Apa Itu Cinta?

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Patah Hati, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 7 June 2016

“Cinta bukan tentang apa yang ada pada diri seseorang, tapi cinta tentang apa yang tumbuh dengan sendiri tanpa tau apa sebabnya. Cinta hadir dengan sendiri membawa rasa yang kadang…” Tak ku lanjutkan tanganku untuk menulis, karena terbayang dia yang kini masih saja kucintai. Mataku meneteskan air mata mengingat betapa sulitnya aku untuk memendam perasaan itu dari dulu.

Aku melangkahkan kakiku menuju sekolah. Mengayuh sepeda yang selalu menemani ketika pergi ke sekolah. Sesampainya di sekolah aku masih saja membayangkan bagaimana bahagianya bisa mendapatkan seseorang yang aku cinta.
“Brraakkk” Tiba-tiba aku menabrak seseorang dan membuyarkan lamunan ku.
“Maaf, maaf, aku gak sengaja” dengan sepontan aku meminta maaf tanpa aku tau siapa dia.
“Tak masalah, ayo masuk kelas!” ajak seseorang itu
“Regar.. eh iya” ternyata yang aku tabrak adalah Regar.
Ya, dia seseorang yang selama ini aku cintai, tanpa dia tau. Yang selalu gugup ketika bertemu dengan dia. Aku dan Regar masuk ke dalam kelas bersama, dengan wajah berseri-seri terpancar.

Bel istirahat tiba, seperti biasa aku dan Rivence pergi ke kantin. Rivence sahabat dari dulu yang bosen kalau denger cerita tentang Regar.
“Ven, tadi aku habis tabrakan sama Regar, dan tau gak? dia tadi langsung ngajak bareng masuk kelas” dengan wajah gembira dan senyum-senyum sendiri.
“Aelah, gak ada topik cerita selain tentang Regar? Bosen tau dari dulu cowok itu terus lagian dia juga gak tau kan perasaan kamu” jawabnya kesel
“Emang sih dia gak tau, tapi setidaknya kan aku masih bisa deket sama dia”
“Iya deh iya”
Tanpa aku sadari, ternyata Boby mendengar semua percakapan tadi. Boby salah satu temen deket Regar, aku takut dia bakal cerita masalah tadi ke dia. Tenyata apa yang aku duga terjadi, di kelas Boby dengan nada keras memberi tau Regar dan itu membuat aku malu
“Eh gar, tau gak? Ternyata dia suka sama kamu” Tunjuk Boby kearahku. Mendengar itu Regar hanya senyum keheranan
“Apa apaan sih kamu Bob” sautku dengan nada keras
“Kan emang bener kan? Kamu suka Regar”
Aku langsung lari dengan perasaan malu meninggalkan kelas menuju ke taman. Air mataku seketika menetes, perasaan tak menentu ada dihatiku. Dan tiba-tiba dari belakang dia menyodorkan sebuah sapu tangan, aku pun mengambilnya dengan mata yang berkaca-kaca
“Udahlah, gak usah dipikirin. Lagian kamu juga gak salah kan, kamu Cuma jadi korban jatuh cinta. Tapi sayang kamu jatuh cinta dengan orang yang tidak tepat” celetus Regar mengejutkanku
“Maksudnya gar?”
“Iya, kamu gak seharusnya jatuh cinta dengan ku. Karena aku gak mungkin buat bales perasaan kamu” jawab Regar
“Iya, aku tau kok, seharusnya aku gak jatuh cinta sama kamu. Kamu pasti gak memiliki perasaan sama aku. Aku gak pernah salah jatuh cinta, karena cinta tak pernah salah untuk memilih” sautku
Tanpa ada kata apapun lagi, Regar langsung pergi. Seketika itu lagi air mataku menetes. Aku tau pasti dia tak akan membalas perasaku, itu sebabnya aku hanya memendamnya.

“Ah, apa yang terjadi tadi? Kenapa dia harus tau? Dan apa yang akan terjadi setelah ini? Dia akan menjauh karena tak mau akan kehadiranku? Atau dia tetap akan seperti biasa?” Beberapa pertanyaan yang ada diotaku, masih saja aku membanyangkan kejadian barusan.

Tak seperti pagi biasanya, hari ini rasanya tak ada semangat lagi ketika harus memasuki sekolah. Sekarang aku menjadi takut ketika harus bicara seperti biasa ke dia. Melewati lorong sekolah aku berpapasan dengan Regar, tapi tak seperti biasa dia tak menyapa. Dia hanya lewat dan seperti tak mengenal aku.
“Apa yang terjadi? Dia tidak seperti biasa? Apa mungkin karna kejadian kemarin?” Gumanku tak percaya
Ternyata, di kelas pun dia tak seperti biasa, tak ada percakapan. Sekarang, bagaikan orang asing yang tak tau mau bicara apa ketika bertemu.
“Ven, setelah kejadian kemarin, Regar kenapa menjauh ya?” bisikku pelan-pelan
“Yah, mungkin dia gak suka akan kehadiranmu, udahlah lupain dia!”
Bener juga apa yang dikatakan Rinven, dia menjauh ketika tau kalau aku suka dia. Tapi kenapa harus menjauh bukan bicara baik-baik.

Setahun setelah kejadian itu, aku pikir keadaan akan kembali seperti dulu, aku dan Regar bisa jadi teman lagi. Tapi, selama itu tidak ada perubahan, masih sama-sama diam seperti tak kenal. Masih teringat kejadian satu tahun lalu, melamun sambil berjalan menuju kantin. Kali ini aku pergi sendirian, Rinvence tak masuk. Dengan terpaksa aku harus sendirian di antara banyak orang.
“Hai… boleh duduk disini?” suara itu membuat aku terkejut dan sepertinya suara itu tak asing lagi.
“Silahkan!” aku memperbolehkan tanpa aku tau siapa itu, dan aku melanjutkan lamunanku
“Gimana kabarmu? Apa kamu masih saja mencintaiku?” pertanyaan itu mengejutkan ku, dan sepontan aku langsung menoleh
“Eh..eh.. Regar. Baik kok. Bagaimana bisa aku tak mencintaimu” jawaban yang mungkin terlalu jujur
“Kenapa tak mencoba untuk melupakan? Kamu tau kan kalau aku tak mencintaimu?” dan pertanyaan itu membuat aku terluka
“Iya tau, dari dulu kau tak mencintaiku. Dan dari dulu kucoba tuk tak mencintaimu lagi, tapi semuanya sia-sia. Tapi, aku akan coba lagi untuk melupakanmu”
“Ini bukan cinta yang seharusnya kamu dapatkan. Kamu berhak bahagia dengan orang lain tapi bukan aku. Aku tak pantas kau cintai, tapi aku pantas kau benci. Karena aku tau, selama ini aku telah mengabaikan orang yang mencintaiku. Tapi apakah arti cinta sebenarnya jika keterpaksaan?. Kamu pasti tak pernah tau kenapa kamu mencintaiku bahkan jika aku bersifat tak menganggapmu. Sama halnya dengan itu, aku tak pernah bisa mencintaimu bahkan jika kau masih bersifat baik denganku. Jangan sakiti hatimu hanya karena kau masih mencintaiku” Kata Regar dengan wajah bersalah
Belum sempat aku menjawab lagi, dia langsung pergi. Seketika air mataku menetes lagi, entah apa aku merasa terluka. Dia benar apa arti cinta jika hanya keterpaksaan. Aku sadar aku telah salah berharap lebih kepada seseorang, tapi cinta tak pernah salah memilih untuk disinggahi.

“Kamu kenapa?” Tanya Rivence yang tiba-tiba datang menghampiri
“Gak papa kok ven” sautku dengan air mata yang terus menetes
“Gak, kamu gakpapa. Pasti gara-gara Regar kan? Lagian ngapain kamu masih nyimpen perasaan sama dia, dia itu jahat! Dia gak pernah anggap kamu ada. Dan sekarang kamu masih mau nyimpen perasaan sama Tegar?” kata Rivence sambil memeluk erat tubuhku
“Gak ven, dia gak jahat sama sekali. Aku egois! Yang gak pernah mau ngertiin dia, aku yang terlalu berharap. Padahal kenyataannya cinta memang tak pernah bisa dipaksakan” jawabku
“Tapi setidaknya dia kan juga harus menghargai perasaan dan kehadiran kamu kan? Bukan menjauh dari kamu, itu bukan cara yang baik. Cepat atau lambat kamu bakal ngerti kalau kamu membuang-buang waktu hanya karena dia. Dan dia juga akan menyesel telah menganggap kamu jauh” kata Rivence menyakinkan

Beberapa bulan setelah kejadian itu aku mendengar Tegar berpacaran. Sakit! Tapi ini kenyataannya, dia mencintai orang lain. Dia telah menemukan cintanya. Aku hanya tersenyum ketika mendengar kabar itu, menerima dengan sepenuh hati.
“Tau gak Regar udah punya pacar?” Tanya Rivence
“Tau kok” gumanku dengan sedikit senyum
“Baguslah, kalau begitu sekarang waktunya kamu harus bener-bener ngelupain dia. Dia tak peduli padamu, kenapa kamu masih mencintai Tegar? Iya gak?”
“Iya deh, aku coba”

“Cinta tak pernah salah untuk mencintai, dia hadir untuk memberi rasa pada kehidupan. Manis atau pahit, dua kemungkinan terjadi. Cinta perlu diungkapkan agar tak menjadi derita. Meski harus menerima penolakan, itu sebuah pengorbanan. Penolakan adalah sebuah rasa dalam sebuah cinta. Sakit itu pasti, tapi tak untuk berlarut-larut. Karena, di luar masih ada cinta yang menunggu, bagai angin yang dirasa namun tak tampak”
Itu lah cintaku, kisahku berakhir dengan sebuah penolakan. Tapi menjadiku semakin dewasa.

TAMAT

Cerpen Karangan: Heni Rahmawati
Facebook: Heni Al Rahma

Cerpen Apa Itu Cinta? merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Akhir Cerita Cinta

Oleh:
Tanggal 13 januari 2012, tepat hari ulang tahun kakak kelasku yang biasa aku panggil kak ical nama lengkapnya haikal indrawan. Aku bersama sahabat-sahabat dekat kak ical seperti mba riva,

The Bad Day

Oleh:
Kring.. kring.. kring.. Jam weker gue berbunyi dengan keras di samping gue, menarik gue keluar dari petualangan di dunia fantasi. Segera gue matikan jam weker peribut itu dan melompat

Semoga Kau Bahagia

Oleh:
Tak terasa-rasa hari berganti hari, bulan berganti bulan dan tahun-pun berganti tahun, kini usiaku genap 21 tahun. Di Dunia ini tiada yang aku takuti, musuh tak kucari. Namun, jika

Singkat Cerita di Lapangan

Oleh:
Hari ini hari senin, tak seperti biasanya aku merasa semangat sekali hari ini. Aku tidak sabar untuk melaksanakan upacara hari ini. Ini aneh lagi, biasanya aku paling malas jika

Rebutan Buku

Oleh:
Hari senin minggu lalu cukup membuat Yunna bahagia, karena ia mendapatkan sebuah hadiah berupa tulisan sederhana atau sebuah karya yang terlahir dari seorang laki-laki kreatif yang baru-baru ini ia

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *