenyum, agar Feni tidak tahu apa yang sedang aku rasakan.
“Iyaa.. pasti dong” jawab Feni senang.
“Kamu senang, aku juga senang Fen” ucapku dalam hati.

Besoknya, sekolah tiba-tiba menjadi heboh. Dengan kabar Ferdy menyatakan cinta dengan Feni. Aku yang baru sampai di sekolah, tidak tahu jelas kabar itu, aku hanya mendengar sedikit samar-samar pembicaraan mereka saat aku melalui beberapa teman dari kelas lain yang sedang membicarakan hal itu di pintu gerbang. Aku mencoba bertanya, kepada Andi, yang ada di situ, “Hey Ndi, ada apa? Kok pagi-pagi udah heboh, ada berita apa?” Tanyaku.
“Eh bro, masa lo gak tahu sih, lo kan sahabat terdekatnya Feni. Itu si Feni, baru ditembak sama Ferdy” jawab Andi.

Setelah mendengar itu, aku langsung berlari bergegas ke kelas untuk menemui Feni, Feni biasanya jam segini sudah berada di kelas. Sesampai di depan pintu kelas, dengan napasku yang terengah-engah, aku melihat Ferdy duduk di samping Feni, dan dikerumuni oleh anak-anak yang berada di kelas, aku merasa mereka baru saja melihat adegan yang sangat romantis. Napasku yang terengah-engah seakan berubah menjadi sesak dibuatnya, aku memasuki kelas dengan langkah yang sangat pelan dan pandangan yang kosong, aku mendekati Feni.

“Eh Erick! Kamu baru sampai? Kok kamu lemah gitu sih? Kamu sakit?” tanya Feni.
Aku tak menghiraukan pertanyaan yang hanya basa-basi dari Feni, ah di saat seperti itu dia yang barusan ditembak oleh orang yang dia suka, pasti dia tidak akan mempedulikan siapa pun. Hatiku pun sudah dibuat sakit olehnya. Aku tidak perlu bertanya, pasti Feni menerima pernyataan cinta dari Ferdy.

“Selamat ya Fen.” ucapku datar sambil tersenyum.
“Makasih ya Rick.” jawabnya.

Aku langsung pergi ke tempat dudukku yang di belakang, aku menaruh tas dan terdiam, aku mencoba berpikir. Aku memang tak akan pernah bisa memiliki Feni, walaupun aku selalu berada di belakang Feni, tapi Feni tak pernah menoleh ke arahku, Feni hanya menganggapku sebagai sahabat. Sahabat, bahkan tidak lebih. Memang, cinta tak harus memiliki.
“Tuhan, bantu aku menyimpan perasaan ini..” ucapku dalam hati sambil menghela napas panjang.

Cinta tumbuh karena persahabatan. Dan biarlah aku menjalani hari-hari sebagai sahabatnya Feni, dan aku simpan perasaan ini. Karena bersahabat itu lebih baik dari berpacaran bukan? Ya, aku harus bisa bersahabat, harus bisa. Toh, aku juga gak mau nantinya jika hubungan persahabatan aku sama Feni hancur hanya karena Cinta. Dan aku Erick, akan selalu bersemangat.

Selesai

Cerpen Karangan: Zilvani Aprianti
Facebook: Zilvani Aprianti

Cerpen Aku Memilih Bersahabat merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kaulah Jodohku

Oleh:
Penyesalan tidaklah pantas jika selalu dirasakan, penyesalan tidak akan berubah menjadi sebuah takdir yang pasti, tapi aku telah menyesal dengan tutur kata, sifatku, dan keegoisanku yang telah merengganggkan hubungan

Kurang Sedetik Kita Bersama

Oleh:
13 Februari “Hari ini dia sibuk, iya, dia, siapa lagi jika bukan Fakhri. Fakhri yang dulu perhatian, tidak egois, selalu membantu akhir-akhir ini dia menjadi seseorang yang super sibuk,

Selamat Tinggal Kenangan

Oleh:
Tak pernah sedikitpun aku menyesal mengenalmu Kenal setiap orang punya kisahnya masing-masing.. Punya pelajarannya masing-masing. Dan kisah denganmulah yang terindah, Sekaligus yang terperih. Tapi aku bersyukur. Terima kasih. Waktu

Teman Bukanlah Teman

Oleh:
Bayangkan jika kamu melihat laki-laki yang kamu cintai bersama temanmu. Bersama maksudnya dekat, Apa yang kamu rasakan? Sakit bukan. Begitu juga aku, rasanya sakit sangatlah sakit. Kadang teman bukanlah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *