Berakhir Mengenaskan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 19 September 2017

Tepat pada waktu hari pertama aku melaksanakan MOS (Masa Orientasi Siswa). Di situlah aku mulai mulai merasakan sesuatu yang aneh. Dan aku tak mengetahui perasaan apakah itu. Apakah aku sedang jatuh cinta?. Entah apakah itu aku tak tahu.

Pertemuan antara aku dan dia adalah di mana saat aku pertama melaksanakan MOS. Kenapa semenjak aku menatap matanya yang begitu indah aku langsung terbayang bayang dengan wajahnya. Seakan aku tak bisa berpikir apapun selain dia, padahal aku belum tahu siapakah dia dan dari manakah dia. Tapi aku merasakan pearasaan yang aneh, seperti perasaan “JATUH HATI”. Aku tak tahu apa itu CINTA dan apa benar aku telah jatuh hati dengan dia, karena pesona wajahnya yang begitu memikat hati. Dan aku sendiri masih bingung dengan apa yang kurasakan. Kenapa setiap aku bertemu dan melihatnya aku selalu salah tingkah sendiri macam orang tak waras.

Dan di sinilah awal perkenalanku dengannya, aku berkenalan dengan dia pada MOS hari ke dua. Perkenalanku dimulai dengan sebuah ketidak sengajaan. Dan yang memulai perkenalan itu adalah dia cowok yang kutaksir. Waktu itu aku baru saja datang dan mau masuk ke dalam ruangan MOS ku, yaitu di ruang kelas 7B. Dan ketika itu dia tak sengaja menabrak diriku sampai aku terjatuh dan dia dengan baik dan gentleman menolongku bangun dari lantai. Lalu dia berkata
“Maafkan aku, aku tak sengaja menabrakmu.” dia berkata dengan muka penuh salah.
“Ya tidak apa apa.” Jawabku sambil terseyum.
“Boleh kita kenalan?” Tanya dia dengan menjulurkan tangan dan tersenyum padaku.
“Boleh, namaku chika. Kalau namamu siapa?”
“Namaku choki. Ruang kelas kamu di mana?”
“Aku ada di ruang kelas 7b, kamu sendiri di mana?” Jawabku dengan senyum bahagia.
“Aku juga di kelas 7b.” Jawab dia dengan lembut
“Tapi kemarin waktu MOS hari pertama aku kok gak tau kamu. Kamu duduk di sebelah siapa, terus kemarin waktu perkenalan aku juga tak mendengar nama Choki.” Kujawab dengan wajah bingung.
“Iya, kemarin MOS hari pertama aku nggak masuk soalnya aku sakit.” Jawab dia dengan singkat.
“Oh. Pantes aku nggak ngeliat kamu.”
“Ya udah salam kenal ya!”
“Oke.”

Dengan sebuah percakapan yang singkat aku dan dia menjadi teman baik. Aku senang bisa berteman dengan dia. Setelah kejadian itu, semakin hari aku tak bisa melupakan wajahnya yang selalu berlarian di pikiranku. Dan sampai saat ini aku masih serng memikirkannya.

Kini aku dan dia sudah berteman selama satu tahun lebih dan sampai detik ini aku masih berharap aku dan dia tidak hanya sekedar teman biasa tapi melebihi dari sebuah pertemanan atau pun persahabaan. Dan apa yang aku inginkan sampai saat ini dan esok pun tak akan terjadi. Karena aku tahu dia tak pernah tahu akan perasaanku. Dan aku tahu siapa orang yang dia sayang dari dulu sampai esok pun tetap sama yaitu X. Dan sampai saat ini aku tak pernah mengungkapkan perasaan yang ada dalam hatiku. Karena aku sadar aku seorang cewek yang tak wajar bila mengungkapkan perasaannya terlebih dahulu pada seoroang cowok. Tapi kini ku sadar aku memang tak pantas dengannya. Dan di sini aku hanya bisa tertawa dan tersenyum bahagia karena melihatnya bahagia dengan cewek yang dia sayang.

Meski aku tak bisa memilikimu seutuhnya, tapi di sini aku tetap berfikir positif thingking kalau kamu mengetahui tentang isi hatiku padamu. Karena sampai saat ini tatapan matamu masih selalu ada di pikaranku. Dan setiap kali kamu menatapku, kau seperti memberi harapan padaku. Dan kelakuan kamu yang itulah yang semakin membuat aku Ge-er. Tapi kisah cintaku berakhir mengenaskan, karena dia kini sudah bahagia dengan orang lain.

Cerpen Karangan: Sindy Putri Amelia
Facebook: sindy putri amelia
Sindy P.A
Dari Kelas VIII-B
SMP Negeri 1 Puri

Cerpen Berakhir Mengenaskan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Dia Dia Dia

Oleh:
Sahabatku Daffa ya aku sangat menyukainya. Aku selalu membantunya jika dia ada kesulitan. Saat itu dia sms aku. From: Daffa To: Saya (Lisa) Lis aku akan berusaha menjadi yang

Air Mata Di Ujung Senja

Oleh:
Sore itu di sebuah jalan yang sudah dijanjikan, aku sudah menunggu kurang lebih 1 jam, perasan cemas dan takut mengisi pikiranku, aku takut dia tidak akan datang seperti yang

I’m not a PHO

Oleh:
“Kukuruyukk…” ayam pun berkokok tanda pagi pun menjelang “Huahhh, udah jam 06.00. siap siap dulu ahh..” sirfa bangun dari tempat tidurnya. Gedebak gedebuk kesana kesini hingga selesai untuk pergi

Khianat Cinta Dan Sahabat

Oleh:
Pagi yang cerah ini nadia berangkat dengan wajah tak bersemangat, mata merah dan bengkak, hidung mancungnya pun memerah, siapa saja yang melihatnya akan merasa iba. “nadia.. kamu gak sarapan

Penghangat Adzan

Oleh:
Di sebuah malam tanpa bintang, aku mengingat seseorang, seseorang yang kukasihi dan kusayangi sepenuh hati. Meskipun, itu hanya cinta satu arah. Dalam diam aku merenung, aku mengingat sesuatu hal,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *