Apa Salah Aku?

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 8 January 2020

5 Desember 2016, tepat 6 bulan aku tidak bisa melupakan dia. Sering sekali aku menyakiti lelaki yang tulus mencintaiku dan menyayangiku. Tapi berbeda dengan lelaki satu ini, ia bernama Zainal Arifin teman kerjaku yang baru gabung di lokasi kerjaku. Ia bisa membuat aku lupa dengan lelaki yang pernah meninggalkan dengan alasan yang sampai sekarangpun aku belum mengerti.

Touring Curug Cilember bersama team kerjaku termasuk Ipin (nama panggilan ia). Dari mulai situlah aku dekat dengan dia, hingga teman-temanku menganggap aku sudah pacaran.

“hai re, foto yuu” ucap ia.
“yuu pin” ujarku.
Kita foto layaknya orang pacaran.
Sampai pulang ke Jakarta kita tetep chatan via whatsapp atau video call via line.

20 Desember 2016, handphone ada notif line panggilan vidio tidak terjawab dari si Ipin. Karena aku lagi masuk shift pagi jadi aku chat ia.
“kenapa pin kamu telepon aku?” teks terkirim ke Ipin.
“gak apa-apa, kamu jaga dimana Re?” balas ia.
“aku jaga di PK 4 Pin.”
Tak ada 5 menit ia balas chat aku, “aku telepon ya”
Belum sempat aku jawab, ia sudah menelepon aku. Kita berdua video call, sampai bener-bener handphone aku lowbatt parah.

Setiap hari kita selalu berdua, istirahat berdua, kemana-mana berdua hingga aku sangat nyaman berada di samping dia dan menanyakan hubungan ini.
“Pin, aku mau nanya?” ucapku.
“mau nanya apa Re?” jawab ia.
“Hubungan kita sebenernya apa sih Pin? kamu pernah bilang ke aku kalo kamu juga nyaman sama aku?”
Arifin pun sempat terdiam sebentar dan menjawab “Aku nyaman sama kamu Re, tapi aku masih gak bisa lupain mantan aku yang di Lampung. Maafin aku”
“Iya aku ngerti kok, Pin” jawabku.
Dan semenjak itu kita menjadi jauh-jauhan, aku pun merasa lebih baik jauhan daripada terus mengharapkan.

Waktu berjalan, Tahun pun berganti menjadi 2017 bulan Januari. Aku dan Ia semakin renggang hubungannya seperti orang musuhan, Sampai akhirnya datanglah lelaki yang begitu berani mendekatkan aku. Arifin mengetahui itu semua, Ia pun semakin menjauh. Hingga aku lebih memilih lelaki yang memperjuangkan aku. Aku berniat chat whatsapp Arifin untuk menanyakan kabar ia tetapi ia malah menjawab dengan perkataan yang kurang aku ngerti apakah ia sakit hati atau bagaimana.

“Hai Pin” teks tersebut terkirim ke Ia.
“Iya” jawab singkatnya.
“Kamu kenapa? Kok sekarang semakin berubah?”
“Berubah? berubah jadi apa?” jawab ia.
“Ya, udah beda aja kamu. Udah gak kayak dulu lagi”
“Kamu yang berubah, mentang-mentang udah punya cowok. Gak pernah inget sama aku.”
Lho kok dia malah bilang begitu? batinku bertanya sendiri.
“Maksud kamu apa?” jawab ku.
“Kamu pikir aja sendiri” pesan terakhir dari dia.

Sempet beberapa bulan tidak kontekan sampai aku resign dari pekerjaan aku, tapi walaupun aku udah punya pacar. Aku tetap masih mencari tau tentang kabar Ia ke teman-temanku, Hingga aku mendapatkan berita. Entahlah, ini berita buruk atau berita baik. Arifin sudah melupakan aku, sudah mempunyai pasangan satu kerjaan yang jabatannya sama kayak aku.

Dengan rasa penasaran dan sedih dan sakit, aku chat Ia.
“Hai, Apa kabar?” Tanyaku.
“Hai, baik. Lo sendiri?”
“Syukur, Baik juga kok. Gue mau nanya deh sama lo” Tanyaku.
“Mau nanya apa?” Jawab Ia.
“Bener kamu lagi deket sama anak SPP yang baru? katanya udah pacaran ya?”
Dengan rasa tidak bersalahnya dia, dia jawab “Iya bener Re”

Sumpah disitu hati aku merasakan sakit, kenapa secepat itu Ia menjalin hubungan dengan orang lain? Siapa aku dianggepnya dulu sama Dia? Aku nangis seharian, Aku bener-bener gak terima. Tapi aku berpikir, Apa ini salahku? Apa ini karmaku yang dulu meninggalkan Dia? Tapi aku meninggalkan Dia karena memang keputusuan Dia yang membuat aku pergi meninggalkannya.

Sekarang telah aku block semua sosmed Dia, karena aku sangat sakit hati.

Cerpen Karangan: Revina Aurelia Putri
Blog / Facebook: revina.aurelia

Cerpen Apa Salah Aku? merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hunusan Pedang tak Bermata

Oleh:
Lazimnya malam minggu di ujung bulan desa kecil, ABG hingga dewasa tanggung keluar dari gua beruangnya. Teresa hanya menghabiskan satnitenya bersama Vito dan Arman di ruangan kedap suara, yang

Aku dan Jarak

Oleh:
Jarak? Aku menyebutnya bukan penghalang. Melainkan penghubung. Sesuatu seperti penguat atau bahkan bisa jadi suatu penghambat. Semua itu tergantung bagaimana jarak berpihak. Aku menjalani hubungan jarak jauh ini selama

Dia

Oleh:
Malam ini entah mengapa mataku begitu sulit tuk mengatup. Dalam pikiranku hanya penat dengan 1000 macam masalah yang tak berakar. Akhirnya ku bangun dan mengambil buku harian. Ku buka

Tentang Perpisahan

Oleh:
“Asalamualaikum warah matullahi wabarokatuh..” Salam subuh Ryan di rakaat terakhirnya. Setelah berdzikir Ryan berjalan menuju pintu keluar mushala. Udara menghembuskan dinginnya menabrak dada. Tarikan nafasnya menarik masuk hawa sejuk

All About Raka

Oleh:
Aku berhenti menulis. Aku merasa sangat lelah. Entah kenapa, aku kembali merasa seperti ditembus ribuan peluru. Hatiku seperti terbang dan kemudian terhempas jatuh ke tanah. Entahlah. Seperti inikah rindu?

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *