Angga

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Patah Hati, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 19 August 2015

Dia adalah Angga, anak sekolah yang sering tidur di kelas. Bahkan, teman-temannya sering memanggilnya tumor -tukang molor.

Suatu ketika dia ketiduran hingga jam pelajaran usai, untungnya Niwi segera membangunkan Angga.
“tumor, bangun, sudah waktunya pulang!” teriak Niwi pada Angga.
“apa, Niwi?” jawab Angga yang baru bangun.
“bangun, pulang,” kata Niwi.
“iya, Niwi” balas Angga.

Keesokan harinya Angga kembali tertidur, namun kali ini ia tidur saat jam pelajaran pertama. Sedang asyik ia tertidur lagi-lagi Niwi membangunkannya.
“tumor, bangun, Bu Linda datang!” Niwi membangunkan Angga.
“apa, sih, Niwi” jawab Angga.
“Bu Linda datang,” Angga pun terbangun.

Selesai pelajaran Bu Linda, Angga kembali tidur hingga jam pelajaran kembali usai, dan lagi-lagi Niwi yang harus bangunkan Angga.
“tumor..!!” teriak Niwi.
“iya, aku tahu Niwi, pulang kan?” jawab Angga.
“hmm, iya Angga udah waktunya pulang, dan Angga kamu mau pulang bareng aku gak?” tanya Niwi,.
“mau wi, mau banget.” jawab Angga senang.

Dan mereka pun pulang bersama-sama, esok harinya Angga tidak tidur di kelas, entah mengapa, dan oleh sebab apa ia tak tidur di kelas kali ini, Niwi pun mendekati Angga dan bertanya padanya.
“hey, tumben kamu gal tidur?” tanya Niwi. Angga pun menatap Niwi, lalu dengan pelan berkata.
“kamu kangen aku tidur?” Niwi hanya senyum dan pergi meniggalkan Angga.

Semenjak saat itu Angga mulai suka sama Niwi, ia pun terus berpura-pura tidur agar Niwi membangunkannya, dan tekniknya tak sia-sia tiap kali Angga tidur, Niwi selalu membangunkannya, terus dan terus Angga berpura-pura tidur. Namun, suatu hari saat Angga tertidur Niwi tak membangunkannya, Angga pun menjadi heran kenapa Niwi tak membangunkannya saat itu.

Esoknya kembali Angga tak dibangunkan Niwi, namun tak lama ia pun mulai mengerti kenapa Niwi tak pernah membangunkannya lagi. Ternyata, Niwi sekarang lebih suka mengobrol dengan Yuda teman sekelasnya, dibandingkan membangunkan dirinya, dan Angga pun kecewa.

Setelah pulang, Angga dikejutkan dengan ditembaknya Niwi oleh Yyuda, tepat di depan matanya, dan Niwi pun menerima Yuda, sebagai kekasih hatinya. Kayaknya Angga sakit hati, namun ia tetap tegar karena memang mugkin cinta itu tak harus dimiliki, dan Angga hanya tersenyum saat Niwi menerima Yuda.

Sampai kelas tiga Yuda dan Niwi masih pacaran, dan untuk Angga, yaa ia masih tetap terus tertidur di kelas, dan Niwi masih tetap membangunkan Angga. Tunggu, untuk Angga dia kini menjadi pacarnya nawa adiknya Niwi.

Cerpen Karangan: Wegi Iswanda
Facebook: Wegi Perda

Cerpen Angga merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tanggungan yang Terjawab

Oleh:
“Bro! Tahu gak orang yang paling aneh di dunia?” “Apa bro?” “Orang yang lagi baca tulisan percakapan ini. Hahaha!!” Mereka berdua tertawa terbahak-bahak. Saya juga ikut. Tapi semua itu

Kado Terakhir Untukmu (Part 1)

Oleh:
Dunia terang disinari mentari yang mencerahkannya bersama hembuasan angin yang menyejukan suasana namun bising motor dan mobil membuat buyar pikiran yang mencoba untuk tetap tenang. “Selamat Pagi Pak”. “Pagi”.

Regina

Oleh:
Mata cokelat, kulit cerah, pipi merona, dengan rambut hitam lurus dipangkas sebahu. Kalimat yang meluncur dari mulutmu kala itu, takkan mungkin bisa kulupakan. Katamu aku cantik, kemudian kau tersenyum

Malaikat Terlambat

Oleh:
Kami berpencar ke tempat tujuan masing-masing. Restaurant, tujuan bagi mereka yang kemarin sudah bersepakat membuat masalah ini berhasil. Dua tahun bersama, tidak bisa membuat kelas kami kompak. Keegoisan menyebabkan

Tukang Fotokopi Bikin Cinta Mati

Oleh:
Bruakkk!!” suara gebrakan meja yang dilakukan Bu Dian menggema hingga ke seisi kelas, Ali yang tertidur karena penjelasan Geografi bu Dian yang ngalor-ngidul langsung terbangun dan ternyata yang tertidur

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *