Cinta Berujung Persahabatan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Pertama, Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 13 May 2017

Aku sudah mulai nyaman dengan Alfin dia adalah teman satu kelasku. Wajahnya bisa dibilang pas-pasan tetapi aku sangat nyaman padanya. Aku sering bercanda dengan dia dan suatu hari entah kenapa dia menjadi dingin sekali padaku. Tentu saja aku merasa sakit hati.

Sikap dinginnya itu seiring dengan dekatnya dia dengan orang lain yang juga satu kelas yang bernama Tiska. Mereka berdua sering bercanda dan tertawa bersama. Alfin sering sekali melihatku tetapi saat aku melihatnya dia selalu mengalihkan pandangannya.

Aku terus bertanya-tanya apa maksudnya bersikap dingin padaku sampai suatu hari aku datang padanya dan berbicara empat mata dengannya. Alfin berkata bahwa dia sama sekali tidak menyukai Tiska dan juga tidak menyukaiku. Sikap dinginnya selama ini terjadi karena Alfin sudah mengira bahwa aku suka padanya. Alfin bilang ini cinta monyet dan dia tidak ingin membagi cintanya, cintanya itu hanya untuk istrinya esok.

Aku menangis di hadapan Alfin, lalu Alfin berbicara pelan-pelan padaku “lupakan aku, banyak orang di luar sana yang sedang menginginkanmu. Aku tidak pantas mendapatkanmu. Ada baiknya jika kamu tidak memikirkan pacar, pikirkan saja dulu pelajaran.”

Aku pun ingin agar bisa bersahabat dengan Alfin, lalu Alfin mengiyakan. Dengan jawabannya itu aku menjadi lebih tenang dan bahagia karena bisa menjadi sahabatnya. Dan semenjak itu aku bersahabat dengan Alfin. Kami berjanji akan menjadi sahabat selamanya.

Mungkin ini juga jawaban dari Tuhan, Tuhan mengingatkanku melalui Alfin bahwa mempunyai pacar itu tidak berguna dan berdosa apalagi jika masih cinta monyet.

Cerpen Karangan: Friske Prisilia
Facebook: Friske Prisilia

Cerpen Cinta Berujung Persahabatan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cintaku Sebatas Sahabat

Oleh:
Nama gue Rosa. Gue tinggal di Kota S dan gue bersekolah di kota tersebut. Gue punya sahabat namanya Gerald. Dia anaknya baik banget gue pun sampe tertarik banget sama

Eccedentesiast

Oleh:
‘biarkan aku mencintaimu dengan caraku sendiri. Ungkapkan segala apa yang kurasa dengan kata-kata, supaya tak habis kau baca jka suatu saat kita tak lagi bersama. Sebab ku tau memoriku

Sayap Yang Patah Telah Kembali

Oleh:
Satu tahun telah berlalu, Mengapa aku belum juga bisa melupakannya. Apa mungkin aku terlalu menyesalkan perpisahan itu? Ataukah karena aku sangat menyayanginya? Entahlah, yang jelas aku sangat sakit hati.

Violet

Oleh:
Matahari pagi menyinariku dengan seketika senyuman semangat untuk melewati hari. hembusan udaranya membuatku pudar dalam rasa-rasa pilu yang ku alami. langkah-langkah kakiku siap untuk melewati masalah yang akan kuperangi

Aa Deya

Oleh:
“Bingung!” Itu kata yang keluar darimu, saat ku tanyakan ada apa denganmu. Karena ekspresimu malam itu, menunjukkan raut “tak senang” akan keterlambatan janjiku padamu. Aaahh, aku kan sudah minta

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *