Allow

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 17 November 2017

Terkadang cinta itu membuat kita nyaman…
Namun bila mencintai seseorang, dan rasa itu dipendam sakit rasanya…
Dan pada akhirnya diri ini harus merelakan rasa cinta itu pergi…

Sebelumnya perkenalkan nama gue Alvira Madaniah. Gue seorang salah satu siswi kelas 8 SMP tepatnya di kota palembang. Kisah ini berawal dari pandangan pertama gue akan seorang laki-laki yang bernama Alvero.

Alarm pun berbunyi. Sang surya telah memncarkan sinarnya. Pagi ini tepat pukul 06.30. Gue pun langsung bersiap-siap untuk pergi ke sekolah, hari ini adalah hari pertama gue memasuki kelas 8. Setelah selesai bersiap-siap gue langsung berangkat…

Sesampainya di sekolah gue masuk di kelas 8.4 gue bersyukur karena gue bisa satu kelas lagi dengan sahabat gue yaitu: zia, Fadlya dan Nada.

Jam pelajaran pertama pun dimulai. Gue melihat ke arah barisan bangku yang paling ujung terlihat 2 orang laik-laki duduk berdua. Gue pun tanpa sengaja memperhatikan satu laik-laki di antara 2 orang itu.
Bu Yeni pun datang, ia adalah wali kelas kami. Setelah masuk ke kelas, bu Yeni pun langsung mengabsen satu persatu. Gue pun sibuk mendengarkan, ternyata laki-laki itu bernama Alvero absen dia berada sebelum absen gue.

Istirahat pun berbunyi…
“Eh, kantin yuk.” Ajak Nada
“Ayo, gue laper ni.” Jawab gue
Kami berempat pun langsung ke kantin.

Sesampainya di kantin, gue hanya diam dan senyum-senyum sendiri…
“Eh, lho kenapa vir.” Tanya Zia
“E… Gak papa kok.” Jawab gue
“Ya udah, makan dulu gih”
Kami pun langsung makan…

Hari terus berlalu, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan. Entah apa yang terjadi dengan hati ini apa mungkin menyukaii Alvero entah sampai saat ini gue hanya memendam rasa ini. Samapi akhirnya gue begitu dekat dengan Alveron kami sering bercanda dan curhat bareng kami pun semakin dekat… Gue pun udah merasa nyaman kalau dekat dengan Alvero…

Namun semua berubah ketika…
“Eh, vir gue mau ngomong sesuatu ni.” Ajak Nada
“Mau ngomong apa.” Tanya gue
“Di taman aja ya.” Ajak Nada
“Ya udah, ayok”
Kami berdua pun langsung menuju ke taman

Sesampainya di taman…
“Alvira gue mau minta tolong nih, sebenarnya gue suka sama Alvero secara kan lo dekat dengan dia. Comblangin gue dong.” Pinta Nada
Sakit hati ini mendengar kata kata itu andai saja Nada tau sebenarnya kalau aku menyukai Alvero juga. Apapun aku harus menyakiti sahabat sendir, bagaimana ini bisa terjadi dua orang sahabat menyukai satu orang yang sama. Apa mungkin persahabatan ini akan berakhir…
“Ya udah, nanti aku bantuin ya.” Jawab gue dengan kecewa
Nada pun langsung meninggalkan gue,

Sesampainya di kelas gue berbicara dengan Alvero
“Eh, Al Nada suka sama.”
“Terus” jawab Alvero dingin
“Lo mau nggak jadi pacarnya dia, tolong dong lo jadi pacar dia.” Sejujurnya gue belum pernah nyomblangi orang lain, jadi gue ngasal aja deh…
“Gue nggak suka sama Nada, cubo Lo ngerasain jadi gue saat dihadapkan dengan 2 pilihan sulit.” Jelas Alvero
Aku pun hanya diam, siapa sebenarnya orang yang ada di hati Alvero…

Sudah setengah tahun ini gue nggak pernah bicara lagi dengan Alvero gara gara kejadian itu… Gue nyesal persahabatan gue hancur dengan Alvero… Bagaimana perasaan ini masihkah ada untuknya…
Hingga suatu hari gue mendapat kabar dia ingin menembak seorang cewek yang bernama Nurin ya, Nurin adalah adik kelas gue termasuk adik kelasnya Alvero…
Ya tuhan betapa perih hati ini, mengapa kebahagian dalam hidup ini hanya dirasakan sebentar…

Dan sudah hampir satu tahun gue nggak bicara lagi dengan Alvero. Entah mengapa tiba tiba rasa cinta ini hilang untuknya. Semua rasa cinta untuknya berubah menjadi rasa benci kepadanya…

Dan pada akhirnya gue harus merelakan cinta itu pergi…
Kehidupan ini terasa kosong…

Cerpen Karangan: Salamah
Facebook: Puteri Semplan

Cerpen Allow merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tentang Jen

Oleh:
Pagi ini awan berarak hitam pekat, sesekali turun gerimis yang sesaat berhenti memberi jeda, lalu turun kembali secara beraturan. Hal itu membuatku enggan ke luar dari selimut yang kurasa

Cintaku Kau Terlantarkan

Oleh:
“Ham, aku sayang sama kamu. Aku… Aku cinta sama kamu…” Kata-kata gadis cantik itu masih terlintas di pikiran seorang pemuda ini. Ya pemuda itu adalah Ilham. Ucapan dari sang

Cinta Itu Kesetiaan

Oleh:
“Ya ampun. Kok hari ini tugasnya makalah semua. Jadi ribet ini bawanya.” Talitha menggerutu di sepanjang perjalanan menuju perpustakaan. Sesekali Ia membenahi letak tumpukan makalah di tangan kirinya. Tak

Cinta Terlambat

Oleh:
‘Kamu akan menyesali semuanya, saat kamu tau yang benar-benar tulus mencintaimu pergi dan takkan pernah hadir lagi di hidupmu.’ — Aditya Arcakra Negara seorang pemuda tampan yang sangat cuek

Perasaan Yang Mampir Sejenak

Oleh:
Malam mulai tiba langit pun mendung pertanda akan turun Hujan di malam ini. “malam ini pasti bakal lebih dingin lebih baik ku buka chatting.” pikirku. Aku pun langsung masukkan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *