Bertepuk Sebelah Tangan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Patah Hati, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 21 December 2016

Namaku khoirotunnisa umurku 13 tahun tepatnya kelas 8 tsanawiyah. Saat pertama aku masuk ke sekolah ini aku mengaggumi seorang pria. Dia adalah kakak kelasku, kelas kami mempunyai jarak yang sangat jauh. Untuk melihatnya saja aku harus menunggu waktu istirahat tiba, tapi entah kenapa aku menyukainya padahal dia anak terjahil di kelasnya, hampir semua orang di kelasnya tidak menyukainya tapi dia mempunyai paras tampan dan ketampanannya itu yang membuat dia menjadi pria populer di sekolahku, namanya adalah Galuh haedy.

“Nisa, perpus yu!” Ajak Jihan
“Ayo!” Jawabku. Jihan adalah sahabatku dia sahabat terbaikku, segala rasa aku curahkan padanya termasuk perasaanku pada Galuh.

Aku dan Jihan pergi ke perpus, saat di jalan aku malah asik mengobrol dengan Jihan hingga aku tak sadar, aku bertabrakan dengan orang yang saat ini aku kagumi.
“Blug…” Hp yang dibawanya terjatuh
“Maaf kak maaf, tadi aku gak liat jalan maaf ya kak maaf” Aku mengucap kata maaf berulang kali karena terlalu gugup
“gak papa” Aku tersenyum saat mendengarnya berbicara dengan kata yang cuek. Meskipun aku tau tidak mudah mendapatkan hati seseorang sepertinya, tapi aku tetap berjuang dan selalu yakin kalau aku bisa mendapatkan hati dirinya.

Saat waktu pulang tiba aku segera pulang ke rumah dan masuk ke kamar lalu merebahkan tubuhku di atas ranjang sambil memikirkan kejadian yang baru saja terjadi di sekolah hatiku sangat senang. Jantungku berdebar tidak karuan, bibirku terus melukiskan senyuman yang indah ingin rasanya aku berteriak memberikan kabar pada seluruh dunia kalau hari ini aku sangat senang.

Aku pergi ke kaca jendela, melihat awan yang melukiskan sang pujaan. Aku merasa kaget karena awan kini membentuk wajahnya. Aku terus memperhatikan awan itu sampai tidak sadar kalau ponselku berbunyi. Aku pun mengangkat telepon dari ponselku.
“Hallo, asalamu’alaikum” Ucapku
“Wa’alaikum salam” Ucap yang menelfon
“Siapa ya?”
“Masa gak tau sih”
“Iya siapa gak tau nih?”
“Aku Galuh anak kelas 9 di sekolahmu”. Hatiku kembali berdebar senang rasanya saat dia meneleponku rasa BAPER (bawa perasaan) pun datang menghampiri hatiku.
“Ohh.. iya, ada apa kok telepon?”
“Enggak cuma mau telepon aja”
“Emang dari siapa dapet nomor aku?”
“Bukan urusan kamu!”.

Sejak hari itu kami mulai dekat aku merasa dia juga punya perasaan yang sama terhadapku. Tapi hubungan kami tak jelas, dan aku sering mendengar kata Jihan saat ia berkomunikasi denganku.
Hingga tiba waktu perpisahan, waktu dimana hatiku rapuh karena aku tak bisa bertemu dengannya lagi, hatiku merasa terpukul ingin menjerit sekencang-kencangnya. Aku memutuskan untuk menyatakan cinta pada saat hari perpisahan itu terjadi.
Aku mencari kemana dia pergi dan akhirnya aku menemukannya.

“Kak Galuh!”
“Iya, ada apa?”
“Ada hal yang ingin aku sampaikan!”
“Ayo katakan”
“Tidak disini, ikut aku!”. Di apun menuruti apa kataku, aku mengajaknya pergi ke belakang sekolah, disana sepi tidak ada orang. Nafas pun perlahan dikeluarkan, aku berusaha mengucapkan kata demi kata.

“Ngapain kita kesini?”
“Di tempat ini, saat aku pertama kali masuk ke sekolah ini. Aku melihatmu aku melihat senyum yang indah di matamu dan dari situ baru aku sadar kalau aku telah menyukaimu, aku menyukaimu tapi aku tak sadar rasa sukaku ini makin hari makin tumbuh menjadi besar dan menjadi cinta, aku telah jatuh cinta kepadamu. Hingga sampai saat ini aku masih mencintaimu”. Dia diam sejenak
“Aku menghargai perasaanmu, tapi maaf aku tak bisa membalas rasamu, karena aku sudah jatuh cinta kepada temanmu Jihan dan sudah memulai hubungan. Aku memang salah, aku mendekatimu karena aku ingin tau segalanya tentang Jihan, maafkan aku. Jangan bersedih! hapus air matamu! lupakan aku! masih banyak pria di luar sana, yang benar-benar baik untukmu. Aku bukan pria yang baik, yang pantas bersanding denganmu, maafkan aku! Jangan terlalu dipikirkan karena ini hanya cinta monyet. Hari kita masih panjang jangan terlalu berfikir tentang cinta karena tulang rusukmu akan datang suatu hari nanti, bila memang kita berjodoh kita pasti akan dipersatukan kembali atas izin sang kuasa”. Air mata pun turun membasahi pipi, hatiku tertekan.

Hubungan ku dan Jihan pun berubah seketika, dia menjauhiku. Kenapa dia menerima cinta Galuh? padahal dia tau aku menyukainya. Tuhan aku tak sanggup dengan perasaanku ini, Kenapa aku harus jatuh cinta kepadanya? kepada orang yang sama sekali tidak mengerti perasaanku. Bukannya orang yang jatuh cinta itu akan bahagia? lantas bagaimana dengan kisah cinta diriku?

Cerpen Karangan: Khoirotunnisa
Facebook: Khoirotunnisa Nisa

Cerpen Bertepuk Sebelah Tangan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Bully

Oleh:
Namaku adalah Emily. Aku punya seorang sahabat bernama Kania. “Aku tak mengerti kenapa semua teman-temanku membenci dia?”. Padahal dia anaknya baik dan pintar?. Mungkin karena ayahnya. Ya! ayahnya memang

Pertama Kali

Oleh:
Sore itu, hujan datang membasahi bumi. Hujan yang datang cukup besar. Seisi sekolah telah kosong, tapi aku belum dijemput. Aku baru saja selesai dari ekstrakurikuler matematika, pelajaran favoritku sejak

Tentang Aku dan Rasa ini

Oleh:
Aku hanya terdiam di bawah senja. Warnanya yang mulai meredup membuat siluet tubuhku di rerumputan ini. Sudah hampir 3 jam aku hanya terduduk disini, menikmati kesendirianku, menikmati segala hembusan

Perasaan Yang Terpendam

Oleh:
Waktu itu tepatnya saat masa orientasi SMA aku mengenalmu. Namun aku tak tau kapan rasa ini ada sebab aku tak pernah menyadarinya. Sejak saat perkenalan itu pula ternyata aku

Todoke (Meraih)

Oleh:
Hari ini diawali dengan hari yang cerah, semua tanaman melambai-lambai menyambut cerahnya hari. Kunikmati setiap langkah yang kubuat di pinggiran jalan setapak. Suara burung berkicau dengan melodi indah di

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *